Senin, 02 Feb 2026 09:50 WIB

Inflasi Surabaya Pada Januari 2024 Terendah Selama Lima Tahun Terakhir

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 18 Feb 2024 11:17 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat sidak pasar
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat sidak pasar

selalu.id - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya mencatat Inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m) dan juga inflasi year-to-date (y-to-d) pada bulan Januari 2024 berada di angka -0,26 persen. Sedangkan inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) pada bulan Januari 2024 sebesar 2,40 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,38.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kota Surabaya Vykka Anggradevi Kusuma menjelaskan bahwa inflasi Surabaya pada bulan Januari 2024 ini terendah selama 5 tahun terakhir. Pasalnya, pada Januari 2020 inflasi Surabaya berada di angka 0,50 persen, pada 2021 sebesar 0,32 persen, lalu pada 2022 sebesar 0,46 persen, kemudian pada 2023 sebesar 0,36 persen, dan pada 2024 berada di angka -0,26 persen.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

"Artinya, pada bulan Januari 2024 Kota Surabaya mengalami deflasi sebesar 0,26 persen, dan ini ternyata inflasi Surabaya terendah selama 5 tahun terakhir," kata Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kota Surabaya Vykka Anggradevi Kusuma, Sabtu (17/2/2024).

Menurutnya, ada 5 komoditas yang menyumbang inflasi terbesar pada bulan Januari 2024, yaitu tomat 0,06 persen, tukang bukan mandor 0,03 persen, bawang merah 0,03 persen, mobil 0,02 persen, dan bawang putih 0,01 persen.
Adapun penyebab komoditas volatile food atau pangan bergejolak yang turut menyumbang inflasi Kota Surabaya bulan Januari seperti tomat dan bawang merah diantaranya karena hasil panen para petani yang berkurang imbas perubahan cuaca. Hal ini menyebabkan ketersediaan menjadi berkurang sehingga harga mengalami kenaikan.

"Selain itu, pemenuhan kebutuhan bawang putih dalam negeri hampir semuanya berasal dari impor. Adanya kenaikan harga bawang putih disebabkan karena harga bawang putih dari daerah asal (impor) juga mengalami kenaikan, sehingga berimbas adanya kenaikan harga bawang putih di dalam negeri," katanya.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus melakukan berbagai upaya dalam mengendalikan inflasi, diantaranya dengan melakukan kerjasama serta berkoordinasi dengan Bulog dalam penyaluran Beras SPHP yang disalurkan lewat Wartek Inflasi. Bahkan, pemkot juga rutin melakukan operasi pasar minyak di pasar tradisional.

"Kami dari TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Surabaya juga melakukan identifikasi kebutuhan pasokan bapokting yang berasal dari pasar PD Pasar Surya, pasar binaan dinkopdag, RSUD, restoran, SWK binaan Dinkopdag, serta toko kelontong binaan Dinkopdag guna pemenuhan kebutuhan ketersediaan," kata dia.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Sedangkan dalam rangka menjaga kestabilan harga bahan pokok, pemkot terus menjalin kerjasama antar daerah, baik dengan Pemerintah Kabupaten Blitar, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kabupaten Malang, Ngawi, dan Sumenep dalam rangka pemenuhan komoditas, mulai dari beras, cabai, dan juga bawang merah.

"Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah juga terus dilakukan Pemkot Surabaya di Rusun Panjaringansari Kecamatan Rungkut guna membantu masyarakat Kota Surabaya untuk memperoleh bahan Pangan dengan harga yang terjangkau," tegasnya.

Dengan berbagai terobosan itu, TPID berharap Kota Surabaya selalu stabil dan tetap pada rentang sasaran target inflasi nasional tahun 2024, yaitu sebesar 2,5%±1 pada akhir tahun 2024 mendatang, sehingga capaian nilai inflasi month to month/bulanan dapat deflasi maupun inflasi asalkan tetap pada rentang sasaran target inflasi.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

"Inflasi maupun deflasi dapat membahayakan apabila berada pada tingkat tertentu atau berlebihan, sehingga pemerintah pusat membuat kebijakan dengan menetapkan sasaran rentang target inflasi yaitu sebesar 2,5%±1 pada tahun 2024, agar inflasi dapat terkendali dan stabil. Perekonomian suatu wilayah dapat dikatakan baik apabila harga barang dan jasa mengalami kestabilan," ujarnya.

Oleh karena itu, agar kondisi Surabaya tetap stabil dan normal, Tim Pengendalian Inflasi Kota Surabaya terus melakukan upaya pengendalian inflasi dengan berpedoman pada langkah pengendalian inflasi nasional yaitu 4K (Keterjangkauan harga, Ketersediaan Komoditas, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif).

Di samping itu, TPID Kota Surabaya juga secara kontinyu memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat Kota Surabaya melalui media sosial maupun media massa untuk selalu belanja bijak, diversifikasi makanan, dan stop boros pangan.

"Imbauan kepada warga Surabaya ini tidak hanya dilakukan ketika Surabaya mengalami deflasi, tapi dilakukan secara kontinyu," pungkasnya. (ADV)

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.