Kamis, 04 Jun 2026 16:06 WIB

Kasus Covid-19 Meningkat, Sekolah Tatap Muka di Surabaya Dirubah 50 Persen

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 03 Feb 2022 00:50 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Pemkot Surabaya akan mengevaluasi pembelajaran tatap muka (PTM) lantaran naiknya kasus Covid-19. Berdasarkan data lawancovid-19 Rabu (2/2/2022) kasus positif terpapar covid-19 sebanyak 587 orang.

Dengan bertambahnya kasus Covid-19 itu, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, akan memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara bergantian dengan sistem sehari masuk dan sehari libur

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Eri mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan kepada Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya untuk menghentikan terlebih dahulu PTM 100 persen, nantinya sistem PTM 100 persen akan diganti menjadi 50 persen perharinya.

"Saya buat satu hari masuk satu hari libur. Jadi 50 persen pembatasannya setiap PTM," kata Eri, Rabu (2/2/2022).

Skema PTM tersebut mulai diberlakukan di Minggu ini. Namun pihaknya membutuhkan sosialisasi terlebih dahulu kepada sekolah yang menjalani PTM 100 persen saat ini.

"InsyAllah secapatnya. Tapi kami minta ke Dispendik untuk segera sosialisasi ke kepala sekolah, apakah mulai besok atau lusa," tegasnya.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Selain itu, PTM akan berlangsung tiga jam setiap harinya, hal ini untuk mengantisipasi agar para siswa tidak terlalu lama berkerumun di dalam kelas.

"Satu hari tiga jam kami rencana berlakukan dan hanya 50 persen saja. Sisanya daring dan terus bergilir," terangnya.

Sementara itu Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Ridwan Mubarun menyampaikan, PTM satu sesi punya tujuan yang baik demi mengurangi mobilitas di tengah peningkatan kasus aktif di Surabaya. Sehingga Warga bisa mengurangi keluar rumah.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Ridwan mengatakan, PTM satu sesi adalah bagian dari evaluasi yang selama ini dilakukan di tengah naiknya kasus baru varian Omicron. Apalagi varian Omicron disebut lebih cepat menular.

"Evaluasi tetap dilakukan dengan mengubah pola PTM. Untuk mengantisipasi kenaikan kasus baru," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.