Kamis, 23 Jul 2026 02:22 WIB

Eri Cahyadi Siap Maju Pilwali 2024 Siapapun Wakilnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 29 Mar 2024 19:00 WIB
Eri Cahyadi
Eri Cahyadi

selalu.id - Eri Cahyadi menyatakan bahwa dirinya bakal maju kembali bersama Armuji untuk memimpin kembali Kota Surabaya di Pilkada pada November 2024 mendatang.

"Seusai hati nurani, lek gak ambek seng saiki yo sopo maneh? (kalau enggak sama yang ini ya siapa lagi ya)," kata Eri, Jumat (29/3/2024).

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Wali Kota Surabaya itu mengatakan dirinya akan selalu mengikuti instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-Perjuangan siapa yang akan mendampingi dirinya untuk Pilkada mendatang.

Ia pun tak menampik atau tak keberatan jika harus berpasangan kembali dengan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji atau yang akrab disapa Cak Ji itu.

"Kalau dikabarkan seperti itu, kita akan maju bersama lagi (Armuji). Nanti yang berhak menentukan DPP," ungkapnya.

Lebih lanjut orang nomor satu di Surabaya itu menyampaikan bahwa dirinya bersama Armuji tergabung dalam 171 kepala daerah yang disiapkan PDIP untuk maju kembali dalam Pilkada mendatang.

"Kota Surabaya masuk (dalam daftar tersebut), karena kami memang masih satu periode," tegasnya.

Baca Juga: Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Meski begitu, tidak menutup kesempatan jika ada partai lain yang ingin berkoalisi dan menyodorkan nama lain sebagai pasangannya dalam Pilkada.

"Kalau ada nama lain nanti akan disampaikan ke DPP, karena yang berhak menentukan DPP semua itu. Sejauh ini perintahnya masih berdua (dengan Armuji)," ujar Eri.

Bila ada partai politik lain yang ingin menyodorkan nama sebagai pasangannya nanti dalam Pilkada, lanjut Eri, harus sesuai dengan visi dan misinya untuk Kota Surabaya, yakni membentuk Kampung Madani agar tak ada jarak si kaya dan si miskin.

"Visi misinya haru sama mewujudkan Kota Surabaya dengan menghilangkan jarak di miskin dan si kaya. Caranya bagaimana membentuk Kampung Madani, untuk kepentingan umat yang lebih besar,"jelasnya

Baca Juga: PDIP Surabaya Wajibkan 40 Persen Pengurus Ranting dari Gen Z

Menjelang Pilkada, Eri bersama PDIP Kota Surabaya juga akan terus melakukan safari politik untuk menjalin silahturahmi dan membuka pintu koalisi dalam Pilkada.

"Ke partai politik terus berjalan, besok kami akan ke PKS, Sabtu ke PSI dan Minggu ke PPP. Nanti April ke Gerindra dan Golkar, lalu ada acara halal bihalal juga dengan partai Demokrat," terangnya.

Sekedar diketahui, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa partainya memiliki 171 kepala daerah yang akan kembali maju dalam Pilkada November 2024. Mereka adalah yang masih menjabat selama satu periode. Ratusan kepala daerah yang disiapkan maju kembali ini baik tingkat provinsi maupun kota.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.