Sabtu, 06 Jun 2026 01:34 WIB

97 Paskibraka Surabaya Mulai Pusdiklat, Siap Kibarkan Merah Putih

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 04 Agu 2025 14:50 WIB
Foto: Pembukaan Pusdiklat Paskibraka
Foto: Pembukaan Pusdiklat Paskibraka

selalu.id — Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, secara resmi membuka Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Surabaya Tahun 2025 di Gedung Sawunggaling, Senin (4/8/2025).

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Buka Pendaftaran Paskibraka 2026, Ini Syaratnya bagi Pelajar Kelas X 

Kegiatan ini dimulai setelah para anggota Paskibraka menjalani Upacara Tantingan di Halaman Balai Kota Surabaya pada hari yang sama.

 

Wali Kota Eri memberikan pesan kepada para anggota Paskibraka agar menjunjung tinggi disiplin, kerja sama tim, dan nilai-nilai kebangsaan selama mengikuti pelatihan.

 

“Saat kalian mengibarkan Merah Putih, entah sebagai tim 8, 17, atau 45, kalian adalah satu kesatuan. Tim ini harus saling menguatkan dan tolong-menolong. Kekompakan dan rasa welas asih harus terus dipupuk,” kata Eri.

 

Ia menegaskan bahwa semangat Paskibraka tak hanya penting saat upacara berlangsung, namun juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, nilai-nilai seperti gotong royong dan solidaritas adalah pondasi untuk menyelesaikan berbagai persoalan kota.

 

“Dulu saya juga pernah jadi Paskibraka. Tempat pelatihannya mungkin berbeda, tapi semangatnya tetap sama. Kalau satu gagal, semua bisa gagal. Chemistry dan kekompakan itu sangat penting,” tegasnya.

Baca Juga: DPRD Minta Evaluasi Seleksi Paskibra Usai Insiden Bendera Terbalik di Surabaya

 

Bagi Wali Kota Eri, filosofi tersebut menjadi dasar dalam menuntaskan berbagai tantangan kota, mulai dari pengentasan kemiskinan hingga penanganan stunting. Ia berharap semangat Paskibraka bisa menjadi teladan bagi pemuda Surabaya untuk tumbuh sebagai pemimpin masa depan.

 

“Kita harus punya satu visi, seperti saat mengibarkan bendera. Kalau kita kompak dan saling menguatkan, Surabaya akan semakin cepat mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru, menyampaikan bahwa Pusdiklat Paskibraka 2025 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 4–18 Agustus, setiap pukul 06.00–21.00 WIB, dan berlokasi di Halaman Balai Kota.

Baca Juga: Bendera Sempat Terbalik dalam Upacara 17 Agustus di Balai Kota Surabaya, Begini Respon Wali Kota Eri

 

“Peserta tahun ini berjumlah 97 orang, terdiri dari 48 putra dan 49 putri. Selain itu, satu putra dan satu putri mewakili Surabaya di tingkat provinsi, dan satu putra telah mengikuti Pusdiklat tingkat nasional sejak 15 Juli hingga 22 Agustus 2025,” jelas Tundjung.

 

Selama masa pelatihan, para peserta akan menerima materi seputar Wawasan Kebangsaan, Nilai-Nilai Pancasila, Kepaskibraan, dan Kepemimpinan.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.