Senin, 19 Okt 2026 21:30 WIB

DPRD Surabaya Minta Pemkot Perketat Prokes di Pemukiman Warga Jelang Nataru

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 15 Des 2021 15:43 WIB
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Akmarawita Kadir
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Akmarawita Kadir

Surabaya (selalu.id) - Menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Akmarawita Kadir, meminta langkah protokol kesehatan ketat tak hanya dilakukan di tempat-tempat keramaian umum, seperti mal maupun lokasi wisata, namun juga diterapkan di wilayah perkampungan saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Akma menilai bahwa saat ini pengawasan di wilayah pemukiman mulai ada pelonggaran. Menurutnya optimalisasi petugas kampung tangguh dan satgas Covid-19 perlu dilakukan oleh Pemkot Surabaya, guna menskrining tiba warga yang datang.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

"Jadi diaktifkan lagi kampung tangguhnya dan satgas covidnya yg sekarang ini melonggar," kata Akma sapaan akarabnya, Rabu (15/12/2021).

Akma menyebut, baik kampung tangguh dan satgas Covid-19 punya peran besar dalam mengantisipasi munculnya klaster di lingkungan penduduk.

"Jangan sampai nanti setelah Nataru timbul klaster," jelasnya.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Tak hanya itu, ia juga melihat dari aspek-aspek lain, bahwa dimana kemunculan klaster Covid-19 bisa berimbas pada Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

"Jangan sampai ada peningkatan kluster dan akhirnya PTM juga terganggu," ujarnya.

Sementara itu, Akma juga menyebut pola penangangan di masa Nataru harus benar-benar dilakukan secara serius oleh Pemkot Surabaya, terlebih saat momen akhir tahun nanti pembatasan di tempat keramaian umum bakal diterapkan 75 persen.

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

"Tentunya (kesiapan) fasilitas betul-betul harus dilihat, kalau gak punya ventilasi bagus, gak punya protokol barcode peduli lindungi dan sebagainya harus ditegur bahkan ditutup apalagi mau Nataru," tegasnya. (Ade/SL1)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.

SIER Unjuk Gigi di SPARK 2026 Malaysia, Buka Peluang Investasi Global ke Jawa Timur

Momen ini, SIER memboyong dua kawasan industri unggulannya, yakni kawasan SIER di Surabaya dan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) di Kabupaten Pasuruan.