Jumat, 05 Jun 2026 00:13 WIB

Pelestari Kawasan Wilis Diganjar Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional

Perwakilan Perkawis saat menerima penghargaan dari pemerintah
Perwakilan Perkawis saat menerima penghargaan dari pemerintah

selalu.id - Pelestari Kawasan Wilis meraih penghargaan Teladan 1 Lomba Wana Lestari Tingkat Nasional. Penghargaan itu langsung di berikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Prof. Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc.

Pengumuman pemenang dilakukan dalam sebuah acara di Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Kamis, (15/08/2024). Lomba Wana Lestari 2024 diikuti oleh kelompok pengelola perhutanan sosial dari seluruh Indonesia.

Baca Juga: Ecoton Digandeng SD Muhammadiyah 3 Ikrom Gelar Ramadhan Ramah Lingkungan

Dalam sambutannya, Siti Nurbaya berpesan kepada seluruh Teladan Wana Lestari agar tetap menjadi agen perubahan yang membawa dampak bagi kelestarian lingkungan di negeri ini.

"Kami merasa bangga atas apresiasi yang di berikan Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada Pelestari Kawasan Wilis, sehingga di nobatkan sebagai Teladan 1 Wana Lestari Tingkat Nasional. " ujar Tofan Ardi, kepada Media usai menerima penghargaan.
.
Apresiasi ini, Lanjut Tofan, merupakan awal dari perjuangan rekan pelestari untuk terus melakukan kerja konservasi di kawasan Wilis. Sebab menurutnya, kondisi Gunung Wilis kini kian kritis yang ditandai dengan Deforestasi, Krisis Air, Alih Fungsi Lahan, sehingga menjadi tantangan yang perlu dicarikan solusi bersama.


.
"Kita takkan menyelesaikannya sendiri, butuh kolaborasi lintas sektor agar tujuan pembangunan berkelanjutan bisa terwujud," jelasnya.

Baca Juga: Komitmen Green Party, PKB Jatim Kampanye Anti-Plastik Sekali Pakai

Prestasi ini menegaskan komitmen Perkawis dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat, diharapkan pencapaian ini menjadi penanda bahwa Pemerintah Pusat mulai peduli dengan aktivitas konservasi yang dilakukan secara partisipatif oleh komunitas selama ini.

Lomba Wana Lestari sendiri merupakan ajang tahunan yang sangat bergengsi, menjadi tolak ukur bagi kelompok dan individu dalam kontribusi mereka terhadap upaya pelestarian hutan dan lingkungan.

Baca Juga: Temuan Mengejutkan Menteri LH saat Sidak Kebersihan di Surabaya, Langsung Beri Catatan Khusus

Penghargaan Wana Lestari merupakan apresiasi dari Pemerintah Republik Indonesia yang di berikan melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada seluruh elemen masyarakat yang terlibat dalam upaya menjaga ekosistem hutan di Indonesia.

Kegiatan ini bertujuan sebagai metode penyuluhan yang menilai prestasi perorangan, kelompok, atau aparatur pemerintah dalam upaya pemberdayaan dan perubahan perilaku masyarakat di bidang lingkungan hidup dan kehutanan.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.