Minggu, 01 Nov 2026 06:48 WIB

Wali Kota Eri Cahyadi Diminta Bentuk Tim Loyal yang Tidak Tengok Kanan Kiri

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 16 Des 2021 21:17 WIB
Pengamat kebijakan publik dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Andri Arianto
Pengamat kebijakan publik dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Andri Arianto

Surabaya (selalu.id) - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi didesak untuk membuat tim solid dalam menjalankan tugasnya sebagai orang nomor satu di Kota Pahlawan. Tim itu adalah orang-orang pilihan yang satu visi dalam menggerakkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mewujudkan visi dan janji kampanye Eri Cahyadi.

Menurut pengamat kebijakan publik dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Andri Arianto, jika ingin menciptakan sejarah di Pemkot Surabaya, Eri harus menyiapkan personilnya dengan baik dan tepat.

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

"Pak Wali Kota Surabaya (Eri Cahyadi) tidak bisa hanya didukung oleh kepala dinas yang pintar atau ASN yang cerdas. Itu saja tidak cukup. Tapi harus punya tim yang solid. Dan tim yang loyal 100 persen menyukseskan visi wali kota, tidak tengok kiri-tengok kanan," ujar Andri, saat dikonfirmasi, Rabu (15/12/2021).

Andri mengatakan, medan yang dihadapi Eri Cahyadi cukup menantang dalam menorehkan sejarah di Surabaya lantaran pandemi Covid-19 yang memukul hampir semua sektor kehidupan. Visi Eri Cahyadi, yaitu 'gotong royong menuju Surabaya kota dunia yang maju, humanis, dan berkelanjutan', adalah sebuah visi besar yang membutuhkan tim impian untuk mewujudkannya.

Andri mengibaratkan, jika sebuah klub sepakbola, wali kota adalah sosok manajer. Sebagai manajer, tidak hanya berfikir bagaimana mengelola taktik dan memenangkan pertandingan. Tapi juga harus mempunyai strategi jangka panjang, bagaimana cara menjaga performa terbaiknya.

Baca Juga: Pelaku yang Loncat ke Sungai Usai Bacok Pemobil di Surabaya Belum Ditemukan

Selain itu, kata Andri, manajer juga harus mengetahui karakter para pemainnya. Jika orang itu penyerang, tidak mungkin ditaruh sebagai pemain belakang. Begitu pula dengan kiper, tidak mungkin akan dijadikan sebagai penyerang.

"Semua tahu Christiano Ronaldo itu penyerang hebat. Tapi kalau dijadikan kiper, dia belum tentu hebat. Kurang-lebih perumpamaannya seperti itu. Maka Eri harus cermat. Dan Eri punya modal kecermatan itu, karena dia sudah bertahun-tahun menggeluti dinamika Pemkot Surabaya," ungkapnya.

Untuk mengetahui pemain-pemain itu berada di posisi yang tepat, jelasnya, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan asesmen. Eri Cahyadi sudah tepat menggandeng tim independen, yang kompeten untuk melakukan asesmen.

Baca Juga: Cekcok Berujung Pembacokan di Surabaya, 1 Pelaku Belum Ditemukan usai Lompat Sungai

"Langkah asesmen oleh tim independen sudah tepat. Itu awal dari terbentuknya tim birokrasi yang solid dengan spirit persaingan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, berorientasi pada hasil, dan inovatif. Jangan sampai wali kota memiliki tim yang hanya menunggu perintah. Baru melaksanakan jika wali kota meminta. Dia harus mampu menerjemahkan visi-misi wali kota," tegasnya. (SL1)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sah! Hairul Syapril Sholeh Nahkoda Baru IKAPMII Jember 2026–2031

Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas alumni sekaligus meningkatkan peran IKAPMII dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah

Bantu Pemulihan Pasokan Air Bersih, SIER Salurkan Dua Tandon Air bagi Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab

Bupati Jember Gus Fawait Turun Gunung Sosialisasikan Layanan Bunga Desaku

Gus Fawait menegaskan bahwa pengurusan administrasi kependudukan, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP), tidak dipungut biaya.

Melihat Tradisi Tedak Sinten di Nganjuk, Sebar Uang Koin hingga Jadi Rebutan

selalu.id - Warga Dusun Kepuhtelu, Desa Balongrejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk masih melestarikan tradisi adat Jawa Piton-Piton atau yang juga dikenal

Polisi Bongkar Pengemasan Ulang Beras SPHP di Pasuruan, Empat Orang Diamankan

Pengungkapan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang mencurigai adanya pengemasan ulang beras SPHP.

Roadshow Film Piye To Kih di Mojokerto, Angkat Genre Komedi, Cinta dan Persahabatan

Film komedi Jawa yang diangkat dari Woko Channel ini akan tayang perdana di seluruh bioskop Indonesia pada 19 November 2026.