Kamis, 04 Jun 2026 13:01 WIB

Benowo Jadi Fokus Perbaikan, Pemkot Surabaya Tutup Total Drainase untuk Pekerjaan Besar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 04 Nov 2025 13:21 WIB

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mempercepat penyelesaian proyek drainase di berbagai titik menjelang puncak musim hujan. Hingga awal November 2025, progres pekerjaan mencapai 70 persen.

 

Baca Juga: Revitalisasi Infiltrasi (R-I): Menangkap Air, Menangkap Masa Depan Surabaya

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Syamsul Hariadi, mengatakan percepatan dilakukan agar seluruh proyek rampung sebelum Januari–Februari 2026, saat curah hujan diperkirakan berada di puncaknya.

 

“Untuk saat ini, paket-paket pekerjaan drainase sudah 70 persen kita selesaikan. Sekitar 20 persen lagi ditarget selesai akhir November, sisanya insyaallah rampung Desember,” kata Syamsul, Selasa (4/11/2025).

 

Salah satu proyek terbesar yang kini dikebut berada di kawasan Benowo, Surabaya Barat. Pekerjaan di titik ini dilakukan dengan metode penutupan total saluran untuk memaksimalkan hasil pembangunan.

 

“Yang selesai Desember itu proyek-proyek besar, seperti drainase Benowo. Karena pengerjaan besar ini harus menutup total salurannya,” jelas Syamsul.

 

Penutupan total saluran membuat aliran air sementara dialihkan menggunakan pompa portable. Namun kapasitas pompa tidak sebesar aliran alami, sehingga dapat menimbulkan genangan sementara di sekitar lokasi proyek.

 

“Kalau ditutup total, otomatis air cuma bisa kita alihkan pakai pompa. Tapi kapasitasnya kecil dibandingkan aliran alami. Makanya di sekitar Pondok Benowo Indah (PBI) itu bisa ada potensi genangan kalau belum selesai,” ujarnya.

 

Menurut Syamsul, tantangan terbesar berasal dari ketidakpastian cuaca. Berdasarkan data BMKG, pola hujan tahun ini masih serupa dengan tahun sebelumnya. Karena itu, seluruh proyek ditarget selesai sebelum hujan deras mengguyur kota.

Baca Juga: Surabaya Mulai Kewalahan Tampung Hujan Ekstrem, 12 Sistem Drainase Diperbesar

 

“Puncak hujan diprediksi Januari–Februari. Makanya kita kebut semua pekerjaan di November,” katanya.

 

Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, DSDABM berkoordinasi intens dengan BMKG. Peringatan dini hujan ekstrem dipantau setiap jam melalui komunikasi langsung.

 

“Prediksi BMKG global kita jadikan acuan. Kalau ada peringatan dua-tiga jam sebelumnya, semua tim lapangan harus siap, rumah pompa langsung dikosongkan salurannya,” tegasnya.

 

Baca Juga: Banjir Belum Tuntas, Sepanjang 2025 Surabaya Bangun 5 Rumah Pompa dan 56 Km Drainase

Saat tanda-tanda hujan lebat muncul, seluruh rumah pompa dan petugas lapangan disiagakan penuh melalui sistem komunikasi radio dan pemantauan real time.

 

“Begitu terdeteksi awan hujan mengarah ke Surabaya, semua petugas harus standby. Rumah pompa disiagakan penuh, komunikasi kita pakai HT,” kata Syamsul.

 

Ia berharap cuaca hingga akhir November tetap bersahabat agar seluruh proyek dapat selesai sesuai jadwal.

 

“Kami mohon doanya mudah-mudahan hujannya tidak terlalu deras, jadi proyek bisa selesai sesuai target,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.