Jumat, 05 Jun 2026 05:30 WIB

Kolaborasi Air Minum Kemasan ITS dan Pemkot Surabaya Libatkan Gamis Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 28 Agu 2023 16:17 WIB
Air minum kemasan Hero
Air minum kemasan Hero

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) hari ini menggelar soft launching produk air minum dalam kemanasan berteknologi nano yang dinamakan HERO.

Masih dalam wujud soft launching, nantinya HERO bakal diremikan pada Hari Pahlawan pada bulan November 2023 mendatang.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

"Pas November bertepatan pahlawan, pas dengan namanya HERO," kata Eri, usai soft lunching HERO di Rumah Pompa Putat Gede PDAM, Surabaya, Senin (28/8/2023).

Eri menjelaskan nantinya air minum kemasan HERO ini bakal distribusikan untuk keluarga miskin dan pra miskin. Merekan juga akan menjadi agen menjual air minum kemasan ini serta menyalurkan ke UMKM-UMKM yang ada di Surabaya.

"Hero ini distributornya adalah keluarga miskin (gamis) dan pra miskin. Kita akan bikin kelompok untuk mereka yang menjual. Ini salah satu langkah Pemkot Surabaya dengan DPRD mengurangi kemiskinan ditopang perguruan tinggi," ujarnya.

Tak hanya di UMKM, Eri juga menyampaikan air minum kemasan ini akan juga ditaruh ke minimarket yang ada di Surabaya. "Jadi nanti dijual ke Pemkot juga ke Bank, toko Alfamart, Indomart, Superindo lainnya," jelasnya.

Air minum kemasan ini, kata dia, produksinya berkapitas 1000-1500 per jam dengan harga murah yang diproduksi langsung dengan teknologi Nano dari ITS.

"Lebih murah dari yang ada dipasaran, karena produksinya dicover ITS dan Pemkot Surabaya. Sumber air yang dikelola ITS diambil dari umbulan pakai teknologi nano yang gunanya mengurangi plastik-plastik yang bisa masuk tubuh kita," ungkapnya.

Nantinya pula, plastik air minum kemasan ini juga akan didaur ulang yang akan dilakukan di bank sampah. Sehingga, hasilnya pendapatannya akan berputar balik ke warga Surabaya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

Lebih lanjut Eri menambahkan, alat isi ulang yang dibuat oleh ITS nantinya akan diletakkan di Sentral Wisata Kuliner (SWK) dan rusun-rusun

"Alat isi ulang yang tadi ada untuk tumbler dan galon juga untuk minum akan kita letakkan di SWK dan rusun-rusun," tambahnya.

Sementara itu Rektor ITS, Prof Mochamad Ashari, mengatakan bahwa sebelumnya pihaknya sudah mempunyai pabrik air mineral dengan nama ITS Mine yang sudah berjalan beberapa bulan yang lalu.

Untuk air minum kemasan kerjasama dengan Pemkot ini, Prof Ashari akan memproduksi alat teknologi yang baru, seperti alat isi ulang tumbler dan galon.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Buka Pameran Cross Musea Pertiwi 2026, Hadirkan Pengalaman Berbasis AI

"Kita akan gunakan yang disini teknologinya lebih baru. Sehingga lebih bagus dan lebih sehat"tegasnya.

Terkait mekanismenya, Prof Ashari menjelaskan bahwa Pemkot Surabaya melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sembada Surabaya yang akan mengawasi kualitas air minum kemasan Hero tersebut.

"Karena PDAM kan ahli disana. Tapi semua produksi air sumbernya berasal dari unggulan. Yang dihandle menggunakan teknologi ITS sampai jadi distribusi," ungkapnya

"Semua mengikuti standar. Jadi kalau sudah ada hasil produksinya kita bawa ke BPOM yang ada syarat macam macam harus dipenuhi, BPOM, Halal, dan SNI. Tiga harus dipenuhi sehingga aman bagi masyarakat," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.