Selasa, 21 Jul 2026 01:53 WIB

Kasus Covid-19 Meningkat, Sekolah Tatap Muka di Surabaya Dirubah 50 Persen

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 03 Feb 2022 00:50 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Pemkot Surabaya akan mengevaluasi pembelajaran tatap muka (PTM) lantaran naiknya kasus Covid-19. Berdasarkan data lawancovid-19 Rabu (2/2/2022) kasus positif terpapar covid-19 sebanyak 587 orang.

Dengan bertambahnya kasus Covid-19 itu, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, akan memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara bergantian dengan sistem sehari masuk dan sehari libur

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Eri mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan kepada Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya untuk menghentikan terlebih dahulu PTM 100 persen, nantinya sistem PTM 100 persen akan diganti menjadi 50 persen perharinya.

"Saya buat satu hari masuk satu hari libur. Jadi 50 persen pembatasannya setiap PTM," kata Eri, Rabu (2/2/2022).

Skema PTM tersebut mulai diberlakukan di Minggu ini. Namun pihaknya membutuhkan sosialisasi terlebih dahulu kepada sekolah yang menjalani PTM 100 persen saat ini.

"InsyAllah secapatnya. Tapi kami minta ke Dispendik untuk segera sosialisasi ke kepala sekolah, apakah mulai besok atau lusa," tegasnya.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

Selain itu, PTM akan berlangsung tiga jam setiap harinya, hal ini untuk mengantisipasi agar para siswa tidak terlalu lama berkerumun di dalam kelas.

"Satu hari tiga jam kami rencana berlakukan dan hanya 50 persen saja. Sisanya daring dan terus bergilir," terangnya.

Sementara itu Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Ridwan Mubarun menyampaikan, PTM satu sesi punya tujuan yang baik demi mengurangi mobilitas di tengah peningkatan kasus aktif di Surabaya. Sehingga Warga bisa mengurangi keluar rumah.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Ridwan mengatakan, PTM satu sesi adalah bagian dari evaluasi yang selama ini dilakukan di tengah naiknya kasus baru varian Omicron. Apalagi varian Omicron disebut lebih cepat menular.

"Evaluasi tetap dilakukan dengan mengubah pola PTM. Untuk mengantisipasi kenaikan kasus baru," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.