Jumat, 04 Sep 2026 15:43 WIB

DPRD Surabaya Minta Pemkot Perketat Prokes di Pemukiman Warga Jelang Nataru

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 15 Des 2021 15:43 WIB
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Akmarawita Kadir
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Akmarawita Kadir

Surabaya (selalu.id) - Menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Akmarawita Kadir, meminta langkah protokol kesehatan ketat tak hanya dilakukan di tempat-tempat keramaian umum, seperti mal maupun lokasi wisata, namun juga diterapkan di wilayah perkampungan saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Akma menilai bahwa saat ini pengawasan di wilayah pemukiman mulai ada pelonggaran. Menurutnya optimalisasi petugas kampung tangguh dan satgas Covid-19 perlu dilakukan oleh Pemkot Surabaya, guna menskrining tiba warga yang datang.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

"Jadi diaktifkan lagi kampung tangguhnya dan satgas covidnya yg sekarang ini melonggar," kata Akma sapaan akarabnya, Rabu (15/12/2021).

Akma menyebut, baik kampung tangguh dan satgas Covid-19 punya peran besar dalam mengantisipasi munculnya klaster di lingkungan penduduk.

"Jangan sampai nanti setelah Nataru timbul klaster," jelasnya.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Tak hanya itu, ia juga melihat dari aspek-aspek lain, bahwa dimana kemunculan klaster Covid-19 bisa berimbas pada Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

"Jangan sampai ada peningkatan kluster dan akhirnya PTM juga terganggu," ujarnya.

Sementara itu, Akma juga menyebut pola penangangan di masa Nataru harus benar-benar dilakukan secara serius oleh Pemkot Surabaya, terlebih saat momen akhir tahun nanti pembatasan di tempat keramaian umum bakal diterapkan 75 persen.

Baca Juga: Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

"Tentunya (kesiapan) fasilitas betul-betul harus dilihat, kalau gak punya ventilasi bagus, gak punya protokol barcode peduli lindungi dan sebagainya harus ditegur bahkan ditutup apalagi mau Nataru," tegasnya. (Ade/SL1)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.