Sempat Terganggu Pasca Insiden RTG, Layanan TPK Bitung Kembali Normal
- Penulis : Dony Maulana
- | Kamis, 10 Jul 2025 15:43 WIB
selalu.id – PT Pelindo Terminal Petikemas menyatakan bahwa layanan di Terminal Peti Kemas (TPK) Bitung kembali normal sejak awal Juli 2025 setelah sempat terdampak insiden gangguan alat bongkar muat jenis rubber tyred gantry (RTG) pada 21 Mei lalu.
Baca Juga: Arus Peti Kemas Internasional Tumbuh 11 Persen, Sinyal Kuat Pemulihan Ekonomi Nasional
Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, menjelaskan perusahaan melakukan sejumlah langkah percepatan untuk memulihkan kinerja operasional, termasuk pengiriman alat bantu bongkar muat dari terminal lain.
“Satu unit reach stacker baru akan tiba akhir Juli 2025. Kemudian dua unit RTG dan empat unit head truck dari TPK New Makassar direncanakan tiba pada minggu kedua Agustus 2025,” ujar Widyaswendra, Rabu (9/7/2025).
Selain mendatangkan alat baru, Pelindo Terminal Petikemas juga mengirim tim teknis dari beberapa daerah untuk membantu perbaikan peralatan dan memastikan kesiapan quay container crane (QCC) di TPK Bitung.
Dalam jangka panjang, perusahaan juga mempercepat pengadaan dua unit RTG baru yang ditargetkan tiba pada 2026.
Widyaswendra menyebut, antrean kapal yang sempat terjadi kini telah teratasi. Per Juli 2025, tidak ada lagi antrean kapal, dan kinerja receiving serta delivery telah sesuai dengan standar layanan.
Baca Juga: Jaga Kesehatan Hewan Kurban Jelang Iduladha, Begini Kolaborasi SPTP dan Pemkot Surabaya
TPK Bitung mencatat pertumbuhan arus peti kemas sebesar 16,58 persen pada Januari–Mei 2025 dibandingkan periode yang sama pada 2024. Hingga Mei 2025, tercatat 118.000 TEUs peti kemas telah dilayani, naik dari 101.000 TEUs pada 2024.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Bitung, Yefri Meidison, mengatakan pihaknya terus memantau operasional TPK Bitung. Ia menekankan perlunya percepatan penanganan kendala teknis agar operasional tetap optimal.
“Kinerja bongkar muat harus segera ditingkatkan, terlebih arus peti kemas juga meningkat,” kata Yefri.
Baca Juga: PDS Hadir di Dua Kampus Vokasi Jawa Timur, Bagikan Tips Arungi Dunia Kerja
Yefri menyebut, sempat terjadi penurunan kinerja. Misalnya pada kapal Meratus Wakatobi yang tiba 12 Juni 2025, proses bongkar muat berlangsung selama 56,9 jam, jauh di atas target port stay 27 jam. Rata-rata port stay kapal selama Mei–Juni tercatat mencapai 49 jam.
Namun, perbaikan mulai terlihat pada kapal Meratus Wakatobi dan Meratus Medan 1. Keduanya mencatatkan waktu bongkar muat masing-masing 27 jam dan 25 jam, dengan produktivitas 28 dan 20 boks per jam.
“Kami harap kinerja kapal lainnya juga bisa sesuai target. Perbaikan TPK Bitung harus dilakukan secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Editor : Ading
URL : https://selalu.id/news-10310-sempat-terganggu-pasca-insiden-rtg-layanan-tpk-bitung-kembali-normal
