Kamis, 03 Sep 2026 12:08 WIB

Otak-atik Pilwali Surabaya 2029 (1)

Beredar Poster Bacakada Surabaya-Jatim, Pengamat: Ini Instrumen Cek Ombak!

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 26 Mei 2026 21:52 WIB
Poster Bakal Calon Kepala Daerah Surabaya dan Jatim yang beredar di media sosial. (Dok. Instagram @aslisuroboyo).
Poster Bakal Calon Kepala Daerah Surabaya dan Jatim yang beredar di media sosial. (Dok. Instagram @aslisuroboyo).

selalu.id - Beredar poster berisi pasangan tokoh bakal calon kepala daerah wilayah Surabaya dan Jawa di media sosial Instagram.

Nama-nama seperti Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, politisi Golkar Arif Fathoni, Rini Indriyani hingga birokrat senior Pemkot Surabaya M Fikser mulai “diotak-atik” dalam simulasi pasangan politik.

Baca Juga: Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026

Dalam penelusuran selalu.id, Armuji dipasangkan dengan Arif Fathoni. Kemudian Rini Indriyani dengan Fikser. Lalu Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebagai calon Gubernur Jawa Timur.

Dalam latar belakang mereka, Armuji sendiri merupakan kader senior PDIP yang saat ini menjabat Wakil Wali Kota Surabaya.

Sebelum masuk eksekutif, Armuji dikenal lama berkiprah di legislatif hingga pernah menjadi Ketua DPRD Surabaya.

Gaya politiknya identik dengan pendekatan akar rumput dan blusukan menyelesaikan aduan warga.

Sementara Arif Fathoni atau dikenal sebagai politisi muda Partai Golkar Surabaya. Wakil Ketua DPRD Surabaya itu cukup aktif membangun komunikasi politik di media sosial dan dekat dengan pemilih muda perkotaan.

Nama lain yang ikut muncul adalah Rini Indriyani. Sosok yang dikenal sebagai istri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi itu selama ini aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Diskotek Triple X Surabaya: Pemuda Dikeroyok Brutal, Kepala Dihantam Paving

Kemunculan Rini dinilai merepresentasikan kesinambungan kekuatan politik pemerintahan saat ini.

Sedangkan Fikser merupakan birokrat senior Pemkot Surabaya yang pernah menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Sekarang, ia menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I)

Fikser dikenal sebagai figur teknokrat yang dekat dengan lingkaran pemerintahan Eri Cahyadi.

Pengamat politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ken Bimo Sultoni menilai kemunculan poster-poster tersebut lebih tepat dibaca sebagai gejala politik awal dibanding peta final Pilwali Surabaya 2029.

Baca Juga: Potret Aksi 'Agustus Kelam' di Surabaya, Serukan Perlindungan hingga DBH Migas Madura

“Dalam politik lokal, poster seperti ini sering menjadi instrumen cek ombak. Tujuannya bukan sekadar mengenalkan nama, tetapi juga mengukur tingkat keterimaan publik, respons elite partai, dan kemungkinan terbentuknya koalisi,” jelas Ken Bimo kepada selalu.id, Selasa (26/5/2026).

Meski begitu, Ken Bimo mengingatkan Pilwali Surabaya 2029 masih sangat panjang dan penuh dinamika.

Ia menyebut poster-poster itu belum bisa dijadikan penentu arah politik final.

“Ini lebih sebagai early political signalling. Kontestasi politik Surabaya mulai dipanaskan lebih dini dan menunjukkan ruang kompetisi masih sangat terbuka,” papar Ken.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.