Minggu, 21 Jun 2026 04:55 WIB

Serius Garap Investasi, RedDoorz Berkembang Pesat di Surabaya 

RedDoorz
RedDoorz

selalu.id - Sebagai Kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya menjadi kota bisnis dan tujuan investasi. Karena letaknya yang strategis berada di tengah Indonesia, Surabaya menjadi penghubung antara wilayah barat dan timur, tidak heran jika pertumbuhan ekonomi dikota Surabaya semakin meningkat

Selain menjadi kota perdagangan, industri, dan jasa, Surabaya kini juga menjadi tujuan wisata dengan berbagai aktivitas rekreasi, seperti wisata sejarah, wisata budaya dan tentunya wisata kuliner.

Selain itu, sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) juga semakin berkembang dan memperkuat Surabaya sebagai kota yang menarik bagi para wisatawan bisnis dan peserta acara.

Head of Marketing RedDoorz di Surabaya dan Jawa Timur Cut Nany Indriani mengungkapkan, Surabaya sangat menjanjikan bagi wisatawan bisnis.

Komitmen pemerintah kota dalam revitalisasi kawasan seperti Tunjungan Romansa dan Sungai Kalimas telah meningkatkan ekonomi lokal dan membuka ribuan lapangan kerja. Inovasi kampung tematik juga semakin memperkaya pengalaman wisata di Surabaya.

“Upaya ini menjadikan kota ini semakin menarik bagi para pengunjung, baik untuk
tujuan bisnis maupun rekreasi,” ucapnya saat ditemui di Sans Hotel 88 Andalan Surabaya, Jalan Ketintang Baru XIV No 7 Kecamatan Gayungan, Surabaya, Selasa (10/12/2024).

Saat ini, RedDoorz dan properti multi-brand-nya di Surabaya terdiri dari total 113 hotel, yang mencakup properti multi-brand, Sans, Urbanview dan RedDoorz. Dari awal tahun hingga November 2024, RedDoorz dan properti multi-brand-nya di Surabaya telah menjual lebih dari 250.000 kamar.

Para tamu yang menginap di Surabaya umumnya melakukan perjalanan bisnis,
pribadi, atau transit, termasuk wisatawan leisure, profesional bisnis, serta warga lokal yang mencari tempat menginap jangka pendek.  Di sisi lain, jumlah mitra properti RedDoorz di Jawa Timur telah mencapai hampir 500 properti.  Angka ini naik 60�lam tiga tahun terakhir. Sekitar 60�ri properti tersebut terletak di tiga kota besar, yaitu Surabaya, Malang, dan Batu.

RedDoorz memperkenalkan penawaran multi-brand-nya, Sans dan Urbanview di Surabaya pada 2021. Sejak saat itu, keberadaan properti multi-brand ini berkembang pesat, dengan tingkat hunian Sans dan Urbanview meningkat hingga 80% dibandingkan 2021. “Ke depan, RedDoorz berencana untuk meningkatkan jumlah properti di Jawa Timur menjadi 100, termasuk 30 properti di Surabaya,” imbuh Nany.

Brand Relation Manager RedDoorz Jawa Timur Mariska Pasha menambahkan, untuk Sans Hotel 88 Andalan Surabaya, memiliki sebanyak kamar dengan tiga tipe. Yakni, superior, deluxe dan suite. Untuk harga permalam mulai dari Rp275 ribu hingga Rp750 ribu. “Sans Hotel 88 Andalan Surabaya bergabung dengan RedDoorz sejak Oktober 2023 dengan rata-rata okupansi antara 70 hingga 75 persen,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Grebeg Suro Sidoarjo 2026, PKL Bersyukur Tidak Dipungut Biaya Lapak

Kebijakan ini membuat para pedagang dapat berjualan dengan lebih leluasa di tengah ramainya pengunjung.

Pria Asal Kenjeran Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Kalimas Surabaya

Korban akhirnya ditemukan di dasar sungai. Posisinya sekitar dua meter dari titik terakhir terlihat sebelum tenggelam.

Nama Politisi PDI Perjuangan Terseret Pusaran Korupsi BSPS Sumenep

Risky sebagai Koordinator Kabupaten Program BSPS 2024 mengatakan bahwa diperintahkan menyerahkan uang kompensasi kepada anggota dewan terebut.

Hakim Vonis Ringan Eks Manajer Akuntasi PT Dejavu Multi Kreasi dalam Kasus Penggelapan

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menilai terdapat sejumlah hal yang meringankan terdakwa sehingga layak memperoleh hukuman lebih ringan.

Ali Mufthi Ajak Santri Teladani Perjuangan KH Sholeh Nahrawi Cetak Generasi Berilmu dan Berakhlak

Sebagai bagian dari keluarga besar santri, Ali Mufti mengaku bangga melihat Kabupaten Probolinggo dipimpin oleh seorang kiai.

Sidang Korupsi BSPS Sumenep, Terdakwa: Ada Dana Rp3 Miliar ke Tenaga Ahli Anggota DPR RI

terungkap adanya aliran dana kompensasi senilai Rp3 miliar kepada Ari Hersofiawanudin alias Bilowo yang disebut sebagai tenaga ahli anggota Komisi V DPR RI.