Selasa, 03 Feb 2026 23:07 WIB

TPS Uji Coba Sistem Booking Truk, Targetkan Efisiensi Logistik Pelabuhan

Direktur Operasi TPS, Noor Budiwan,
Direktur Operasi TPS, Noor Budiwan,

selalu.id – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak perusahaan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), mulai mengujicobakan sistem Terminal Booking System (TBS) pada Senin (7/7/2025). Sistem ini diterapkan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan distribusi logistik di Pelabuhan Tanjung Perak.

Sosialisasi sistem dilakukan pada Kamis (3/7) kepada para pengguna jasa dan asosiasi seperti ALFI, GPEI, GINSI, ORGANDA, APTRINDO, dan LOGINDO.

Baca Juga: Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

TBS merupakan sistem penjadwalan kedatangan truk berdasarkan time slot dengan durasi 4 jam. Sistem ini bertujuan mengurangi kepadatan truk pada jam sibuk (16.00–24.00 WIB) dan memangkas Truck Round Time (TRT), yaitu waktu truk dari masuk hingga keluar terminal. Pengurangan TRT diharapkan berdampak langsung pada efisiensi biaya logistik nasional.

Selama masa uji coba, TPS menyediakan layanan helpdesk 24 jam melalui telepon (031) 320 2020 dan email [email protected] untuk menangani kendala teknis dan operasional.

Kepala Bidang Lalu Lintas, Angkutan Laut dan Kepelabuhanan KSOP Utama Tanjung Perak, Nanang Afandi, menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi TBS dan mendorong pelaku usaha logistik beradaptasi dengan sistem tersebut.

Baca Juga: Pelindo Terminal Petikemas Gelar Pelatihan BLS untuk 30 Peserta di Surabaya

Direktur Operasi TPS, Noor Budiwan, menyebut sistem ini sebagai bagian dari konsep terminal modern TPS.

“Sistem ini diharapkan dapat menciptakan ritme layanan yang lebih terencana dan terukur, sehingga meningkatkan kecepatan layanan dan kenyamanan pengguna jasa,” ujarnya kepada selalu.id, Senin (7/7/2025).

Ketua DPW ALFI Jawa Timur, Sebastian Wibisono, menyatakan dukungan terhadap TBS karena dinilai mampu meningkatkan efisiensi dan kecepatan layanan logistik. Ketua DPC APTRINDO Surabaya, Wayan Sumadita, dan Ketua Klub LOGINDO Jatim, Christin Adni Susilowati, juga menyambut positif implementasi ini sebagai langkah strategis bagi pelaku usaha angkutan barang.

Baca Juga: TPS Surabaya Dukung Pemberdayaan Petani Mangrove Lewat Program Restorasi Pesisir

Sepanjang tahun 2024, TPS mencatat arus peti kemas sebesar 1.584.774 TEUs, dan pada semester I 2025 mencapai 768.518 TEUs. TPS juga mempertahankan dominasinya di pasar internasional dengan pangsa pasar 83 persen di Pelabuhan Tanjung Perak.

Dengan implementasi TBS, TPS berharap dapat terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat posisinya sebagai operator terminal peti kemas terkemuka di Indonesia.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.