Selasa, 21 Jul 2026 08:10 WIB

Kabar Gembira, Bayi Lahir Asli Surabaya Langsung Dapat Akta-KIA hingga KK Baru Gratis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 20 Jul 2026 15:49 WIB
Kepala Disdukcapil Surabaya  Irvan Wahyudradjad. (Dok. Pemkot Surabaya).
Kepala Disdukcapil Surabaya Irvan Wahyudradjad. (Dok. Pemkot Surabaya).

selalu.id - Bayi yang lahir dari orang tua ber-KTP atau Kartu Keluarga (KK) Surabaya kini dapat langsung memperoleh tiga dokumen administrasi kependudukan (Adminduk) secara gratis. 

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan seluruh dokumen tersebut terbit maksimal 1x24 jam setelah proses kelahiran.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Surabaya, Irvan Wahyudradjad mengatakan layanan tersebut merupakan upaya memastikan setiap warga memiliki identitas hukum sejak lahir sekaligus mempermudah akses terhadap berbagai layanan publik.

"Ketika warga Surabaya ber-KTP Surabaya atau ber-KK Surabaya melahirkan, bayinya langsung mendapatkan layanan adminduk gratis," tegasnya, Senin (20/7/2026).

Irvan menjelaskan, bayi yang baru lahir akan langsung memperoleh tiga dokumen sekaligus, yakni akta kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), dan pembaruan Kartu Keluarga (KK) orang tua.

Menurutnya, penerbitan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sejak bayi lahir juga memberikan manfaat penting, terutama untuk akses layanan kesehatan.

"Ketika bayi mempunyai NIK, otomatis di Surabaya tercover BPJS. Jadi jika membutuhkan perawatan setelah lahir, layanan kesehatan bisa langsung diakses," jelasnya.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

Untuk mempercepat proses tersebut, Disdukcapil Surabaya telah bekerja sama dengan 69 rumah sakit serta lebih dari 150 fasilitas kesehatan dan puskesmas. 

Rumah sakit juga diminta menyiapkan dokumen kependudukan calon orang tua sebelum persalinan agar penerbitan dokumen bayi dapat dilakukan segera setelah lahir.

"Rumah sakit ketika menerima pasangan yang akan melahirkan langsung meminta dokumen kependudukan agar saat bayi lahir semua proses sudah siap, termasuk nama bayi," kata Irvan.

Ia menambahkan, identitas kependudukan bukan sekadar data administrasi, tetapi juga identitas hukum yang menjadi dasar berbagai pelayanan publik. 

Baca Juga: Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Kesalahan sekecil apa pun pada data, seperti perbedaan satu huruf pada nama, dapat menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari, misalnya terkait warisan, pembuatan paspor, hingga keberangkatan ibadah haji.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat memastikan seluruh data kependudukan telah benar sebelum proses persalinan.

"Kami berkomitmen, paling lambat 1x24 jam setelah bayi lahir, tiga dokumen tersebut sudah terbit,"tandas Irvan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.