Jumat, 05 Jun 2026 10:56 WIB

TPS Uji Coba Sistem Booking Truk, Targetkan Efisiensi Logistik Pelabuhan

Direktur Operasi TPS, Noor Budiwan,
Direktur Operasi TPS, Noor Budiwan,

selalu.id – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak perusahaan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), mulai mengujicobakan sistem Terminal Booking System (TBS) pada Senin (7/7/2025). Sistem ini diterapkan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan distribusi logistik di Pelabuhan Tanjung Perak.

Sosialisasi sistem dilakukan pada Kamis (3/7) kepada para pengguna jasa dan asosiasi seperti ALFI, GPEI, GINSI, ORGANDA, APTRINDO, dan LOGINDO.

Baca Juga: Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

TBS merupakan sistem penjadwalan kedatangan truk berdasarkan time slot dengan durasi 4 jam. Sistem ini bertujuan mengurangi kepadatan truk pada jam sibuk (16.00–24.00 WIB) dan memangkas Truck Round Time (TRT), yaitu waktu truk dari masuk hingga keluar terminal. Pengurangan TRT diharapkan berdampak langsung pada efisiensi biaya logistik nasional.

Selama masa uji coba, TPS menyediakan layanan helpdesk 24 jam melalui telepon (031) 320 2020 dan email [email protected] untuk menangani kendala teknis dan operasional.

Kepala Bidang Lalu Lintas, Angkutan Laut dan Kepelabuhanan KSOP Utama Tanjung Perak, Nanang Afandi, menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi TBS dan mendorong pelaku usaha logistik beradaptasi dengan sistem tersebut.

Baca Juga: Kinerja Arus Terminal Petikemas Surabaya Catatkan Tren Positif, Berikut Rinciannya

Direktur Operasi TPS, Noor Budiwan, menyebut sistem ini sebagai bagian dari konsep terminal modern TPS.

“Sistem ini diharapkan dapat menciptakan ritme layanan yang lebih terencana dan terukur, sehingga meningkatkan kecepatan layanan dan kenyamanan pengguna jasa,” ujarnya kepada selalu.id, Senin (7/7/2025).

Ketua DPW ALFI Jawa Timur, Sebastian Wibisono, menyatakan dukungan terhadap TBS karena dinilai mampu meningkatkan efisiensi dan kecepatan layanan logistik. Ketua DPC APTRINDO Surabaya, Wayan Sumadita, dan Ketua Klub LOGINDO Jatim, Christin Adni Susilowati, juga menyambut positif implementasi ini sebagai langkah strategis bagi pelaku usaha angkutan barang.

Baca Juga: Sinergi hingga Komunikasi, Strategi TPS dalam Pastikan Kebermanfaatan Berkelanjutan

Sepanjang tahun 2024, TPS mencatat arus peti kemas sebesar 1.584.774 TEUs, dan pada semester I 2025 mencapai 768.518 TEUs. TPS juga mempertahankan dominasinya di pasar internasional dengan pangsa pasar 83 persen di Pelabuhan Tanjung Perak.

Dengan implementasi TBS, TPS berharap dapat terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat posisinya sebagai operator terminal peti kemas terkemuka di Indonesia.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peristiwa Tak Terduga, Siapkan Mental dan Hati-hati

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini diulas lengkap, banyak kejutan.

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.