Jumat, 23 Okt 2026 10:11 WIB

Dituding Penipu Saat Sidak Penahanan Ijazah, Begini Sikap Armuji

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 11 Apr 2025 13:15 WIB
Wawali Armuji
Wawali Armuji

selalu.id - Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menyatakan siap menghadapi proses hukum usai dilaporkan ke Polda Jawa Timur oleh Han Juwadiana, perwakilan dari PT Sentosasil. Laporan tersebut muncul setelah Armuji melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke perusahaan yang diduga menahan ijazah karyawannya, Kamis (10/4/2025).

 

Baca Juga: DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Dalam video pernyataannya, Armuji menjelaskan bahwa sidak dilakukan menindaklanjuti laporan warga yang mengaku ijazahnya ditahan setelah mengundurkan diri dari perusahaan.

 

“Saya datang baik-baik, tapi justru mendapat respons kasar, bahkan disebut penipu. Padahal saya hanya ingin membela warga yang ijazahnya ditahan,” ujar Armuji.

 

Ia menilai tindakan menahan ijazah karyawan yang ingin mencari pekerjaan baru bertentangan dengan kebijakan pemerintah, yang bahkan telah melarang sekolah menahan ijazah siswa karena alasan tunggakan biaya.

 

“Masa ada anak muda mau cari kerja, ijazahnya ditahan setelah tiga tahun kuliah? Ini jelas menyalahi aturan,” tambahnya.

 

Armuji mengaku akan kooperatif bila dipanggil pihak kepolisian dan meminta publik menyikapi kasus ini secara objektif.

 

“Terima kasih kepada Han Juwadiana yang telah melaporkan saya. Jika dipanggil, saya akan hadir dan menjelaskan semuanya. Yang saya lakukan ini untuk membela masyarakat kecil,” katanya.

 

Insiden terjadi saat Armuji mendatangi PT Sentosasil. Pihak perusahaan menolak membuka pintu dan menyambutnya dengan tudingan sebagai penipu, sebagaimana terekam dalam video yang diunggah Armuji.

Baca Juga: Di Bulan Bung Karno, Armuji Tantang Kader Gen Z PDIP Surabaya jadi Anggota Dewan

 

“Saya Armuji, Wakil Wali Kota Surabaya. Tolong dibukakan pintunya, saya ingin bicara baik-baik,” kata Armuji dalam dokumentasi sidak.

 

Namun, seseorang yang diduga pemilik perusahaan justru menolak berdialog dan menyebut Armuji sebagai penipu.

 

“Sampean penipu, saya gak kenal sampean. Penipu!” ucap pihak perusahaan dalam video tersebut.

 

Baca Juga: Stunting Surabaya Diklaim Tinggal 0,59 Persen, Armuji Tetap Minta Maaf ke Warga

Armuji menyebut respons tertutup ini mengindikasikan adanya kejanggalan. Ia bahkan menduga perusahaan menutup diri dari pengawasan lembaga resmi.

 

“Setiap kali ada pemeriksaan dari pihak kelurahan atau pemerintah, mereka selalu tertutup. Jangan-jangan ini kayak sarang narkoba. Tapi saya tetap datang dengan cara baik,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, persoalan ini harus menjadi perhatian aparat dan publik demi perlindungan hak-hak dasar pekerja.

 

“Ini bukan soal saya dituding. Ini soal bagaimana perusahaan memperlakukan masyarakat kecil,” tegas Armuji.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Tiga Pemuda Bobol 2 Sekolah di Mojokerto, Pelaku Diringkus saat Tidur

Aksi pencurian dengan pemberatan itu terjadi di SDN Mlaten Kecamatan Puri dan TK Jabon Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar.

Top 5 Berita: Perampokan Toko Emas di Jember hingga Santri Terganjal Aturan

Artikel peristiwa dan pemerintahan masih banyak dibaca.

Pabrik Daur Ulang Ban Bekas Dekat SPBU di Mojokerto Terbakar

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir cukup besar.

Polda Jatim Amankan 11 Orang Diduga Pembuat Onar saat Demo di Grahadi Surabaya

Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti cairan tiner, minuman keras jenis arak, senjata keling (knuckle), hingga beberapa telepon seluler.

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.