Kamis, 03 Sep 2026 12:54 WIB

Otak-atik Pilwali Surabaya 2029 (2)

Pengamat Politik Sebut Arif Fathoni Lebih Potensial jadi Wali Kota Ketimbang Armuji

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 26 Mei 2026 22:05 WIB
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni. (Dok. Selalu.id).
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni. (Dok. Selalu.id).

selalu.id - Pengamat politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ken Bimo Sultoni menanggapi beredarnya poster pasangan Armuji dan Arif Fathoni dalam simulasi Pilwali Surabaya 2029.

Meski dinilai sebagai bagian dari “cek ombak” politik, duet kader senior PDIP dan politisi muda Golkar itu disebut memiliki kekuatan elektoral yang menarik.

Baca Juga: Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026

Namun di balik simulasi pasangan tersebut, Ken Bimo justru melihat Arif Fathoni memiliki peluang lebih potensial maju sebagai calon wali kota atau L1 dibanding posisi wakil wali kota.

Menurutnya, duet Armuji dan Arif Fathoni mempertemukan dua kekuatan politik berbeda. Armuji dinilai kuat di basis akar rumput dan loyalis PDIP, sementara Arif Fathoni memiliki pengaruh di pemilih muda, urban, dan kelas menengah.

“Pak Armuji identik dengan mesin akar rumput dan jaringan loyalis yang panjang di Surabaya. Sementara Pak Arif Fathoni merepresentasikan figur muda dengan daya tarik di pemilih urban dan pemilih muda,” papar Ken Bimo kepada selalu.id, Selasa (25/5/2026).

Secara politik, pasangan tersebut bisa menjadi kombinasi menarik apabila PDIP dan Golkar membuka peluang koalisi di Pilwali Surabaya 2029.

Meski selama ini PDIP dikenal dominan di Surabaya, koalisi lintas partai tetap mungkin terjadi dalam situasi politik tertentu.

Namun, Ken Bimo menilai posisi Arif Fathoni akan menjadi variabel penting dalam simulasi tersebut.

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Diskotek Triple X Surabaya: Pemuda Dikeroyok Brutal, Kepala Dihantam Paving

Sebab, secara modal politik, Ketua DPD Golkar Surabaya itu dinilai memiliki kans besar untuk maju sebagai calon wali kota.

“Tokoh muda dengan basis kuat biasanya melihat posisi L1 lebih strategis dibanding L2. Kalau elektabilitas Pak Arif terus naik sampai 2028 atau 2029, kans beliau maju sebagai wali kota cukup terbuka,” jelasnya.

Arif Fathoni sendiri dikenal sebagai salah satu politisi muda yang aktif membangun komunikasi politik di ruang publik maupun media sosial.

Wakil Ketua DPRD Surabaya ini juga beberapa kali masuk radar kandidat potensial Pilwali Surabaya karena dinilai dekat dengan generasi muda perkotaan.

Baca Juga: Potret Aksi 'Agustus Kelam' di Surabaya, Serukan Perlindungan hingga DBH Migas Madura

Sementara Armuji merupakan kader senior PDIP yang saat ini menjabat Wakil Wali Kota Surabaya.

Sebelumnya, ia memiliki rekam jejak panjang di legislatif hingga pernah menjadi Ketua DPRD Surabaya. Basis loyalis PDIP akar rumput menjadi salah satu kekuatan politik utamanya.

Ken Bimo menyebut, dalam logika politik modern, figur muda dengan elektabilitas tinggi cenderung tidak ingin terlalu lama berada di posisi pendamping.

“Secara karier politik, figur muda yang punya popularitas, jaringan, dan basis pemilih biasanya akan mengincar posisi utama,” tandasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.