Jumat, 04 Sep 2026 15:14 WIB

Kasus Covid-19 Meningkat, Sekolah Tatap Muka di Surabaya Dirubah 50 Persen

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 03 Feb 2022 00:50 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Pemkot Surabaya akan mengevaluasi pembelajaran tatap muka (PTM) lantaran naiknya kasus Covid-19. Berdasarkan data lawancovid-19 Rabu (2/2/2022) kasus positif terpapar covid-19 sebanyak 587 orang.

Dengan bertambahnya kasus Covid-19 itu, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, akan memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara bergantian dengan sistem sehari masuk dan sehari libur

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Eri mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan kepada Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya untuk menghentikan terlebih dahulu PTM 100 persen, nantinya sistem PTM 100 persen akan diganti menjadi 50 persen perharinya.

"Saya buat satu hari masuk satu hari libur. Jadi 50 persen pembatasannya setiap PTM," kata Eri, Rabu (2/2/2022).

Skema PTM tersebut mulai diberlakukan di Minggu ini. Namun pihaknya membutuhkan sosialisasi terlebih dahulu kepada sekolah yang menjalani PTM 100 persen saat ini.

"InsyAllah secapatnya. Tapi kami minta ke Dispendik untuk segera sosialisasi ke kepala sekolah, apakah mulai besok atau lusa," tegasnya.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Selain itu, PTM akan berlangsung tiga jam setiap harinya, hal ini untuk mengantisipasi agar para siswa tidak terlalu lama berkerumun di dalam kelas.

"Satu hari tiga jam kami rencana berlakukan dan hanya 50 persen saja. Sisanya daring dan terus bergilir," terangnya.

Sementara itu Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Ridwan Mubarun menyampaikan, PTM satu sesi punya tujuan yang baik demi mengurangi mobilitas di tengah peningkatan kasus aktif di Surabaya. Sehingga Warga bisa mengurangi keluar rumah.

Baca Juga: Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Ridwan mengatakan, PTM satu sesi adalah bagian dari evaluasi yang selama ini dilakukan di tengah naiknya kasus baru varian Omicron. Apalagi varian Omicron disebut lebih cepat menular.

"Evaluasi tetap dilakukan dengan mengubah pola PTM. Untuk mengantisipasi kenaikan kasus baru," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.