Minggu, 01 Nov 2026 03:52 WIB

Dugaan Jual Beli Lapak di SWK Taman Prestasi Surabaya, Ini Pengakuan Pedagang Senior

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 16 Sep 2026 20:08 WIB
SWK Taman Prestasi Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).
SWK Taman Prestasi Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Praktik tak sedap diduga membayangi pengelolaan Sentra Wisata Kuliner (SWK) Taman Prestasi di Jalan Ketabang Kali, Surabaya.

Fasilitas milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang seharusnya bebas retribusi, itu disinyalir menjadi ajang jual beli hingga sewa-menyewa lapak secara ilegal.

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

Kondisi ini salah satunya dirasakan Siti Aminah, pedagang senior yang sudah berjualan di lokasi tersebut selama 16 tahun.

Aminah, yang merupakan pedagang relokasi sejak era Wali Kota Bambang DH, kini justru kehilangan tempat usahanya akibat persoalan administrasi kependudukan.

Aminah menceritakan, pengajuannya untuk melakukan perubahan nama kepemilikan stand tak kunjung disetujui petugas. Padahal, ia menegaskan lapak yang ditempatinya sejak awal didapat murni dari program relokasi Pemkot, bukan hasil membeli.

"Saya ini jualan paling lama di sini, sudah 16 tahun. Sebelum di SWK, saya awalnya jualan di Jalan Wuni ada 25 tahunan. Waktu zaman Pak Bambang DH, kami dibikinkan tempat relokasi di sini," katanya, Rabu (16/9/2026).

Di balik nasib apes yang menimpanya, Aminah mengungkap adanya praktik pengalihan stand yang diperjualbelikan antarpedagang dengan nominal bervariasi.

"Ada pedagang yang beli stand Rp3 juta. Selain itu, ada penggantian stand (oper alih) sampai Rp7 juta. Buktinya ada, kwitansi dan foto saat menerima uang juga ada," ungkapnya.

Tak hanya jual beli, praktik pinjam identitas (KTP/KK) warga Surabaya oleh pedagang luar kota juga marak terjadi agar lolos syarat administrasi.

Praktik ini disebut sudah berlangsung lama atas saran oknum tertentu. Bahkan, Aminah mengaku pernah diiming-imingi pengurusan balik nama stand bisa mulus jika menyetor sejumlah uang.

Baca Juga: Pelaku yang Loncat ke Sungai Usai Bacok Pemobil di Surabaya Belum Ditemukan

"Katanya kalau ada uang Rp1 juta, boleh balik nama," tuturnya.

Persoalan Aminah kian pelit saat muncul aturan baru yang melarang dua nama pedagang berada dalam satu Kartu Keluarga (KK).

Karena menantunya menempati stand lain dan masih berada di KK yang sama, pengajuan balik nama Aminah ditolak mentah-mentah.

Ia pun menyayangkan sikap tebang pilih pengelola, mengingat masih banyak pedagang ber-KTP luar daerah atau pengguna identitas pinjaman yang dibiarkan berjualan.

Dugaan penyimpangan ini kian melenceng dari peruntukan awal SWK. Aminah menyebut ada stand hasil oper alih seharga Rp7 juta yang kini disewakan ke pihak ketiga seharga Rp500 ribu per bulan. Padahal, pemilik aslinya sudah tidak lagi aktif berjualan.

Baca Juga: Cekcok Berujung Pembacokan di Surabaya, 1 Pelaku Belum Ditemukan usai Lompat Sungai

Padahal, Pemkot Surabaya sama sekali tidak memungut biaya sewa maupun retribusi daerah kepada para pedagang SWK.

"Sekarang untuk stand tidak nyewa, retribusinya ke Pemkot sudah tidak ada. Hanya iuran untuk bayar listrik, PDAM, dan kebersihan ke bendahara paguyuban, Rp255 ribu sebulan," jelasnya.

Tak ingin tinggal diam, Aminah berniat membawa seluruh bukti transaksi ini ke jalur resmi. Ia telah berupaya mendatangi Rumah Aspirasi untuk menemui Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji.

"Harapan saya kepada pemerintah kota, kalau bisa praktik jual beli dan sewa-menyewa ini dibongkar semuanya sampai bersih," tegasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Sah! Hairul Syapril Sholeh Nahkoda Baru IKAPMII Jember 2026–2031

Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas alumni sekaligus meningkatkan peran IKAPMII dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah

Bantu Pemulihan Pasokan Air Bersih, SIER Salurkan Dua Tandon Air bagi Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab

Bupati Jember Gus Fawait Turun Gunung Sosialisasikan Layanan Bunga Desaku

Gus Fawait menegaskan bahwa pengurusan administrasi kependudukan, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP), tidak dipungut biaya.

Melihat Tradisi Tedak Sinten di Nganjuk, Sebar Uang Koin hingga Jadi Rebutan

selalu.id - Warga Dusun Kepuhtelu, Desa Balongrejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk masih melestarikan tradisi adat Jawa Piton-Piton atau yang juga dikenal

Polisi Bongkar Pengemasan Ulang Beras SPHP di Pasuruan, Empat Orang Diamankan

Pengungkapan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang mencurigai adanya pengemasan ulang beras SPHP.

Roadshow Film Piye To Kih di Mojokerto, Angkat Genre Komedi, Cinta dan Persahabatan

Film komedi Jawa yang diangkat dari Woko Channel ini akan tayang perdana di seluruh bioskop Indonesia pada 19 November 2026.