Sabtu, 06 Jun 2026 00:08 WIB

Beredar Foto Ajakan Kasar Demo Driver Ojek Online, Ini Reaksi Humas Frontal

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 20 Jul 2023 11:54 WIB
tangkapan layar dugaan seruan paksa sesama driver ojol untuk demo
tangkapan layar dugaan seruan paksa sesama driver ojol untuk demo

selalu.id - Ribuan massa yang bergabung dalam Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (Frontal) Jawa Timur melakukan aksi di Surabaya hari ini, Kamis (20/7/2023). Namun, di balik itu ternyata ada dugaan sesama driver ojek online (ojol) melakukan pemaksaan terhadap driver ojol lainnya untuk demo bersama-sama melakukan aksi turun ke jalan.

Disinyalir dari beberapa informasi yang didapat selalu.id, bahwa beberapa driver ojol yang memutuskan untuk tetap bekerja dan menerima pesanan antar makanan, mendapat pesan kasar di kolom chat orderan gofood.

Baca Juga: Driver Online Malang Dukung Regulasi RUU dalam Demo di DPRD Jatim Besok

Isi dari pesan kasar tersebut adalah ajakan untuk mengikuti demo atau aksi turun ke jalan dengan paksa, "Goblok melok o demo, melok o demo cok goblok," tulis catatan pesanan yang diterima driver ojol tersebut.

Hal tersebut tak hanya terjadi pada satu driver ojol saja, melainkan beberapa driver mengaku mendapat seruan aksi secara paksa dengan modus pesanan makanan palsu.

"Masuk kamar jenasah di belakang, cepat cok, liane online, raimu online," pesan yang didapat driver ojol lainnya.

Menanggapi hal itu, Humas Frontal, Daniel Lukas Rorong membantah pihaknya memaksakan aksi turun ke jalan tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menghimbau kepada semua driver ojol untuk berbuat anarkis apa lagi kepada sesama driver ojol.

Baca Juga: Demo Penghapusan Barcode BBM di Surabaya, Ratusan Truk Blokir Jalan hingga Macet Total

"Gak ada larangan teman-teman (driver ojol) untuk ngebid (aktif akun order) hari ini. Kita gak ada himbauan berbuat anarkis ya seperti itu," tegas Daniel, saat dihubungi selalu.id.

Daniel kembali menegaskan bahwa himbauan Frontal Jatim tidak mengharuskan semua driver ojol mengikuti aksi demonstrasi tersebut. Sebab, menurutnya yang ngebid atau menerima orderan itu adalah kebutuhannya masing-masing yang tidak bisa dipaksakan.

"Kita gak ada himbaunan harus wajib ikut demo ya, yang ngebid monggo, yang ikut berjuang aksi ini ya monggo. Kita gak tahu setiap kebutuhan masing-masing orang kan," ujarnya

Baca Juga: Bawa Sapi ke DPRD, Jagal RPH Pegirian Tolak Relokasi ke TOW

"Siapa tahu yang ngebid hari ini, memang lagi ada kebutuhan biaya anak sekolah atau siapa tahu mereka ada yang sakit atau gimana butuh orderan. Sekali lagi, saya pribadi tidak ada himbauan melarang ngebid ataupun sekasar itu," imbuhnya.

Apabila memang ditemukan driver ojol yang berpesan kasar seperti itu, Daniel mengungkapkan bahwa pihaknya bakal memberi teguran langsung.

"Saya melihat sendiri tidak ada, tapi kalau ada saya langsung untuk tegur untuk tidak anarkis," pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.