Selasa, 03 Feb 2026 04:37 WIB

Beredar Foto Ajakan Kasar Demo Driver Ojek Online, Ini Reaksi Humas Frontal

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 20 Jul 2023 11:54 WIB
tangkapan layar dugaan seruan paksa sesama driver ojol untuk demo
tangkapan layar dugaan seruan paksa sesama driver ojol untuk demo

selalu.id - Ribuan massa yang bergabung dalam Front Driver Online Tolak Aplikator Nakal (Frontal) Jawa Timur melakukan aksi di Surabaya hari ini, Kamis (20/7/2023). Namun, di balik itu ternyata ada dugaan sesama driver ojek online (ojol) melakukan pemaksaan terhadap driver ojol lainnya untuk demo bersama-sama melakukan aksi turun ke jalan.

Disinyalir dari beberapa informasi yang didapat selalu.id, bahwa beberapa driver ojol yang memutuskan untuk tetap bekerja dan menerima pesanan antar makanan, mendapat pesan kasar di kolom chat orderan gofood.

Baca Juga: Bawa Sapi ke DPRD, Jagal RPH Pegirian Tolak Relokasi ke TOW

Isi dari pesan kasar tersebut adalah ajakan untuk mengikuti demo atau aksi turun ke jalan dengan paksa, "Goblok melok o demo, melok o demo cok goblok," tulis catatan pesanan yang diterima driver ojol tersebut.

Hal tersebut tak hanya terjadi pada satu driver ojol saja, melainkan beberapa driver mengaku mendapat seruan aksi secara paksa dengan modus pesanan makanan palsu.

"Masuk kamar jenasah di belakang, cepat cok, liane online, raimu online," pesan yang didapat driver ojol lainnya.

Menanggapi hal itu, Humas Frontal, Daniel Lukas Rorong membantah pihaknya memaksakan aksi turun ke jalan tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menghimbau kepada semua driver ojol untuk berbuat anarkis apa lagi kepada sesama driver ojol.

Baca Juga: Demo Tolak Pemangkasan ADD di Mojokerto Ricuh, Massa Dorong Polisi

"Gak ada larangan teman-teman (driver ojol) untuk ngebid (aktif akun order) hari ini. Kita gak ada himbauan berbuat anarkis ya seperti itu," tegas Daniel, saat dihubungi selalu.id.

Daniel kembali menegaskan bahwa himbauan Frontal Jatim tidak mengharuskan semua driver ojol mengikuti aksi demonstrasi tersebut. Sebab, menurutnya yang ngebid atau menerima orderan itu adalah kebutuhannya masing-masing yang tidak bisa dipaksakan.

"Kita gak ada himbaunan harus wajib ikut demo ya, yang ngebid monggo, yang ikut berjuang aksi ini ya monggo. Kita gak tahu setiap kebutuhan masing-masing orang kan," ujarnya

Baca Juga: Pembuat Molotov untuk Demo Grahadi Terancam UU Darurat, Pelaku Belajar dari Internet

"Siapa tahu yang ngebid hari ini, memang lagi ada kebutuhan biaya anak sekolah atau siapa tahu mereka ada yang sakit atau gimana butuh orderan. Sekali lagi, saya pribadi tidak ada himbauan melarang ngebid ataupun sekasar itu," imbuhnya.

Apabila memang ditemukan driver ojol yang berpesan kasar seperti itu, Daniel mengungkapkan bahwa pihaknya bakal memberi teguran langsung.

"Saya melihat sendiri tidak ada, tapi kalau ada saya langsung untuk tegur untuk tidak anarkis," pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.