Rabu, 16 Sep 2026 22:27 WIB

Wali Kota Eri Cahyadi Diminta Bentuk Tim Loyal yang Tidak Tengok Kanan Kiri

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 16 Des 2021 21:17 WIB
Pengamat kebijakan publik dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Andri Arianto
Pengamat kebijakan publik dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Andri Arianto

Surabaya (selalu.id) - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi didesak untuk membuat tim solid dalam menjalankan tugasnya sebagai orang nomor satu di Kota Pahlawan. Tim itu adalah orang-orang pilihan yang satu visi dalam menggerakkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mewujudkan visi dan janji kampanye Eri Cahyadi.

Menurut pengamat kebijakan publik dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Andri Arianto, jika ingin menciptakan sejarah di Pemkot Surabaya, Eri harus menyiapkan personilnya dengan baik dan tepat.

Baca Juga: Dugaan Jual Beli Lapak di SWK Taman Prestasi Surabaya, Ini Pengakuan Pedagang Senior

"Pak Wali Kota Surabaya (Eri Cahyadi) tidak bisa hanya didukung oleh kepala dinas yang pintar atau ASN yang cerdas. Itu saja tidak cukup. Tapi harus punya tim yang solid. Dan tim yang loyal 100 persen menyukseskan visi wali kota, tidak tengok kiri-tengok kanan," ujar Andri, saat dikonfirmasi, Rabu (15/12/2021).

Andri mengatakan, medan yang dihadapi Eri Cahyadi cukup menantang dalam menorehkan sejarah di Surabaya lantaran pandemi Covid-19 yang memukul hampir semua sektor kehidupan. Visi Eri Cahyadi, yaitu 'gotong royong menuju Surabaya kota dunia yang maju, humanis, dan berkelanjutan', adalah sebuah visi besar yang membutuhkan tim impian untuk mewujudkannya.

Andri mengibaratkan, jika sebuah klub sepakbola, wali kota adalah sosok manajer. Sebagai manajer, tidak hanya berfikir bagaimana mengelola taktik dan memenangkan pertandingan. Tapi juga harus mempunyai strategi jangka panjang, bagaimana cara menjaga performa terbaiknya.

Baca Juga: Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Protes Sejumlah Pengembang Besar

Selain itu, kata Andri, manajer juga harus mengetahui karakter para pemainnya. Jika orang itu penyerang, tidak mungkin ditaruh sebagai pemain belakang. Begitu pula dengan kiper, tidak mungkin akan dijadikan sebagai penyerang.

"Semua tahu Christiano Ronaldo itu penyerang hebat. Tapi kalau dijadikan kiper, dia belum tentu hebat. Kurang-lebih perumpamaannya seperti itu. Maka Eri harus cermat. Dan Eri punya modal kecermatan itu, karena dia sudah bertahun-tahun menggeluti dinamika Pemkot Surabaya," ungkapnya.

Untuk mengetahui pemain-pemain itu berada di posisi yang tepat, jelasnya, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan asesmen. Eri Cahyadi sudah tepat menggandeng tim independen, yang kompeten untuk melakukan asesmen.

Baca Juga: Mahasiswa UINSA Demo Tolak Muzakki Kembali Pimpin Kampus, Angkat Persoalan Dana Hingga UKT

"Langkah asesmen oleh tim independen sudah tepat. Itu awal dari terbentuknya tim birokrasi yang solid dengan spirit persaingan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, berorientasi pada hasil, dan inovatif. Jangan sampai wali kota memiliki tim yang hanya menunggu perintah. Baru melaksanakan jika wali kota meminta. Dia harus mampu menerjemahkan visi-misi wali kota," tegasnya. (SL1)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sisi Gelap Warkop Jalan Kunti Surabaya, Pesan Kopi Bisa Sambil Nyabu

Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti 10 poket sabu seberat total 65,51 gram. Saat ini, kasusnya terus dilakukan pengembangan.

Indonesia Diprediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Wilayahnya

Meski sebagian besar wilayah Indonesia tengah dikepung kemarau terik, potensi hujan lebat hingga angin kencang masih mengintai. BMKG mengimbau selalu waspada.

Turun Langsung Dengarkan Masukan Tenant, SIER Dapat Pujian Soal Keamanan Kawasan

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan fasilitas dan layanan yang dapat mendukung kebutuhan tenant.

Diberhentikan Lewat WA, Relawan SPPG Porong Sidoarjo Pertanyakan Prosedur Evaluasi dan Hak BPJS

Relawan yang diberhentikan itu adalah Egidius Nehe alias Egis. Ia mengaku terkejut lantaran menerima pemberitahuan pemutusan tugas hanya melalui pesan WA.

Penduduk Surabaya Tembus 3 Juta, Dapil dan Kursi DPRD Berpeluang Dirombak

Kondisi ini dimanfaatkan DPRD Kota Surabaya untuk mengawal peluang penambahan lima kursi legislatif pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang.

Bukan Sekadar Ambil Alih, Ini Rencana PDAM Surabaya Masuk Perumahan Air Mandiri

Langkah ini diambil guna memastikan kesetaraan akses air bersih di Kota Surabaya.