Rabu, 22 Jul 2026 03:26 WIB

TPS Uji Coba Sistem Booking Truk, Targetkan Efisiensi Logistik Pelabuhan

Direktur Operasi TPS, Noor Budiwan,
Direktur Operasi TPS, Noor Budiwan,

selalu.id – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak perusahaan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), mulai mengujicobakan sistem Terminal Booking System (TBS) pada Senin (7/7/2025). Sistem ini diterapkan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan distribusi logistik di Pelabuhan Tanjung Perak.

Sosialisasi sistem dilakukan pada Kamis (3/7) kepada para pengguna jasa dan asosiasi seperti ALFI, GPEI, GINSI, ORGANDA, APTRINDO, dan LOGINDO.

Baca Juga: Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

TBS merupakan sistem penjadwalan kedatangan truk berdasarkan time slot dengan durasi 4 jam. Sistem ini bertujuan mengurangi kepadatan truk pada jam sibuk (16.00–24.00 WIB) dan memangkas Truck Round Time (TRT), yaitu waktu truk dari masuk hingga keluar terminal. Pengurangan TRT diharapkan berdampak langsung pada efisiensi biaya logistik nasional.

Selama masa uji coba, TPS menyediakan layanan helpdesk 24 jam melalui telepon (031) 320 2020 dan email [email protected] untuk menangani kendala teknis dan operasional.

Kepala Bidang Lalu Lintas, Angkutan Laut dan Kepelabuhanan KSOP Utama Tanjung Perak, Nanang Afandi, menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi TBS dan mendorong pelaku usaha logistik beradaptasi dengan sistem tersebut.

Baca Juga: Perkuat Budaya K3, Pelindo Terminal Petikemas Gelar Ngobras  

Direktur Operasi TPS, Noor Budiwan, menyebut sistem ini sebagai bagian dari konsep terminal modern TPS.

“Sistem ini diharapkan dapat menciptakan ritme layanan yang lebih terencana dan terukur, sehingga meningkatkan kecepatan layanan dan kenyamanan pengguna jasa,” ujarnya kepada selalu.id, Senin (7/7/2025).

Ketua DPW ALFI Jawa Timur, Sebastian Wibisono, menyatakan dukungan terhadap TBS karena dinilai mampu meningkatkan efisiensi dan kecepatan layanan logistik. Ketua DPC APTRINDO Surabaya, Wayan Sumadita, dan Ketua Klub LOGINDO Jatim, Christin Adni Susilowati, juga menyambut positif implementasi ini sebagai langkah strategis bagi pelaku usaha angkutan barang.

Baca Juga: Perkuat Daya Saing Global, PT Terminal Petikemas Surabaya Dukung Logistik Multimoda dan Transhipment

Sepanjang tahun 2024, TPS mencatat arus peti kemas sebesar 1.584.774 TEUs, dan pada semester I 2025 mencapai 768.518 TEUs. TPS juga mempertahankan dominasinya di pasar internasional dengan pangsa pasar 83 persen di Pelabuhan Tanjung Perak.

Dengan implementasi TBS, TPS berharap dapat terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat posisinya sebagai operator terminal peti kemas terkemuka di Indonesia.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.