Rabu, 04 Feb 2026 20:50 WIB

Sempat Terganggu Pasca Insiden RTG, Layanan TPK Bitung Kembali Normal

Pelindo
Pelindo

selalu.id – PT Pelindo Terminal Petikemas menyatakan bahwa layanan di Terminal Peti Kemas (TPK) Bitung kembali normal sejak awal Juli 2025 setelah sempat terdampak insiden gangguan alat bongkar muat jenis rubber tyred gantry (RTG) pada 21 Mei lalu.

 

Baca Juga: Sengketa Lahan Kakek Wawan vs Pelindo Ramai, DPRD Surabaya Minta Publik Tak Seret MBG

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, menjelaskan perusahaan melakukan sejumlah langkah percepatan untuk memulihkan kinerja operasional, termasuk pengiriman alat bantu bongkar muat dari terminal lain.

 

“Satu unit reach stacker baru akan tiba akhir Juli 2025. Kemudian dua unit RTG dan empat unit head truck dari TPK New Makassar direncanakan tiba pada minggu kedua Agustus 2025,” ujar Widyaswendra, Rabu (9/7/2025).

 

Selain mendatangkan alat baru, Pelindo Terminal Petikemas juga mengirim tim teknis dari beberapa daerah untuk membantu perbaikan peralatan dan memastikan kesiapan quay container crane (QCC) di TPK Bitung.

 

Dalam jangka panjang, perusahaan juga mempercepat pengadaan dua unit RTG baru yang ditargetkan tiba pada 2026.

 

Widyaswendra menyebut, antrean kapal yang sempat terjadi kini telah teratasi. Per Juli 2025, tidak ada lagi antrean kapal, dan kinerja receiving serta delivery telah sesuai dengan standar layanan.

 

Baca Juga: Arus Peti Kemas Tembus 13,34 Juta TEUs, Tumbuh 6,87 Persen

TPK Bitung mencatat pertumbuhan arus peti kemas sebesar 16,58 persen pada Januari–Mei 2025 dibandingkan periode yang sama pada 2024. Hingga Mei 2025, tercatat 118.000 TEUs peti kemas telah dilayani, naik dari 101.000 TEUs pada 2024.

 

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Bitung, Yefri Meidison, mengatakan pihaknya terus memantau operasional TPK Bitung. Ia menekankan perlunya percepatan penanganan kendala teknis agar operasional tetap optimal.

 

“Kinerja bongkar muat harus segera ditingkatkan, terlebih arus peti kemas juga meningkat,” kata Yefri.

 

Baca Juga: Naik 3 Persen, Pelindo Regional 3 Layani 373 Ribu Penumpang Nataru 2025/2026

Yefri menyebut, sempat terjadi penurunan kinerja. Misalnya pada kapal Meratus Wakatobi yang tiba 12 Juni 2025, proses bongkar muat berlangsung selama 56,9 jam, jauh di atas target port stay 27 jam. Rata-rata port stay kapal selama Mei–Juni tercatat mencapai 49 jam.

 

Namun, perbaikan mulai terlihat pada kapal Meratus Wakatobi dan Meratus Medan 1. Keduanya mencatatkan waktu bongkar muat masing-masing 27 jam dan 25 jam, dengan produktivitas 28 dan 20 boks per jam.

 

“Kami harap kinerja kapal lainnya juga bisa sesuai target. Perbaikan TPK Bitung harus dilakukan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Daftar Makanan yang Wajib Dihindari saat Musim Hujan, Berikut Risikonya

Masyarakat disarankan untuk tidak sembarangan dalam hal memilih makanan yang akan dikonsumsi saat musim hujan.

Kejati Jatim Tahan Direktur PT BJS dalam Kasus Korupsi Dana Pendidikan

Perbuatan tersangka bersama-sama dengan tersangka lain mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp157 miliar.

OTT KPK Hari Ini: Satu di Banjarmasin, Satunya Bea Cukai Jakarta

Dari kedua kasus tersebut, KPK belum merincikan siapa saja pihak yang diamankan dan detail konstruksi perkara. 

Kantor Bea Cukai Pusat Digeledah KPK, Rangkaian OTT?

Budi menegaskan Bea Cukai berkomitmen untuk bersikap kooperatif dan menghormati proses yang berlangsung.

626 Petugas Haji Surabaya Siap Layani 42 Ribu Jemaah di Jatim

Diklat yang digelar selama 10 hari penuh ini merupakan perubahan signifikan dari pembekalan sebelumnya yang hanya berupa bimbingan teknis (bimtek).

Besok, Gubernur Jatim Khofifah Akan Jadi Saksi di Sidang Kasus Dana Hibah

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, kehadiran Khofifah diperlukan untuk memberikan keterangan terkait pelaksanaan program hibah yang menjadi perkara.