Rabu, 22 Jul 2026 20:24 WIB

Jalin Kerja Sama dengan Unesa, Gubernur Jatim Berharap Penguatan Skill Siswa SMK

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 21 Des 2021 14:50 WIB
Gubernur Khofifah saat memberi sambutan pada acara Dies Natalis Unesa
Gubernur Khofifah saat memberi sambutan pada acara Dies Natalis Unesa

Surabaya (selalu.id) - Univeritas Negeri Surabaya (Unesa) menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dalam perjanjian kerjasama untuk SMK Negeri dan swasta di Jawa Timur, Selasa (21/12/2021). Penandatanganan ini dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan, Wahid Wahyudi dan Rektor UNESA Prof Dr. Nur Hasan. Menariknya, perjanjian kerja sama dengan 837 SMK ini bahkan tercatat sebagai rekor MURI dengan jumlah kerjasama terbanyak sekaligus.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang turut hadir dalam puncak Peringatan Dies Natalis Unesa, Selasa (21/12) mengucapkan selamat atas capaian yang dilakukan selama ini oleh Unesa. Terlebih, Unesa telah menyiapkan diri menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH).

Baca Juga: Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

Menurut Khofifah langkah tersebut menjadi starting point bagi Unesa untuk membangun percepatan kemandirian dalam banyak hal. Salah satunya dalam penguatan implementasi Merdeka Belajar - Kampus Merdeka dengan melakukan perjanjian kerjasama dengan 837 lembaga SMK negeri dan swasta dalam kordinasi kewenangan Pemprov Jawa Timur.

"Hari ini dilakukan penandatanganan MoU antara kepala dinas dan pak rektor Unesa bahwa dari 2.181 SMK di Jawa Timur, 837 diantaranya akan melakukan MoU dengan pembimbing tim Uesa yang punya 12 Prodi Vokasi," urai Khofifah.

Dikatakan Khofifah, kerjasama tersebut menjadi penting bagi pemprov karena format magang dan merdeka belajar membutuhkan ruang yang lebih luas bagi siswa SMK dan tentu bersifat resiprokal bagi mahasiswa Unesa.

"Saya berharap ini menjadi percepatan dari penguatan skill yang dimiliki anak-anak SMK yang ada didalam koordinasi Pemprov Jatim," tegasnya.

Misalnya saja, lanjut Khofifah melalui program SMA Double Track saat ini dipandu oleh ITS. Nah, untuk SMK jika secara spesifik sudah terjalin MoU dengan UNESA, pihaknya berharap akan ada percepatan, penguatan dan kemandirian terutama dalam penguasaan spesifik skill bagi SMK di Jatim.

Diakui Khofifah, pihaknya juga menyampaikan keinginannya untuk mendirikan pendidikan tinggi vokasi di Tuban sesuai dengan kebutuhan industri di daerah tersebut. Apalagi, 4 tahun kedepan Pertamina Rosneft Insya Allah sudah bisa beroperasi.

Baca Juga: DPRD Jatim Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Berikut Catatan Penting untuk Pemprov

"Tadi saya sampaikan ke pak rektor dan pak warek 2 ada kebutuhan pendidikan vokasi di Tuban. Sekarang yang disiapkan di Magetan. Tentu Magetan juga butuh, pun Tuban juga demikian. Karena penguatan TPPI dan 4 tahun kedepan insyaAllah Pertamina Rosneft sudah beroperasi maka pendidikan vokasi adalah kebutuhan yang sangat mendesak untuk wilayah Tuban," jelasnya.

Karenanya, imbuh Khofifah banyak hal yang perlu dilakukan terkait koordinasi, pelaksanaan teknis dan hal-hal lainnya yang lebih terukur dengan Unesa.

Sementara itu, Rektor Unesa, Prof Nur Hasan menjabarkan ada beberapa bidang yang akan difokuskan dalam kerjasama ini. Diantaranya pada bidang pendidikan yang meliputi pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Kemudian dalam penerimaan mahasiswa baru (PMB), UNESA memberikan kuota 25 persen untuk lulusan SMK di Jawa Timur. Dan beasiswa khusus untuk siswa berprestasi. Selanjutnya, magang mahasiswa atau calon guru di lembaga SMK.

Baca Juga: DPRD Jatim Desak Pemprov Perhatikan Kesejahteraan Perawat

"Kami juga memfasilitasi adanya pelatihan dan pengembangan bagi guru dan tenaga kependidikan termasuk pengawas sekolah," urai Prof Nur Hasan

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi menambahkan adanya kerjasama ini merupakan bentuk implementasi Merdeka Belajar kampus Merdeka. Sebanyak 837 lembaga dengan rincian 296 SMK negeri dan 541 SMK swasta di Jatim akan menjalin kerja sama dengan empat fakultas di UNESA. Diantaranya, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Bahasa dan Seni serta Fakultas Vokasi.

"Saat ini masing-masing SMK menjalin kerjasama dengan satu fakultas. Untuk tahap selanjutnya akan menyesuaikan dengan linieritas kompetensi keahlian dan fakultas di Unesa," tandas Wahid. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.