Rabu, 22 Jul 2026 03:22 WIB

Lebaran Idul Fitri Tahun Ini, Penjahit Padat Karya Surabaya Cairkan Tabungan Rp50,4 Juta

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 15 Feb 2026 09:47 WIB
Momen Pembagian tabungan Hari Raya. (Dok/Diskominfo Surabaya) 
Momen Pembagian tabungan Hari Raya. (Dok/Diskominfo Surabaya) 

selalu.id - Tabungan hari raya penjahit padat karya binaan Koperasi Sumber Mulia Barokah (SMB) Surabaya mencapai Rp50.481.000 menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. 

Dana tersebut merupakan hasil penyisihan ongkos jahit yang dikumpulkan tanpa potongan administrasi.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Ketua Koperasi SMB Surabaya, Uci Fatimatuzzahro, mengatakan tabungan itu dibagikan kepada penjahit yang aktif menabung sepanjang tahun. Dari total 111 penjahit binaan, sebanyak 45 orang tercatat rutin menyisihkan pendapatannya.

“Total tabungan yang dibagikan Rp50.481.000. Dari 111 penjahit, yang aktif menabung ada 45 orang. Uang itu disimpan tanpa potongan admin,” ujar Uci saat pembagian tabungan di Graha Sawunggaling, Gedung Pemkot Surabaya, Sabtu (14/2/2026) kemarin. 

Uci menjelaskan, skema tabungan dilakukan dengan menyisihkan sebagian ongkos jahit setiap kali menerima pekerjaan. Dana tersebut dititipkan di koperasi dan dicairkan menjelang hari raya untuk membantu kebutuhan Lebaran.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkot Surabaya, Anna Fajriatin, mengapresiasi konsistensi para penjahit dalam menabung. 

Ia menilai program tersebut tidak hanya membantu perencanaan keuangan, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi pelaku usaha kecil.

Menurut Anna, Pemkot Surabaya mendorong perluasan program padat karya menjahit agar memiliki kepastian pasar. Salah satunya dengan membuka peluang produksi kerudung bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) perempuan di lingkungan Pemkot Surabaya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

“Pemkot harus menciptakan demand yang jelas agar UMKM memiliki pasar. Salah satu potensi yang bisa dikembangkan adalah kebutuhan kerudung ASN,” kata Anna.

Ia menambahkan, jika program tersebut direalisasikan, penjahit padat karya binaan koperasi berpeluang memperoleh tambahan order secara berkelanjutan.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.