Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

Makan Bergizi Gratis di Surabaya Ditunda, Begini Kata Wali Kota Eri

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 06 Jan 2025 14:34 WIB
Eri Cahyadi
Eri Cahyadi

selalu.id - Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah diluncurkan serentak di 190 lokasi Satuan Pendidikan Penyedia Gizi (SPPG) pada Senin (6/1/2025), belum dapat dilaksanakan di Surabaya.

Pelaksanaan program untuk siswa-siswi sekolah di Surabaya dijadwalkan pada 13 Januari 2025, dan pula sejumlah persiapan teknis masih menunggu arahan pemerintah pusat.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa pelaksanaan MBG sepenuhnya merupakan program pemerintah pusat. Pemkot Surabaya hanya bertugas menyediakan lokasi dan mendukung pelaksanaannya.

“Tanggal 13 untuk siswa-siswi sekolah. Kita hanya menunggu pemerintah pusat sakjane. Jangan sampai keliru, semua keputusan ada di sana,” ujar Eri, kepada selalu.id, Senin (6/1/2025).

Eri menjelaskan bahwa beberapa aspek teknis, seperti penentuan lokasi dapur, jarak ideal antar lokasi, hingga mekanisme pendaftaran UMKM yang akan terlibat, masih menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Kan itu tadi harus ada jarak berapa kilo. Satu dapur itu pegang berapa-berapa, itu beliau yang menentukan. Ini yang jalan pemerintah pusat semua. Kita hanya menyediakan lokasinya,” jelasnya.

Pemkot Surabaya, lanjut Eri, telah menyiapkan anggaran Rp 1 triliun untuk mendukung program MBG. Namun, ia menyatakan bahwa pelaksanaannya masih bergantung pada arahan teknis pemerintah pusat.

“Kita siap. Apakah nanti pakai anggaran APBN atau daerah, kita siap. Tapi soal teknisnya, seperti penggunaan dapur umum atau melibatkan UMKM, itu pusat yang menentukan,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Yusuf Masru, menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG di Surabaya akan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan uji coba di beberapa sekolah di Kecamatan Wonocolo.

“Fokus awalnya di Wonocolo, yakni di PAUD Yasporbi, SD Taqoma, dan SMPN 13. Total siswa yang akan dilayani ada 3.151 orang. Semua pengendalian dan menu berasal dari Badan Gizi Nasional (BGN),” kata Yusuf.

Dispendik Surabaya juga akan membantu penyiapan siswa dan distribusi makanan sesuai dengan arahan BGN.

“Kami hanya mendukung penerimaan manfaat, penyiapan siswa, dan distribusi. Semua makanan dikirim langsung dari BGN,” jelasnya.

Program MBG ini akan terus dikembangkan dengan bertambahnya lokasi pelaksanaan. Yusuf menyebut bahwa pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap, seiring kesiapan teknis dan arahan dari pemerintah pusat.

“Bertahap, nanti tambah-tambah,” jelasnya.

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.