Senin, 19 Okt 2026 21:41 WIB

Kasus Covid-19 Meningkat, Sekolah Tatap Muka di Surabaya Dirubah 50 Persen

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 03 Feb 2022 00:50 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Pemkot Surabaya akan mengevaluasi pembelajaran tatap muka (PTM) lantaran naiknya kasus Covid-19. Berdasarkan data lawancovid-19 Rabu (2/2/2022) kasus positif terpapar covid-19 sebanyak 587 orang.

Dengan bertambahnya kasus Covid-19 itu, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, akan memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara bergantian dengan sistem sehari masuk dan sehari libur

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Eri mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan kepada Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya untuk menghentikan terlebih dahulu PTM 100 persen, nantinya sistem PTM 100 persen akan diganti menjadi 50 persen perharinya.

"Saya buat satu hari masuk satu hari libur. Jadi 50 persen pembatasannya setiap PTM," kata Eri, Rabu (2/2/2022).

Skema PTM tersebut mulai diberlakukan di Minggu ini. Namun pihaknya membutuhkan sosialisasi terlebih dahulu kepada sekolah yang menjalani PTM 100 persen saat ini.

"InsyAllah secapatnya. Tapi kami minta ke Dispendik untuk segera sosialisasi ke kepala sekolah, apakah mulai besok atau lusa," tegasnya.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Selain itu, PTM akan berlangsung tiga jam setiap harinya, hal ini untuk mengantisipasi agar para siswa tidak terlalu lama berkerumun di dalam kelas.

"Satu hari tiga jam kami rencana berlakukan dan hanya 50 persen saja. Sisanya daring dan terus bergilir," terangnya.

Sementara itu Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Ridwan Mubarun menyampaikan, PTM satu sesi punya tujuan yang baik demi mengurangi mobilitas di tengah peningkatan kasus aktif di Surabaya. Sehingga Warga bisa mengurangi keluar rumah.

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Ridwan mengatakan, PTM satu sesi adalah bagian dari evaluasi yang selama ini dilakukan di tengah naiknya kasus baru varian Omicron. Apalagi varian Omicron disebut lebih cepat menular.

"Evaluasi tetap dilakukan dengan mengubah pola PTM. Untuk mengantisipasi kenaikan kasus baru," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.

SIER Unjuk Gigi di SPARK 2026 Malaysia, Buka Peluang Investasi Global ke Jawa Timur

Momen ini, SIER memboyong dua kawasan industri unggulannya, yakni kawasan SIER di Surabaya dan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) di Kabupaten Pasuruan.