Jumat, 05 Jun 2026 08:17 WIB

Kasus Covid-19 Meningkat, Sekolah Tatap Muka di Surabaya Dirubah 50 Persen

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 03 Feb 2022 00:50 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Pemkot Surabaya akan mengevaluasi pembelajaran tatap muka (PTM) lantaran naiknya kasus Covid-19. Berdasarkan data lawancovid-19 Rabu (2/2/2022) kasus positif terpapar covid-19 sebanyak 587 orang.

Dengan bertambahnya kasus Covid-19 itu, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, akan memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara bergantian dengan sistem sehari masuk dan sehari libur

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Eri mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan kepada Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya untuk menghentikan terlebih dahulu PTM 100 persen, nantinya sistem PTM 100 persen akan diganti menjadi 50 persen perharinya.

"Saya buat satu hari masuk satu hari libur. Jadi 50 persen pembatasannya setiap PTM," kata Eri, Rabu (2/2/2022).

Skema PTM tersebut mulai diberlakukan di Minggu ini. Namun pihaknya membutuhkan sosialisasi terlebih dahulu kepada sekolah yang menjalani PTM 100 persen saat ini.

"InsyAllah secapatnya. Tapi kami minta ke Dispendik untuk segera sosialisasi ke kepala sekolah, apakah mulai besok atau lusa," tegasnya.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Selain itu, PTM akan berlangsung tiga jam setiap harinya, hal ini untuk mengantisipasi agar para siswa tidak terlalu lama berkerumun di dalam kelas.

"Satu hari tiga jam kami rencana berlakukan dan hanya 50 persen saja. Sisanya daring dan terus bergilir," terangnya.

Sementara itu Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Ridwan Mubarun menyampaikan, PTM satu sesi punya tujuan yang baik demi mengurangi mobilitas di tengah peningkatan kasus aktif di Surabaya. Sehingga Warga bisa mengurangi keluar rumah.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Ridwan mengatakan, PTM satu sesi adalah bagian dari evaluasi yang selama ini dilakukan di tengah naiknya kasus baru varian Omicron. Apalagi varian Omicron disebut lebih cepat menular.

"Evaluasi tetap dilakukan dengan mengubah pola PTM. Untuk mengantisipasi kenaikan kasus baru," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.