Rabu, 23 Sep 2026 19:42 WIB

Genangan Kembali Muncul, DPRD Surabaya Nilai Drainase Banyak Tak Terawat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 03 Nov 2025 15:55 WIB
GeAnggota Komisi C DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayantonangan Kembali Muncul, DPRD Surabaya Nilai Drainase Banyak Tak Terawat
GeAnggota Komisi C DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayantonangan Kembali Muncul, DPRD Surabaya Nilai Drainase Banyak Tak Terawat

selalu.id – Hujan deras yang mengguyur Surabaya beberapa hari terakhir kembali memunculkan genangan di sejumlah titik. Kondisi ini disorot Komisi C DPRD Surabaya yang menilai kejadian tersebut menjadi peringatan serius bagi pemerintah kota untuk memperkuat kesiapan menghadapi musim penghujan.

 

Baca Juga: Pungli Rekrutmen Pemkot Surabaya: Jangan Cuma Tangkap Kroco, Seret Penikmat Aliran Dananya!

Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayanto, mengatakan genangan kali ini justru lebih parah dibanding awal tahun. Ia menyebut hal ini menjadi alarm bagi Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) agar segera melakukan evaluasi menyeluruh.

 

“Ini warning bagi kesiapan Pemkot, khususnya dalam penanganan drainase di awal musim penghujan,” ujar Achmad, Senin (3/11/2025).

 

Politisi Golkar itu menegaskan, pemerintah tidak boleh tinggal diam. Semua titik sumbatan dan saluran penyebab genangan harus segera dinormalisasi.

 

“Sumbatan-sumbatan di titik genangan harus segera dibersihkan. Saya lihat, hujan kali ini lebih berdampak dibanding awal tahun,” katanya.

 

Achmad menyoroti kawasan Asemrowo di Surabaya Barat yang masih menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras. Ia menjelaskan, karakteristik wilayah yang jauh dari badan sungai membuat sistem pembuangan air di kawasan itu harus berfungsi sempurna tanpa hambatan.

 

“Normalisasi harus menyeluruh, mulai dari Tanjungsari, Simorejo Sari, Tambak Mayor, hingga Asem Mulya. Aliran airnya harus lancar,” tegasnya.

 

Ia juga mengkritik proyek drainase yang sudah dibangun namun tidak berfungsi optimal. Salah satunya drainase di kawasan Asem Mulya yang seharusnya menjadi penopang utama aliran primer untuk mengurangi genangan.

 

“Jangan sampai kita bangun gorong-gorong mahal tapi perawatannya setengah hati,” ujarnya.

 

Achmad mengusulkan pembuatan drainase baru di sisi utara rel kereta api, khususnya di kawasan Tambak Mayor. Saluran itu dinilai dapat menjadi pemecah arus air hujan agar tidak menumpuk di satu titik.

Baca Juga: DPRD Surabaya Telusuri Riwayat Tanah di Karangpoh, BPN Mangkir RDP

 

“Air dari Tambak Pring Barat dan Tambak Lumpang bisa dialirkan lurus di sepanjang rel KA, menembus crossing bawah tol hingga ke Jalan Raya Dupak,” jelasnya.

 

Dengan sistem itu, aliran air tidak lagi berbelok dan menambah beban di wilayah lain seperti Tambak Pring Timur dan Tambak Dalam.

 

“Ini solusi agar air tidak menambah beban di titik lain,” katanya.

 

Achmad mengingatkan Pemkot agar tidak menunggu banjir datang. Kegiatan mitigasi dan pembersihan saluran, menurutnya, harus dilakukan sebelum curah hujan semakin tinggi.

 

“Sebelum musim hujan, titik-titik genangan dan sumbatan harus dibersihkan. Termasuk ranting pohon yang rawan tumbang juga perlu diantisipasi,” ujarnya.

Baca Juga: Kisah Tifa, Siswi SMKN 5 Surabaya Tak Mampu Beli Seragam Tapi Tercatat Kaya

 

Ia meminta agar pengawasan tidak hanya dilakukan oleh dinas terkait, tetapi juga melibatkan masyarakat di tingkat RT, RW, hingga kelurahan, terutama untuk pohon besar yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

 

Menurutnya, sejumlah kawasan masih terpantau tergenang, seperti Surabaya Timur, Asemrowo, Kalianak, dan Krembangan, meski genangan di beberapa lokasi sudah cepat surut.

 

Achmad memastikan Pemkot Surabaya akan menambah anggaran untuk perbaikan dan normalisasi drainase pada RAPBD 2026–2027.

 

“Anggarannya tidak dikurangi, malah ditambah. Tapi saya titip, perawatan dan normalisasi harus diperhatikan. Kalau sudah dibangun tapi tidak dirawat, ya percuma,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ternyata, Soal Ini Kantor BPN Kota Mojokerto Digeledah KPK

Pantauan di lokasi, terdapat empat mobil Avanza berwarna hitam terparkir di halaman Kantor ATR/BPN Kota Mojokerto. Diduga mobil itu dikendarai oleh tim KPK.

Oknum ASN Jember Dilaporkan ke Itjen Kemenag Buntut Nikah Siri, Modusnya Bikin Ngelus Dada

Oknum ASN itu berinisial AFA, yang bertugas di salah satu Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember.

Kekeringan di Jatim Makin Parah, Fraksi PKS Sentil Pemprov: Jangan Cuma Sibuk Bagi-bagi Air!

Saat ini, krisis kekeringan di Jawa Timur kian meluas, dengan 24 kabupaten/kota telah menetapkan status siaga maupun tanggap darurat. 

Ketika Sedekah Bumi dan Pengajian Satukan Warga Sidoarjo

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan bahwa Sedekah Bumi merupakan bentuk rasa syukur sekaligus momentum untuk memperkuat silaturahmi antarwarga.

Update Korban KM Virgo Transport 8: Satu Ditemukan Lagi, 116 Masih dalam Pencarian

Sebanyak 108 orang dinyatakan selamat dan 19 orang meninggal dunia. Sementara itu, 116 orang lainnya masih dalam pencarian.

Mulai Bulan Depan ASN Surabaya Ngantor di Balai RW, Ini Perintah Tegas Wali Kota Eri

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta setiap Kepala Perangkat Daerah menempatkan ASN yang memiliki kemampuan untuk menjadi pengampu wilayah.