Minggu, 20 Sep 2026 18:00 WIB

Jalin Kerja Sama dengan UNUSA, Pelindo Petikemas Siapkan Juru Sembelih Halal

selalu.id – Menyambut Iduladha 1446 H tahun 2025, PT Pelindo Terminal Petikemas menyiapkan 30 juru sembelih halal bersertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Program ini merupakan hasil kerja sama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), guna memastikan proses penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam dan standar teknis yang berlaku.

 

Baca Juga: KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Pelindo Buka Posko 24 Jam di Tanjung Perak

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, menyebutkan bahwa pelatihan ini untuk pertama kalinya dilakukan di wilayah Surabaya, dan akan diperluas ke area operasional lain di seluruh Indonesia.

 

“Juru sembelih halal—atau kami sebut Juleha—tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga menyangkut keselamatan, kesehatan, kebersihan, sanitasi, serta koordinasi pelaksanaan kurban,” jelas Widyaswendra, Kamis (5/6).

 

Selain menyiapkan Juleha, perusahaan juga mendistribusikan 109 ekor sapi dan 109 ekor kambing kepada masyarakat melalui masjid dan lembaga keagamaan di sekitar wilayah operasional.

 

Rektor UNUSA, Achmad Jazidie, mengungkapkan bahwa para peserta berasal dari sejumlah pesantren di Surabaya dan sekitarnya. Mereka mengikuti pelatihan teori dan praktik, serta diuji oleh asesor bersertifikat BNSP sebelum dinyatakan kompeten.

Baca Juga: Wujudkan Target Zero Fatality, PDS Gembleng 145 Personel Pengamanan Surabaya

 

“Materi disampaikan oleh para ahli, baik dari sisi syariat maupun aspek teknis penyembelihan,” kata Jazidie.

 

Ia menambahkan, untuk memperoleh sertifikasi BNSP, seorang Juleha harus menguasai 13 unit kompetensi yang terbagi dalam dua kategori: pengembangan profesionalitas dan pengelolaan penyembelihan.

 

Baca Juga: Aksi GM Pelindo Maumere Terjun ke Laut untuk Selamatkan Penumpang

Kategori pertama mencakup tujuh kompetensi: menjalankan ibadah wajib, memenuhi syariat Islam, menerapkan K3, komunikasi efektif, koordinasi kerja, higiene sanitasi, dan kesejahteraan hewan. Sementara kategori kedua meliputi enam kompetensi teknis: persiapan alat, pemeriksaan fisik hewan, penetapan kesiapan hewan, teknik penyembelihan, pemeriksaan proses penyembelihan, dan verifikasi kematian hewan.

 

“Seluruh peserta harus lulus uji kompetensi oleh asesor bersertifikat sebelum memperoleh pengakuan resmi sebagai juru sembelih halal,” pungkas Jazidie.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

5 Kios di Jemur Andayani Surabaya Ludes Terbakar, Ini Dugaan Penyebabya

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Kasus kebakaran tersebut kini telah ditangani oleh pihak berwenang setempat.

Potret CFD di Desa Durung Bedug Sidoarjo yang Kini jadi Wadah Roda Ekonomi Warga

Membentang sepanjang 900 meter hingga satu kilometer, kawasan ini dirancang menjadi ruang publik terpadu untuk olahraga dan perputaran ekonomi warga.

Cara Dishub Cegah Jukir Liar di Surabaya, Hasilnya juga Merata

Transparansi jadi salah satu tujuan digitalisasi parkir di Surabaya. Sistem itu tidak hanya berkaitan dengan cara pembayaran, tetapi juga pengawasan transaksi.

Kecelakaan di Tol Surabaya-Mojokerto: Sopir Truk Alpukat Tewas Penumpang Luka Berat

Korban meninggal dan luka dievakuasi ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo.

Pengukuhan dan Muskercab I, PC GP Ansor Kraksaan Minta Pengurus Eksis dan Ayomi Masyarakat

Rahman juga berpesan agar seluruh anggota tidak menyalahi aturan dan koridor yang telah di tentukan sebagai anggota PC GP Ansor Kraksaan.

Proyek Drainase Kelurahan Ancam Pasokan Air Bersih di Surabaya

DPRD Surabaya meminta Pemkot Surabaya memperkuat koordinasi antara kontraktor, kecamatan, kelurahan, dan PDAM Surya Sembada.