Rabu, 21 Okt 2026 16:12 WIB

Arif Fathoni Harap Workshop Wartawan Bisa Jadi Pemicu Partisipasi Publik Kelola Aset

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 25 Agu 2025 09:40 WIB
Arif Fathoni
Arif Fathoni

selalu.id – Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, mengapresiasi workshop wartawan yang membahas potensi aset Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Balai Diklat Pemkot Surabaya, Prigen.

 

Baca Juga: Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi pemicu agar pemkot lebih terbuka terhadap partisipasi publik.

 

“Saya berharap workshop yang diselenggarakan teman-teman wartawan bisa menjadi trigger bagi Pemkot Surabaya untuk membuka ruang partisipasi publik yang seluas-luasnya,” kata Arif Fathoni, Minggu (25/8/2025).

 

Menurutnya, partisipasi publik penting agar pengelolaan aset memberi manfaat luas. Aset produktif, lanjutnya, dapat menjadi jembatan pertumbuhan ekonomi sekaligus upaya pengentasan kemiskinan.

 

“Partisipasi publik ini tentang bagaimana upaya memaksimalkan aset sebagai jembatan pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan di Kota Surabaya,” ujarnya.

 

Fathoni menegaskan, aset yang digandengkan dengan pihak ketiga akan jauh lebih bernilai dibandingkan jika dibiarkan mati. Selama ini, aset mati menurutnya tidak memberi kontribusi selain papan penanda.

Baca Juga: Dua Nama Potensial yang Disebut Cocok Dampingi Arif Fathoni di Pilwali Surabaya 2029

 

“Aset yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga juga bisa menjadi penyumbang pendapatan asli daerah daripada hanya sekedar menjadi aset mati yang hanya berisikan papan nama pemberitahuan,” tegasnya.

 

Meski begitu, Fathoni mengungkap adanya kendala regulasi yang membuat pengelolaan aset belum maksimal. Aturan saat ini dinilainya belum mampu menjadikan aset mati sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi.

 

Baca Juga: Pengamat Politik Sebut Arif Fathoni Lebih Potensial jadi Wali Kota Ketimbang Armuji

“Regulasi yang ada saat ini memang tidak mendukung untuk pemaksimalan aset mati menjadi trigger pertumbuhan ekonomi,” kata dia.

 

Karena itu, ia mendorong Pemkot Surabaya mengambil langkah strategis dengan meminta fatwa ke Kementerian Dalam Negeri. Menurutnya, kebijakan khusus dibutuhkan agar aset benar-benar bisa dikelola menjadi sumber PAD sekaligus instrumen pengentasan kemiskinan.

 

“Untuk itu Pemkot Surabaya perlu meminta fatwa dari Kemendagri, agar ada kebijakan khusus yang bisa dikeluarkan agar Pemkot Surabaya bisa menjadikan itu sebagai bagian upaya memaksimalkan PAD dan jembatan pengentasan kemiskinan,” pungkas Fathoni.

Editor : Ading
Berita Terbaru

45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Kepala Bidang Pajak Daerah Bapenda Surabaya Ekkie Noorisma menyebut, dua biang keroknya klasik tidak berizin dan belum bayar pajak.

21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus

Tiga orang dilaporkan menjadi korban dan mengalami luka-luka, salah satunya luka robek diduga akibat senjata tajam.

Doa Kebangsaan di Mojokerto, Ning Ita dan Kapolres Kompak Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Doa bersama menjadi ikhtiar menyatukan tekad sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan tokoh masyarakat dalam membangun bangsa.

Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, penindakan saja tidak cukup.

Ayah Bacok Dua Anak Kandung di Surabaya Gegara Sengketa Harta

Pelaku datang ke lokasi yang juga berfungsi sebagai hunian keluarga, dan menuntut secara kasar kepada Renata agar menyerahkan surat atau sertifikat bangunan.

SIER Perkuat Kerja Sama dengan Investor Jepang, Konjen Dukung Rencana Pengembangan Kawasan Industri

Selain membahas kerja sama yang telah berjalan, Takonai menyambut baik rencana SIER untuk terus mengembangkan kawasan industri di daerah lain.