Selasa, 20 Okt 2026 21:52 WIB

Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Khofifah Ajak Tanam Pohon dan Kelola Sampah

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. (dok: Diskominfo Jatim)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. (dok: Diskominfo Jatim)

selalu.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sebagai momentum memperkuat budaya menjaga lingkungan melalui gerakan menanam pohon dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Ajakan tersebut disampaikan saat memimpin aksi bersih lingkungan dan penanaman pohon bersama Forkopimda Jawa Timur, komunitas lingkungan, pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum di kawasan Jalan MERR depan Kampus UIN Sunan Ampel (UINSA) II, Gunung Anyar, Surabaya, Sabtu (6/6/2026).

Baca Juga: Perkuat Sinergi, Kapolri Temui Rais Aam PBNU di Surabaya

Kegiatan yang diikuti sekitar 1.125 peserta itu dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia dan terhubung secara daring dengan kegiatan nasional yang dipimpin Menteri Lingkungan Hidup RI, Jumhur Hidayat.

Aksi diawali dengan pembersihan Sungai Gunung Anyar dari sampah plastik, gulma, dan eceng gondok. Dari kegiatan sepanjang satu kilometer tersebut, terkumpul sebanyak 10.205 kilogram sampah dan tanaman liar yang menghambat aliran sungai.

Sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian lingkungan, Khofifah bersama Forkopimda Jawa Timur kemudian melakukan penanaman pohon pule setinggi enam meter untuk meningkatkan ruang hijau di kawasan perkotaan.

“Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 harus menjadi penguat perubahan perilaku menuju Jawa Timur yang semakin hijau, bersih, sehat, tangguh, dan berkelanjutan,” kata Khofifah.

Menurutnya, upaya menjaga lingkungan harus dilakukan secara menyeluruh melalui empat pendekatan sekaligus, yakni promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Langkah promotif diwujudkan melalui gerakan penanaman pohon secara masif, sedangkan langkah preventif dilakukan dengan membiasakan pemilahan sampah sejak tingkat rumah tangga.

Sementara itu, pendekatan kuratif dilakukan melalui aksi nyata membersihkan lingkungan secara bersama-sama. Adapun langkah rehabilitatif diwujudkan dengan penanaman kembali di kawasan yang mengalami kerusakan atau membutuhkan pemulihan ekosistem.

Baca Juga: Cegah Inflasi, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah ke-158 di Mojokerto

“Jadi langkah promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif harus terus digaungkan dan diupayakan bersama. Ketika ada area yang siap ditanam kembali, maka langkah rehabilitatif harus segera dilakukan,” tegasnya.

Khofifah juga menyoroti keberhasilan Jawa Timur dalam memperkuat program lingkungan hidup, termasuk pengembangan kawasan mangrove. Berdasarkan data yang dimiliki Pemprov Jatim, sekitar 51 persen luasan hutan mangrove di Pulau Jawa berada di Jawa Timur.

“Festival Mangrove sudah kami laksanakan selama tiga tahun terakhir. Ini bagian dari langkah promotif dan preventif yang terus kami lakukan bersama masyarakat, akademisi, komunitas lingkungan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemprov Jawa Timur terus mendorong percepatan pengelolaan sampah melalui pengembangan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Khofifah berharap berbagai komitmen yang telah disepakati bersama Kementerian Lingkungan Hidup dapat segera ditindaklanjuti agar pembangunan fasilitas pengolahan sampah berjalan lebih cepat.

Baca Juga: Menko AHY Resmikan 166 Rumah Revitalisasi Kampung Nelayan di Campurejo Gresik

Tak hanya itu, Khofifah juga mengapresiasi sekolah-sekolah di Jawa Timur yang berhasil membangun budaya lingkungan melalui Program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan). Area yang sebelumnya menjadi tempat pembuangan sampah kini bertransformasi menjadi kebun sayur, buah, perikanan, hingga peternakan sederhana yang menjadi sarana pembelajaran bagi para siswa.

“Dengan kolaborasi, gotong royong, dan kesadaran bersama, kita optimistis dapat mewujudkan Indonesia yang aman, sehat, bersih, dan indah serta Jawa Timur yang semakin hijau dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Lingkungan Hidup RI Jumhur Hidayat memberikan apresiasi atas berbagai inovasi Jawa Timur dalam pengelolaan sampah dan pengembangan mangrove yang dilakukan secara terintegrasi.

“Saya merasa tertantang untuk datang ke Jawa Timur melihat pengelolaan sampah di Jatim. Semoga pengelolaan sampah dan lingkungan di Jatim bisa menjadi contoh bagi provinsi lain di Indonesia,” ujar Jumhur.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Integrasi ini memudahkan masyarakat mengakses layanan administrasi kependudukan tanpa harus mendatangi sejumlah kantor pelayanan secara terpisah.

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Ke depan, operasi simpatik dan penagihan dari rumah ke rumah akan terus digencarkan secara bergiliran di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo.

Pemuda Bawa Truk Tronton Tabrak Tiang PJU di Balongbendo Sidoarjo

Atas kejadian ini, korban mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sementara truknya yang terguling dievakuasi petugas.