Kamis, 04 Jun 2026 04:50 WIB

Minimalisir Kecelakaan, Bus Sekolah Surabaya Layani 5 Ribu Siswa Selama November 2024

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 04 Des 2024 11:34 WIB
Bus sekolah
Bus sekolah

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya mencatat keberhasilan layanan bus sekolah dalam mengangkut 5.665 siswa selama November 2024.

Armada yang terdiri dari sembilan bus, baik ber-AC maupun non-AC, melayani lima rute strategis untuk jenjang pendidikan TK hingga SMA.

Kepala Dishub Surabaya, Tundjung Iswandaru, menegaskan program ini mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan risiko kecelakaan siswa.

Selain hemat biaya, layanan ini juga membantu mengatasi kemacetan. Mayoritas pengguna adalah siswa SMA, dengan jumlah terbesar pada rute Kecamatan Tandes – Wijaya Kusuma.

“Bus sekolah ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan. Karena orang tua tidak perlu mengantarkan anaknya jauh menuju sekolah, hanya perlu mengantar di halte bus sekolah,” kata Tundjung, Raby (4/12/2024).

Tundjung memaparkan bahwa saat ini sembilan armada bus sekolah di Surabaya melayani lima rute strategis.

Terdiri dari rute Dukuh Menanggal - Jalan Wijaya Kusuma, Kecamatan Rungkut - Jalan Wijaya Kusuma dan Kecamatan Tandes - Jalan Wijaya Kusuma.

"Selain itu, bus sekolah juga melayani rute Romokalisari dan Kelurahan Tambak Sarioso - SDN Greges 129 Surabaya," papar Tundjung.

Beberapa rute tersebut dirancang untuk menjangkau wilayah dengan kebutuhan tinggi akan transportasi pelajar. Sehingga diharapkan dapat memudahkan siswa mencapai sekolah tanpa perlu menggunakan kendaraan pribadi.

"Bus sekolah juga bertujuan untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pada siswa sekolah di bawah umur. Jadi hemat biaya, karena siswa tidak perlu mengeluarkan biaya ongkos perjalanan ke sekolah," ungkap Tundjung.

Selama November 2024, Tundjung mengungkapkan bahwa bus sekolah telah mengangkut total 5.665 siswa. Dari jumlah tersebut, 2.946 siswa tercatat pada keberangkatan dan 2.719 siswa pada kepulangan.

"Layanan bus sekolah ini juga untuk meminimalisir kecelakaan pada siswa," tuturnya.

Lebih rinci, Tundjung memaparkan jumlah penumpang bus sekolah setiap rute pada November 2024.

Yang pertama, untuk keberangkatan, pada rute Dukuh Menanggal - Wijaya Kusuma jumlah penumpang mencapai 670 siswa. Kemudian rute Kecamatan Rungkut - Wijaya Kusuma sebanyak 812 siswa dan rute Kecamatan Tandes - Wijaya Kusuma ada 919 siswa.

"Sedangkan pada rute keberangkatan Romokalisari ada 304 siswa dan rute Kelurahan Tambak Sarioso - SDN Greges ada 241 siswa," jelas Tundjung.

Sementara untuk data kepulangan bulan November 2024, Dishub Surabaya mencatat ada 651 siswa yang menggunakan rute Dukuh Menanggal - Wijaya Kusuma.

Kemudian untuk rute Kecamatan Rungkut - Wijaya Kusuma ada 687 siswa dan rute Kecamatan Tandes - Wijaya Kusuma ada 605 siswa. "Selanjutnya untuk kepulangan pada rute Romokalisari ada 361 siswa dan rute Kelurahan Tambak Sarioso - SDN Greges ada 415 siswa," tambahnya.

Berdasarkan data Dishub Surabaya, mayoritas penumpang bus sekolah berasal dari siswa jenjang SMA sederajat. Dengan rincian, 1.727 siswa untuk keberangkatan dan 1.410 siswa untuk kepulangan.

"Sementara itu, siswa jenjang SMP menempati posisi kedua dengan total 1.773 siswa untuk keberangkatan dan kepulangan," ujar Tundjung.

Adapun rincian jumlah penumpang berdasarkan jenjang pendidikan terdiri dari Taman Kanak-kanak (TK) ada 118 siswa untuk keberangkatan.

Sedangkan jenjang SD, meliputi 168 siswa pada keberangkatan dan 469 siswa pada kepulangan. "Kemudian yang terakhir untuk jenjang SMP, terdiri dari 933 siswa pada keberangkatan dan 840 siswa pada kepulangan," tandasnya.

Baca Juga: Kebakaran Bengkel Damri, 1 Bus dan 6 Kendaraan Hangus

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.