Selasa, 01 Sep 2026 18:13 WIB

Penebangan Hutan Ilegal Picu Risiko Karhutla, Anggota DPRD Jatim Minta Pengawasan Diperketat

Anggota DPRD Jatim Fraksi PKB, Ubaidilah. (Foto: dony/selalu.id).
Anggota DPRD Jatim Fraksi PKB, Ubaidilah. (Foto: dony/selalu.id).

selalu.id – Menghadapi prediksi musim kemarau ekstrem tahun ini, Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur Ubaidilah menyoroti aktivitas penebangan kayu secara liar atau illegal logging sebagai salah satu pemicu utama meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia mendesak Pemprov Jatim lewat Dinas Kehutanan mengambil langkah taktis dan menyeluruh guna mencegah bencana berulang seperti kejadian di Situbondo tahun lalu.

Politisi PKB ini juga menjelaskan bahwa kerusakan tegakan hutan akibat illegal logging membuat lahan gundul dan sangat rentan terbakar saat kemarau. Sebaliknya, hutan yang utuh berfungsi menahan kelembapan tanah sehingga risiko api menjalar menjadi lebih kecil.

Baca Juga: Karhutla di Ranu Kembang dan Ledok Bedor Belum Padam, 172 Pendaki Dievakuasi

"Penebangan liar bukan sekadar melanggar aturan, tapi membuka celah bencana ganda: lahan gundul mudah terbakar saat kemarau, dan memicu banjir besar ketika musim hujan tiba. Inilah akar masalah yang harus diselesaikan bersamaan dengan upaya pemadaman api," tegasnya kepada selalu,id saat dikonfirmasi via selluler, Sabtu (18/7/2026).

Ubaid menekankan, penanggulangan karhutla harus seimbang antara pencegahan dan penanganan cepat, dengan fokus utama memperkuat koordinasi antara Dinas Kehutanan Provinsi, instansi di kabupaten/kota, hingga aparat penegak hukum. Sinergi ini krusial untuk membangun sistem deteksi dini sekaligus memperketat pengawasan di jalur akses masuk kawasan hutan yang sering dimanfaatkan pelaku illegal logging.

Baca Juga: Bursa Ketua KONI Sidoarjo Mengerucut, Dua Bacalon Resmi Mendaftar

"Kita tidak boleh membiarkan kebakaran hutan menjadi ritual tahunan. Kasus di Situbondo tahun lalu harus menjadi pelajaran bahwa pengawasan lemah dan kerusakan hutan berjalan beriringan," ujar legislator Dapil 4 ini.

Ia mengingatkan bahwa anggaran mitigasi bencana yang telah disiapkan Pemprov Jatim dinilai cukup memadai. Tantangan selanjutnya adalah memastikan dana tersebut direalisasikan untuk program yang menyentuh akar masalah: mulai dari penindakan tegas terhadap pembalakan liar, hingga edukasi dan pendampingan intensif bagi warga sekitar hutan.

Baca Juga: Fraksi PDIP Semprit Pemprov Jatim Soal P-APBD 2026: Tambahan Belanja Rp2,64 Triliun Jangan Cuma jadi SiLPA!

"Kami berharap pendampingan tidak hanya berupa larangan, tapi juga memberikan alternatif mata pencaharian layak. Masyarakat perlu sadar bahwa menjaga hutan dari penebangan ilegal sama dengan menjaga keselamatan dan kesejahteraan mereka sendiri," tandasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sikat Jukir Nakal Surabaya, Wali Kota Eri Buka Peluang Anak Muda yang Kelola Parkir

Pernyataan tersebut menjadi salah satu opsi yang disiapkan Eri apabila masih ditemukan jukir yang tidak menjalankan sistem pembayaran non-tunai.

Pencuri Truk di Pabrik Gula Jatiroto Lumajang Sudah Tertangkap, Ini Tampangnya

Pelaku merupakan seorang residivis kasus serupa yakni pencurian kendaraan bermotor. Pelaku selalu beraksi seorang diri.

Temukan Indikasi Pungli Setoran Tunai, Wali Kota Eri Siap Sapu Bersih Jukir hingga Pejabat Dishub

Eri menyebut pengawas hingga pejabat di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya juga bisa diganti apabila persoalan tersebut tidak segera dibenahi.

Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026

Bahtiar juga mengingatkan para pendidik agar memberikan panggung utama kepada para siswa dalam memamerkan karya mereka.

Tragedi Berdarah di Diskotek Triple X Surabaya: Pemuda Dikeroyok Brutal, Kepala Dihantam Paving

Insiden tersebut saat ini tengah dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya, untuk menangkap pelaku dan mengetahui penyebabnya.

APBD Sidoarjo 2027 Naik jadi Rp5,15 T, Fokus Perbaiki Infrastruktur dan Kesehatan

Bupati Sidoarjo Subandi berharap kesepakatan KUA-PPAS 2027 dapat menjadi dasar pelaksanaan berbagai program pembangunan yang telah direncanakan.