Rabu, 21 Okt 2026 17:35 WIB

Skala Prioritas, jadi Tema Pidato Perdana Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Besok

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 02 Mar 2025 11:20 WIB

Selalu.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi akan menyampaikan pidato perdananya setelah dilantik untuk periode kedua 2025-2030 dalam rapat paripurna DPRD Kota Surabaya, Senin (3/3/2025) besok.

Eri akan mengungkapkan skala prioritas pembangunan kota selama lima tahun ke depan, menekankan bahwa setiap kebijakan harus berbasis data.

Baca Juga: Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

“Saya yakin, lima tahun ke depan masyarakat Surabaya menjadi lebih sejahtera. Itu akan saya sampaikan semuanya, sehingga tidak ada lagi yang berbicara tanpa ada data,” ujar Eri, Minggu (2/3/2025).

Menurutnya, arah pembangunan kota harus dipahami oleh semua pihak agar kebijakan yang diambil lebih terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Lima tahun ke depan, kita harus bekerja dengan skala prioritas yang jelas dan berdasarkan data. Tidak ada lagi yang berbicara tanpa fakta,” tegasnya.

Dalam pidatonya nanti, Eri Cahyadi akan memaparkan berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi Surabaya. Dengan anggaran Pemkot sebesar Rp 12 triliun, masih banyak persoalan yang harus ditangani, sehingga skala prioritas menjadi hal yang krusial.

Beberapa kebutuhan mendesak yang menjadi perhatian Pemkot yakni penanganan banjir, jika seluruh titik rawan dikerjakan, diperkirakan membutuhkan Rp 9,3 triliun.

Baca Juga: Finalis Cak Surabaya Ditangkap Polisi, Wali Kota Eri: Gelar Akan Kita Cabut

Kemudian, Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA) dengan anggaran yang diperlukan mencapai Rp 2 triliun.

Lalu, Bantuan kesehatan yang membutuhkan dana sekitar Rp 1,4 triliun dan renovasi rumah tidak layak huni dengan total kebutuhan sekitar Rp 286 miliar.

Eri menegaskan bahwa jika semua program ini harus dikerjakan hanya dengan anggaran pemkot, maka tidak akan cukup. Oleh karena itu, perlu ditentukan mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu.

“Jika semua ini harus dikerjakan dengan anggaran pemkot saja, tentu tidak akan cukup. Maka dari itu, kita harus menentukan mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu. Inilah yang akan saya sampaikan di rapat paripurna besok,” jelasnya.

Baca Juga: Hindari Penyekapan, Wali Kota Eri Cahyadi Siapkan Perwali Penyaluran ART di Surabaya

Lebih lanjut, Eri menekankan bahwa setiap kebijakan yang diambil harus berbasis data, bukan sekadar opini atau kepentingan tertentu. 

Dengan pemaparan skala prioritas dalam rapat paripurna, ia berharap Pemkot dan DPRD dapat menyusun langkah-langkah konkret yang lebih tepat sasaran.

“Saya ingin memastikan bahwa lima tahun ke depan, pembangunan Surabaya benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat. Tidak ada lagi program yang dijalankan asal jalan, semua harus berbasis data yang valid,” pungkasnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Kepala Bidang Pajak Daerah Bapenda Surabaya Ekkie Noorisma menyebut, dua biang keroknya klasik tidak berizin dan belum bayar pajak.

21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus

Tiga orang dilaporkan menjadi korban dan mengalami luka-luka, salah satunya luka robek diduga akibat senjata tajam.

Doa Kebangsaan di Mojokerto, Ning Ita dan Kapolres Kompak Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Doa bersama menjadi ikhtiar menyatukan tekad sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan tokoh masyarakat dalam membangun bangsa.

Ayah Bacok Dua Anak Kandung di Surabaya Gegara Sengketa Harta

Pelaku datang ke lokasi yang juga berfungsi sebagai hunian keluarga, dan menuntut secara kasar kepada Renata agar menyerahkan surat atau sertifikat bangunan.

SIER Perkuat Kerja Sama dengan Investor Jepang, Konjen Dukung Rencana Pengembangan Kawasan Industri

Selain membahas kerja sama yang telah berjalan, Takonai menyambut baik rencana SIER untuk terus mengembangkan kawasan industri di daerah lain.

Polda Jatim Terjunkan Pasukan Atasi Penanganan Karhutla

Berdasarkan perkembangan situasi dan hasil pemantauan, karhutla masih terpantau di sembilan wilayah di Jawa Timur.