Senin, 29 Jun 2026 00:45 WIB

Kasus Keracunan MBG, Ini Cerita Siswa Saat Menyantap Daging Krengsengan

siswa kelas 4 SD Raden Wijaya  Gibran Pratama yang jadi korban keracunan MBG. Saat memberikan keterangan didampingi Wawali Armuji. (foto: moris/selalu.id)
siswa kelas 4 SD Raden Wijaya Gibran Pratama yang jadi korban keracunan MBG. Saat memberikan keterangan didampingi Wawali Armuji. (foto: moris/selalu.id)

selalu.id - Sejumlah siswa korban keracunan masal Makanan Bergizi Gratis (MBG) di 12 sekolah di Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Genteng, mengeluhkan bumbu daging krengsengan yang rasanya seperti obat. 

Gibran Pratama, siswa kelas 4 SD Raden Wijaya, yang juga menjadi korban keracunan bercerita bahwa menu MBG dibagikan di sekolahnya pada pukul 09.00 WIB. 

Baca Juga: ProGIB Geruduk DPRD Jember: Dukung Program MBG, Minta Koruptor Ditindak Tegas

Katanya, tidak ada yang aneh dari aroma menu MBG yang berisi nasi, tahu, daging krengsengan, wortel dan buncis, serta buah jeruk itu. Hanya saja saat ia memakan potongan daging bumbu krengsengan rasanya pahit. 

“Rasanya pahit, kayak obat. Nggak enak,” kata Gibran saat ditemui selalu.id di kantor SPPG Putra Garam di Jalan Demak Madya, Tembok Dukuh. 

Beberapa menit kemudian, Gibran dan teman-temannya merasa pusing dan mual. Ia tidak menghabiskan makanan gratis dari program Presiden Prabowo itu. 

“Sakit perut sama pusing. Makanannya saya masukan ke tepak, katanya sama ibu sudah dibuang,” tuturnya. 

Gibran bersama empat teman sekelasnya dilarikan ke Puskesmas. Setelah mendapatkan perawatan, ia diperbolehkan pulang. 

Baca Juga: Agak Lain, Ribuan Warga Jember Turun ke Jalan Dukung Program MBG

Sementara itu, Chafi Alida Najla, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Putra Garam Kelurahan Dukuh, Kecamatan Bubutan, mengatakan bahwa dugaan sementara disebabkan dari pengolahan daging. 

“Kalau dagingnya tidak basi. Saat kita terima masih dalam keadaan fresh. Mungkin karena pada saat pengolahannya, karena daging merupakan bahan yang sangat riskan,” terang Chafi. 

Terkait keluhan para siswa yang mengatakan bahwa saat dimakan ada rasa obat pada bumbu daging tersebut, Chafi memastikan pembuatan bumbu sudah sesuai dengan resep. 

Baca Juga: Dinilai Tak Berpihak pada Rakyat, Ketua DPRD Jatim Diminta Mundur dari Jabatannya

Ia juga mengatakan, meskipun menu daging krengsengan tersebut dimasak pada pukul 23:00 WIB, tapi saat dibagikan dan disajikan, masih layak untuk dimakan. “Untuk lebih pastinya nanti kita tunggu hasil pemeriksaan lab saja,” ujarnya. Chafi berjanji, pasca kejadian keracunan massal tersebut pihaknya akan melakukan evaluasi. 

Hal senada diungkapkan Wakil Walikota Surabaya Armuji. “Kita nunggu dari tim kesehatan, jadi dari Puskesmas sudah datang ya toh, dari Provinsi juga sudah datang. Kita tidak bisa menjustifikasi A salah, si B enggak,” ujarnya saat meninjau SPPG Putra Garam.

“Artinya, di gedung ini tadi kita lihat mulai kemasan, kitchen nya, tempat pengolahan, tempat pencucian ompreng secara sudah memenuhi standar semua, memenuhi syarat. Jadi sangat bersih, kita pastikan sangat bersih,” pungkas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bunga Desaku Kembali Bergulir, Gus Fawait Tepis Isu Jember Krisis Anggaran 

Fawait meluruskan berbagai spekulasi terkait vakumnya Program Bunga Desaku selama hampir dua bulan terakhir itu.

Buka Turnamen Sepak Bola Antar RW Sukodono, Subandi Ajak Warga Junjung Sportivitas

  Caption:  selalu.id - Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Sukodono ditandai dengan bergulirnya T

Pemkab Sidoarjo Minta Warga Taat Pajak Demi Percepatan Pembangunan

Penerimaan pajak, lanjut Mimik, menjadi salah satu penopang utama pembiayaan berbagai sektor pelayanan publik.

Wali Kota Eri Geram dengan Kinerja Camat di Tiga Kecamatan, Ini Alasannya

"Kalau mau tidur nyenyak seperti juragan, ya jangan pernah jadi pejabat," ujar Wali Kota Surabaya ini.

Jadi Rumah Puluhan Satwa Liar, Kebun Raya Mangrove Surabaya Cocok untuk Liburan

Tak hanya burung, kawasan ini juga menjadi rumah bagi beragam jenis kupu-kupu dan Kucing Bakau.

Akibat Nunggak Pajak, 230 Aset Senilai Rp646,1 miliar Disita DJP

"Meski demikian, penyitaan bukan akhir dari proses," ujar Kanwil DJP Jawa Timur II, Johny Victor.