Selasa, 10 Feb 2026 13:16 WIB

Genangan Kembali Muncul, DPRD Surabaya Nilai Drainase Banyak Tak Terawat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 03 Nov 2025 15:55 WIB
GeAnggota Komisi C DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayantonangan Kembali Muncul, DPRD Surabaya Nilai Drainase Banyak Tak Terawat
GeAnggota Komisi C DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayantonangan Kembali Muncul, DPRD Surabaya Nilai Drainase Banyak Tak Terawat

selalu.id – Hujan deras yang mengguyur Surabaya beberapa hari terakhir kembali memunculkan genangan di sejumlah titik. Kondisi ini disorot Komisi C DPRD Surabaya yang menilai kejadian tersebut menjadi peringatan serius bagi pemerintah kota untuk memperkuat kesiapan menghadapi musim penghujan.

 

Baca Juga: Menanti Siapa Saja Anggota DPRD Surabaya yang Jadi Tersangka Kasus Bimtek

Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayanto, mengatakan genangan kali ini justru lebih parah dibanding awal tahun. Ia menyebut hal ini menjadi alarm bagi Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) agar segera melakukan evaluasi menyeluruh.

 

“Ini warning bagi kesiapan Pemkot, khususnya dalam penanganan drainase di awal musim penghujan,” ujar Achmad, Senin (3/11/2025).

 

Politisi Golkar itu menegaskan, pemerintah tidak boleh tinggal diam. Semua titik sumbatan dan saluran penyebab genangan harus segera dinormalisasi.

 

“Sumbatan-sumbatan di titik genangan harus segera dibersihkan. Saya lihat, hujan kali ini lebih berdampak dibanding awal tahun,” katanya.

 

Achmad menyoroti kawasan Asemrowo di Surabaya Barat yang masih menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras. Ia menjelaskan, karakteristik wilayah yang jauh dari badan sungai membuat sistem pembuangan air di kawasan itu harus berfungsi sempurna tanpa hambatan.

 

“Normalisasi harus menyeluruh, mulai dari Tanjungsari, Simorejo Sari, Tambak Mayor, hingga Asem Mulya. Aliran airnya harus lancar,” tegasnya.

 

Ia juga mengkritik proyek drainase yang sudah dibangun namun tidak berfungsi optimal. Salah satunya drainase di kawasan Asem Mulya yang seharusnya menjadi penopang utama aliran primer untuk mengurangi genangan.

 

“Jangan sampai kita bangun gorong-gorong mahal tapi perawatannya setengah hati,” ujarnya.

 

Achmad mengusulkan pembuatan drainase baru di sisi utara rel kereta api, khususnya di kawasan Tambak Mayor. Saluran itu dinilai dapat menjadi pemecah arus air hujan agar tidak menumpuk di satu titik.

Baca Juga: Kasus Korupsi Bimtek DPRD Surabaya, Siapa yang Akan Jadi Tersangka?

 

“Air dari Tambak Pring Barat dan Tambak Lumpang bisa dialirkan lurus di sepanjang rel KA, menembus crossing bawah tol hingga ke Jalan Raya Dupak,” jelasnya.

 

Dengan sistem itu, aliran air tidak lagi berbelok dan menambah beban di wilayah lain seperti Tambak Pring Timur dan Tambak Dalam.

 

“Ini solusi agar air tidak menambah beban di titik lain,” katanya.

 

Achmad mengingatkan Pemkot agar tidak menunggu banjir datang. Kegiatan mitigasi dan pembersihan saluran, menurutnya, harus dilakukan sebelum curah hujan semakin tinggi.

 

“Sebelum musim hujan, titik-titik genangan dan sumbatan harus dibersihkan. Termasuk ranting pohon yang rawan tumbang juga perlu diantisipasi,” ujarnya.

Baca Juga: KBS Diproses Kejati, DPRD Surabaya Ingatkan Perawatan Satwa

 

Ia meminta agar pengawasan tidak hanya dilakukan oleh dinas terkait, tetapi juga melibatkan masyarakat di tingkat RT, RW, hingga kelurahan, terutama untuk pohon besar yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

 

Menurutnya, sejumlah kawasan masih terpantau tergenang, seperti Surabaya Timur, Asemrowo, Kalianak, dan Krembangan, meski genangan di beberapa lokasi sudah cepat surut.

 

Achmad memastikan Pemkot Surabaya akan menambah anggaran untuk perbaikan dan normalisasi drainase pada RAPBD 2026–2027.

 

“Anggarannya tidak dikurangi, malah ditambah. Tapi saya titip, perawatan dan normalisasi harus diperhatikan. Kalau sudah dibangun tapi tidak dirawat, ya percuma,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Potret 25 Terdakwa Kasus Pesta Gay Surabaya saat Jalani Sidang Perdana

Dalam kasus ini, total ada 34 terdakwa yang terbagi dalam beberapa berkas perkara. Sebanyak 25 terdakwa yang disidangkan lebih dulu.

Pemkot Surabaya Seleksi Ketat Penerima Bantuan Rutilahu 2026, Berikut yang Jadi Prioritas

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan, pengetatan kriteria dilakukan agar bantuan sosial benar-benar diterima warga yang paling membutuhkan.

Tolak Pergantian Pj Kades, Warga Patemon Jember Geruduk Kantor Camat Pakusari

Aksi tersebut dipicu lantaran mendengar akan adanya rencana pergantian Penjabat (Pj) Kepala Desa Patemon yang saat ini dijabat Siti Muslihatin.

Arif Fathoni Nilai Adies Kadir Layak Sebagai Hakim MK

Fathoni menilai Adies Kadir memiliki latar belakang yang kuat di bidang hukum dan tumbuh di lingkungan peradilan.

5.012 Anak Surabaya Lolos Administrasi Beasiswa Penghafal Kitab Suci, Berikut Jadwal Tes dan Lokasinya

Peserta yang lolos akan melanjutkan tahap pemberkasan daring, termasuk pengisian rekening atas nama siswa penerima beasiswa.

Momen Haru Gus Yani Kawal Kepulangan 3 Anak PMI Gresik dari Kuala Lumpur

Bagi ketiga anak tersebut, ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan pertemuan pertama dengan kampung halaman.