Senin, 16 Feb 2026 10:26 WIB

Serius Garap Investasi, RedDoorz Berkembang Pesat di Surabaya 

RedDoorz
RedDoorz

selalu.id - Sebagai Kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya menjadi kota bisnis dan tujuan investasi. Karena letaknya yang strategis berada di tengah Indonesia, Surabaya menjadi penghubung antara wilayah barat dan timur, tidak heran jika pertumbuhan ekonomi dikota Surabaya semakin meningkat

Selain menjadi kota perdagangan, industri, dan jasa, Surabaya kini juga menjadi tujuan wisata dengan berbagai aktivitas rekreasi, seperti wisata sejarah, wisata budaya dan tentunya wisata kuliner.

Selain itu, sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) juga semakin berkembang dan memperkuat Surabaya sebagai kota yang menarik bagi para wisatawan bisnis dan peserta acara.

Head of Marketing RedDoorz di Surabaya dan Jawa Timur Cut Nany Indriani mengungkapkan, Surabaya sangat menjanjikan bagi wisatawan bisnis.

Komitmen pemerintah kota dalam revitalisasi kawasan seperti Tunjungan Romansa dan Sungai Kalimas telah meningkatkan ekonomi lokal dan membuka ribuan lapangan kerja. Inovasi kampung tematik juga semakin memperkaya pengalaman wisata di Surabaya.

“Upaya ini menjadikan kota ini semakin menarik bagi para pengunjung, baik untuk
tujuan bisnis maupun rekreasi,” ucapnya saat ditemui di Sans Hotel 88 Andalan Surabaya, Jalan Ketintang Baru XIV No 7 Kecamatan Gayungan, Surabaya, Selasa (10/12/2024).

Saat ini, RedDoorz dan properti multi-brand-nya di Surabaya terdiri dari total 113 hotel, yang mencakup properti multi-brand, Sans, Urbanview dan RedDoorz. Dari awal tahun hingga November 2024, RedDoorz dan properti multi-brand-nya di Surabaya telah menjual lebih dari 250.000 kamar.

Para tamu yang menginap di Surabaya umumnya melakukan perjalanan bisnis,
pribadi, atau transit, termasuk wisatawan leisure, profesional bisnis, serta warga lokal yang mencari tempat menginap jangka pendek.  Di sisi lain, jumlah mitra properti RedDoorz di Jawa Timur telah mencapai hampir 500 properti.  Angka ini naik 60�lam tiga tahun terakhir. Sekitar 60�ri properti tersebut terletak di tiga kota besar, yaitu Surabaya, Malang, dan Batu.

RedDoorz memperkenalkan penawaran multi-brand-nya, Sans dan Urbanview di Surabaya pada 2021. Sejak saat itu, keberadaan properti multi-brand ini berkembang pesat, dengan tingkat hunian Sans dan Urbanview meningkat hingga 80% dibandingkan 2021. “Ke depan, RedDoorz berencana untuk meningkatkan jumlah properti di Jawa Timur menjadi 100, termasuk 30 properti di Surabaya,” imbuh Nany.

Brand Relation Manager RedDoorz Jawa Timur Mariska Pasha menambahkan, untuk Sans Hotel 88 Andalan Surabaya, memiliki sebanyak kamar dengan tiga tipe. Yakni, superior, deluxe dan suite. Untuk harga permalam mulai dari Rp275 ribu hingga Rp750 ribu. “Sans Hotel 88 Andalan Surabaya bergabung dengan RedDoorz sejak Oktober 2023 dengan rata-rata okupansi antara 70 hingga 75 persen,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Dukung Ekonomi Kerakyatan, Pemkot Surabaya Perkuat Integrasi Hotel dan UMKM

Pada tahap awal, NKB ini melibatkan sekitar 38 hotel di Kota Pahlawan.

Pemulihan Dampak Banjir, Pemkab Jember Utamakan Kerja Lapangan 

Jembatan terdampak serta jalan provinsi yang melintasi wilayah Gumukmas, Kencong dan Jombang jadi perhatian.

Pemkot Surabaya Buka Pendaftaran Paskibraka 2026, Ini Syaratnya bagi Pelajar Kelas X 

Pemkot Surabaya mengajak pelajar yang memenuhi syarat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai ajang pembentukan karakter.

Target Suara Golkar Naik 20 Persen, Arif Fathoni Gelar Ziarah Wali Lima di Dapil 3 Surabaya

Ziarah dipilih karena memiliki makna spiritual sekaligus mempererat komunikasi langsung antara wakil rakyat dan warga.

Dispendik Surabaya Buka Seleksi Dewan Pendidikan 2026–2030, Ini Jadwal dan Syaratnya

Seleksi terbuka bagi seluruh unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, praktisi pendidikan, pengusaha, hingga aktvis organisasi masyarakat dan agama.

Lebaran Idul Fitri Tahun Ini, Penjahit Padat Karya Surabaya Cairkan Tabungan Rp50,4 Juta

Uci menjelaskan, skema tabungan dilakukan dengan menyisihkan sebagian ongkos jahit setiap kali menerima pekerjaan.