Senin, 07 Sep 2026 01:39 WIB

Dituding Penipu Saat Sidak Penahanan Ijazah, Begini Sikap Armuji

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 11 Apr 2025 13:15 WIB
Wawali Armuji
Wawali Armuji

selalu.id - Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menyatakan siap menghadapi proses hukum usai dilaporkan ke Polda Jawa Timur oleh Han Juwadiana, perwakilan dari PT Sentosasil. Laporan tersebut muncul setelah Armuji melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke perusahaan yang diduga menahan ijazah karyawannya, Kamis (10/4/2025).

 

Baca Juga: Di Bulan Bung Karno, Armuji Tantang Kader Gen Z PDIP Surabaya jadi Anggota Dewan

Dalam video pernyataannya, Armuji menjelaskan bahwa sidak dilakukan menindaklanjuti laporan warga yang mengaku ijazahnya ditahan setelah mengundurkan diri dari perusahaan.

 

“Saya datang baik-baik, tapi justru mendapat respons kasar, bahkan disebut penipu. Padahal saya hanya ingin membela warga yang ijazahnya ditahan,” ujar Armuji.

 

Ia menilai tindakan menahan ijazah karyawan yang ingin mencari pekerjaan baru bertentangan dengan kebijakan pemerintah, yang bahkan telah melarang sekolah menahan ijazah siswa karena alasan tunggakan biaya.

 

“Masa ada anak muda mau cari kerja, ijazahnya ditahan setelah tiga tahun kuliah? Ini jelas menyalahi aturan,” tambahnya.

 

Armuji mengaku akan kooperatif bila dipanggil pihak kepolisian dan meminta publik menyikapi kasus ini secara objektif.

 

“Terima kasih kepada Han Juwadiana yang telah melaporkan saya. Jika dipanggil, saya akan hadir dan menjelaskan semuanya. Yang saya lakukan ini untuk membela masyarakat kecil,” katanya.

 

Insiden terjadi saat Armuji mendatangi PT Sentosasil. Pihak perusahaan menolak membuka pintu dan menyambutnya dengan tudingan sebagai penipu, sebagaimana terekam dalam video yang diunggah Armuji.

Baca Juga: Stunting Surabaya Diklaim Tinggal 0,59 Persen, Armuji Tetap Minta Maaf ke Warga

 

“Saya Armuji, Wakil Wali Kota Surabaya. Tolong dibukakan pintunya, saya ingin bicara baik-baik,” kata Armuji dalam dokumentasi sidak.

 

Namun, seseorang yang diduga pemilik perusahaan justru menolak berdialog dan menyebut Armuji sebagai penipu.

 

“Sampean penipu, saya gak kenal sampean. Penipu!” ucap pihak perusahaan dalam video tersebut.

 

Baca Juga: Kasus Keracunan MBG, Ini Cerita Siswa Saat Menyantap Daging Krengsengan

Armuji menyebut respons tertutup ini mengindikasikan adanya kejanggalan. Ia bahkan menduga perusahaan menutup diri dari pengawasan lembaga resmi.

 

“Setiap kali ada pemeriksaan dari pihak kelurahan atau pemerintah, mereka selalu tertutup. Jangan-jangan ini kayak sarang narkoba. Tapi saya tetap datang dengan cara baik,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, persoalan ini harus menjadi perhatian aparat dan publik demi perlindungan hak-hak dasar pekerja.

 

“Ini bukan soal saya dituding. Ini soal bagaimana perusahaan memperlakukan masyarakat kecil,” tegas Armuji.

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.