Rabu, 22 Jul 2026 05:54 WIB

Jalin Kerja Sama dengan UNUSA, Pelindo Petikemas Siapkan Juru Sembelih Halal

selalu.id – Menyambut Iduladha 1446 H tahun 2025, PT Pelindo Terminal Petikemas menyiapkan 30 juru sembelih halal bersertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Program ini merupakan hasil kerja sama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), guna memastikan proses penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam dan standar teknis yang berlaku.

 

Baca Juga: Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, menyebutkan bahwa pelatihan ini untuk pertama kalinya dilakukan di wilayah Surabaya, dan akan diperluas ke area operasional lain di seluruh Indonesia.

 

“Juru sembelih halal—atau kami sebut Juleha—tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga menyangkut keselamatan, kesehatan, kebersihan, sanitasi, serta koordinasi pelaksanaan kurban,” jelas Widyaswendra, Kamis (5/6).

 

Selain menyiapkan Juleha, perusahaan juga mendistribusikan 109 ekor sapi dan 109 ekor kambing kepada masyarakat melalui masjid dan lembaga keagamaan di sekitar wilayah operasional.

 

Rektor UNUSA, Achmad Jazidie, mengungkapkan bahwa para peserta berasal dari sejumlah pesantren di Surabaya dan sekitarnya. Mereka mengikuti pelatihan teori dan praktik, serta diuji oleh asesor bersertifikat BNSP sebelum dinyatakan kompeten.

Baca Juga: Pelindo Siap Dukung Pembukaan Jalur Penyeberangan Celukan Bawang–Jangkar

 

“Materi disampaikan oleh para ahli, baik dari sisi syariat maupun aspek teknis penyembelihan,” kata Jazidie.

 

Ia menambahkan, untuk memperoleh sertifikasi BNSP, seorang Juleha harus menguasai 13 unit kompetensi yang terbagi dalam dua kategori: pengembangan profesionalitas dan pengelolaan penyembelihan.

 

Baca Juga: Raih Nilai Tertinggi Nasional, TUKS Petrokimia Gresik Pimpin Revolusi Pelabuhan Hijau 2026

Kategori pertama mencakup tujuh kompetensi: menjalankan ibadah wajib, memenuhi syariat Islam, menerapkan K3, komunikasi efektif, koordinasi kerja, higiene sanitasi, dan kesejahteraan hewan. Sementara kategori kedua meliputi enam kompetensi teknis: persiapan alat, pemeriksaan fisik hewan, penetapan kesiapan hewan, teknik penyembelihan, pemeriksaan proses penyembelihan, dan verifikasi kematian hewan.

 

“Seluruh peserta harus lulus uji kompetensi oleh asesor bersertifikat sebelum memperoleh pengakuan resmi sebagai juru sembelih halal,” pungkas Jazidie.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.