Sabtu, 06 Jun 2026 04:55 WIB

Pemkot Surabaya Gelontorkan Rp10,9 Triliun APBD Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 23 Nov 2023 21:13 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi dan Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono
Wali Kota Eri Cahyadi dan Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono

selalu.id - Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya tahun 2024 resmi ditetapkan sebesar Rp10,9 triliun, tepatnya sebesar Rp10.984.338.989.794,00. APBD 2024 itu digedok oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama DPRD Kota Surabaya pada rapat paripurna yang digelar hari Jumat (10/11/2024) yang bertepatan dengan Hari Pahlawan.


Pada kesempatan itu, Wali Kota Eri mengatakan APBD 2024 memprioritaskan bidang pendidikan, kesehatan dan juga infrastruktur. Dalam bidang pendidikan, Pemkot Surabaya terus berusaha menjamin akses pendidikan yang berkualitas, seperti penerapan zonasi sekolah, pemberian seragam gratis bagi pelajar tidak mampu, dan pemberian beasiswa pemuda tangguh untuk pelajar SMA/SMK dan juga perguruan tinggi.  
Sedangkan dalam bidang kesehatan, Pemkot Surabaya juga terus berbenah menyediakan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada warga. Mulai pelayanan kesehatan 24 jam dan juga pelayanan Universal Health Coverage (UHC) yang saat ini sudah 100 persen. Bahkan, di tahun 2024 nanti akan ada pembangunan rumah sakit di Surabaya Timur dengan tipe C.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari


“Khusus untuk pendidikan dan kesehatan, angkanya masing-masing di level 21 persen dari APBD 2024, karena kita ingin menjamin pendidikan dan kesehatan seluruh warga Kota Surabaya,” kata Wali Kota Eri.


Selanjutnya di bidang infrastruktur, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk menuntaskan pembangunan jalan di Wiyung, jalan di Banyuurip dan juga pembangunan underpass Dolog. Selain itu, pemkot juga akan fokus pada sarana-prasarana lain, seperti pavingisasi, perbaikan saluran air yang menekan ancaman banjir, lampu penerangan umum, perbaikan berbagai balai RW untuk mendekatkan layanan pada masyarakat, dan juga program pemberdayaan masyarakat, penyerapan tenaga kerja, dan pengentasan kemiskinan.

“Kita targetkan di tahun 2024 angka kemiskinan di bawah 2 persen,” tegasnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan Surabaya pada tahun 2021 berada di angka 5,23 persen atau sekitar 152,49 ribu jiwa, kemudian di tahun 2022 turun menjadi 4,72 persen atau sekitar 138,21 ribu jiwa, dan di tahun 2023 turun menjadi 4,65 persen atau sekitar 136,37 ribu jiwa. Sedangkan angka kemiskinan ekstrem Surabaya pada tahun 2021 berada di angka 1,2 persen atau sekitar 35 ribuan, kemudian pada tahun 2022 angkanya turun menjadi 0,8 persen atau sekitar 23 ribuan.


Sementara itu, Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan keberhasilan penetapan APBD Surabaya pada Hari Pahlawan itu berkat kekompakan dan kerja sama semua pihak. Antara pimpinan dan semua anggota legislaitf, sinergi semua fraksi, serta antara DPRD Surabaya bersama Wali Kota Eri Cahyadi, Wakil Wali Kota Armuji bersama seluruh aparatur Pemkot Surabaya. “Dan, yang lebih penting lagi berkat partisipasi seluruh rakyat Kota Surabaya, yang handerbeni dan mencintai Kota Pahlawan ini,” kata Adi.

Baca Juga: Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya


Menurutnya, dengan penetapan APBD Surabaya yang lebih dini ini, diharapkan aparatur pemerintah kota bisa menyiapkan lebih matang program dan kegiatan Surabaya lebih matang di tahun depan. Bahkan, ia berharap pada 2 Januari 2024, APBD bisa berjalan dengan efektif.


Adi juga menegaskan bahwa program-program pembangunan Kota Surabaya disusun melalui masukan, saran dan gagasan dari berbagai representasi masyarakat di kampung-kampung, yang dihimpun melalui musyawarah pembangunan. Juga melalui penjaringan aspirasi masyarakat yang dilakukan 50 anggota DPRD. Maupun melalui pertemuan-pertemuan informal dengan warga masyarakat di berbagai kampung dan pemukiman.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya


“Pembangunan menyentuh di semua wilayah Surabaya, menyentuh di semua lapisan masyarakat, melibatkan semua kampung dan pemukiman, serta mencakup sekian banyak urusan pemerintahan. Kita beruntung punya kekuatan APBD yang besar, yang ditopang sumber daya manusia yang bagus, sistem pelayanan yang terus berbenah, serta leadership yang hebat di semua tingkatan. Ditambah lagi, kemajuan Surabaya digerakkan oleh partisipasi masyarakat yang hebat dan luar biasa,” kata Adi.


Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya juga menaruh perhatian lewat berbagai upaya sistematis untuk mengentas kemiskinan, menekan angka pengangguran melalui program-program padat karya sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat. “Sebagai kota besar, Surabaya tidak henti berbenah. Semakin maju kotanya, semakin sejahtera warganya,” pungkasnya. (ADV)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.