Otak-atik Pilwali Surabaya 2029 (3)
Dua Nama Potensial yang Disebut Cocok Dampingi Arif Fathoni di Pilwali Surabaya 2029
- Penulis : Ade Resty
- | Rabu, 27 Mei 2026 19:20 WIB
selalu.id - Pengamat politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ken Bimo Sultoni menilai munculnya poster sejumlah pasangan tokoh politik untuk pilkada belum bisa diterjemahkan sebagai peta final Pilwali Surabaya 2029.
Menurutnya, poster dan simulasi pasangan yang mulai bermunculan lebih tepat dibaca sebagai early political signalling atau sinyal politik awal.
Baca Juga: Pengamat Tanggapi Poster Rini-Fikser: Masih Fase Coba-coba!
Dalam sejumlah simulasi yang beredar, nama Arif Fathoni bisa dipasangkan dengan beberapa tokoh berbeda.
Hal itu dinilai menunjukkan bahwa politisi muda Golkar Surabaya tersebut mulai diperhitungkan dalam bursa Pilwali Surabaya 2029.
Ken Bimo menilai, misal, simulasi duet Arif Fathoni dengan Rini Indriyani yakni Istri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memiliki daya tarik tersendiri karena mempertemukan simbol perubahan dan keberlanjutan pemerintahan.
“Pak Arif menjadi representasi tokoh politik muda dan oposisi elektoral. Sementara Bu Rini membawa efek kesinambungan pemerintahan dan kedekatan dengan basis pemilih pendukung Pak Eri Cahyadi,” jelasnya kepada selalu.id, Rabu (27/5/2026).
Secara elektoral, kombinasi itu dinilai mampu memadukan kekuatan pemilih muda dengan basis birokrasi dan loyalis pemerintahan saat ini. Namun, pasangan tersebut juga dinilai berpotensi menghadapi isu politik dinasti.
“Tantangannya ada pada persepsi publik terkait politik dinasti atau keberlanjutan kekuasaan keluarga yang kerap dijadikan black campaign,” papar Ken
Baca Juga: Momen Idul Adha, Cak Yebe Bagikan Hewan Kurban ke Pedagang Kecil hingga Ojol di Surabaya
Selain skenario Arif Fathoni-Rini, simulasi Arif Fathoni dengan Yona Bagus Widyatmoko juga ada kecocokan.
Menurut Ken Bimo, pasangan Golkar-Gerindra itu bisa menjadi poros alternatif di luar dominasi PDIP di Surabaya.
Nama Yona Bagus Widyatmoko merupakan politisi Partai Gerindra Surabaya atau Ketua Komisi A DPRD Surabaya dan dikenal aktif membangun jaringan politik lintas komunitas.
Jika dipasangkan dengan figur non-PDIP, Yona dinilai bisa menjadi representasi poros alternatif oposisi di Surabaya.
Baca Juga: Pengamat Politik Sebut Arif Fathoni Lebih Potensial jadi Wali Kota Ketimbang Armuji
“Kalau Pak Arif dipasangkan dengan Yona, kekuatannya ada pada koalisi oposisi dan perluasan jaringan lintas partai. Potensi ini menarik pemilih yang ingin alternatif di luar poros PDIP,” katanya.
Ken menilai, hingga saat ini Arif Fathoni menjadi salah satu tokoh yang paling potensial dalam bursa Pilwali Surabaya 2029.
Selain dikenal publik, Arif Fathoni dinilai memiliki kemampuan komunikasi politik yang kuat dan dekat dengan pemilih muda perkotaan.
“Beliau punya kombinasi yang tidak banyak dimiliki tokoh lain di Surabaya. Dikenal publik, punya basis organisasi, piawai berkomunikasi, dan dekat dengan pemilih muda,” pungkas dia.
Editor : Zein Muhammad