Jumat, 05 Jun 2026 22:04 WIB

Nonton Timnas, Eri Cahyadi Terlihat Mesra Bareng Ketua Golkar dan Gerindra Surabaya

Eri Cahyadi (kanan) bersama Ketua Golkar Surabaya Arif Fathoni (tengah) dan Ketua Gerindra Cahyo Harjo Prakoso di Stadion GBT saat menonton Timnas U-19
Eri Cahyadi (kanan) bersama Ketua Golkar Surabaya Arif Fathoni (tengah) dan Ketua Gerindra Cahyo Harjo Prakoso di Stadion GBT saat menonton Timnas U-19

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ikut menonton aksi Timnas U-19 dalam pergelaran Piala AFF U-19 yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu malam (17/7/2024). Yang menarik, tampak hadir mengapit Eri adalah Ketua DPC Gerindra Surabaya Cahyo Harjo Prakoso dan Ketua DPD Golkar Surabaya Arif Fathoni. Tampak pula Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wabup Gresik Aminatun Habibah.

Ketiganya tampak kompak mengenakan jersey Timnas berwarna merah dengan motif putih pada bagian kerah dan lengan. Senyum dan tawa mengembang dari para tokoh tersebut seiring dengan kemenangan impresif Timnas Indonesia U-19 atas Filipina U-19 dengan skor 6-0.

Baca Juga: PDIP Surabaya Soroti Menurunnya Pemahaman Pancasila di Kalangan Gen Z

Kekompakan ketiga tokoh itu menarik di tengah kontestasi jelang Pilkada Kota Surabaya. Eri diketahui telah didukung sejumlah partai politik, seperti PDIP, PKB, PKS, PPP, PAN, dan Demokrat. Golkar dan Gerindra sendiri memang belum menyatakan dukungan pada Pilkada Surabaya.

Dimintai komentar tentang kebersamaan dengan elite Gerindra dan Golkar Surabaya dalam momen tersebut, Eri hanya tersenyum.

"Sekadar nonton bola. Ini Mas Cahyo dan Mas Toni yo barengan, podo-podo seneng bal-balan (sama-sama menyukai sepak bola), mosok gak oleh (masa tidak boleh)?" kata Eri.

Eri menjelaskan jika mereka bertiga sudah terbiasa berkomunikasi mendiskusikan berbagai masalah dan solusi bagi pengembangan Kota Surabaya.

"Kita mengobrol tentang banyak hal, semua yang kita obrolkan untuk Surabaya," kata Eri.

Baca Juga: Tampil Konsisten Sepanjang Musim, Persebaya Perpanjang Kontrak Francisco Rivera

Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso menekankan bahwa kebersamaan yang ditunjukkan merupakan bagian dari nilai-nilai keindonesiaan.

"Ya kita sama-sama suka bola, ya begitulah, kebersamaan dan persatuan adalah nilai Indonesia," tandasnya.

Arif Fathoni juga menegaskan kekompakan tersebut bagian dari ekspresi para penggemar sepak bola. Dia menyebut tak ada maksud pemberian dukungan dalam kebersamaan saat menonton Timnas U-19 tersebut.

Baca Juga: Bangun Kedekatan dengan Masyarakat, Golkar Jatim Gelar Nobar Final Liga Champions

"Jadi kebetulan saya, Mas Cahyo, Pak Wali ini sama-sama penggemar bola. Jadi kami di sini mendukung skuad muda Garuda, mudah-mudahan bisa terus menang di setiap pertandingan," ujar Arif Fathoni.

Fathoni menambahkan, pertemuan dari ketiga tokoh politik Surabaya ini sebagai wujud persatuan. "Sepakbola menyatukan," jelasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.