Selasa, 23 Jul 2024 22:21 WIB

Pelaku Pembunuhan Mayat dalam Koper adalah Seorang Guru Les Musik

  • Reporter : Ade Resty
  • | Jumat, 09 Jun 2023 16:41 WIB
Ibu korban, Ana Mariani

Ibu korban, Ana Mariani

Selalu.id - Angeline Nathania (21), korban pembunuhan yang mayatnya dimasukkan dalam koper merupakan mahasiswi salah satu kampus swasta di Surabaya. Angelina tewas di tangan guru les musik yang telah dikenal dekat selama lima tahun ini.

Guru musik dan teman dekat Angelina ini adalah Rochmat Bagus Apriatma (41) warga asal Gunung Anyar Kidul, Surabaya. Rochmat membunuh Angelina dengan cara mencekik, kemudian mayatnya dibungkus karung lalu dimasukin ke dalam koper, kemudian dibuang di Jalan Jurang Gajah Mungkur Cangar, Pacet, Mojokerto, Rabu (6/7/2023).

Baca Juga: Roy Terdakwa Pembunuhan Mahasiswi Dalam Koper Divonis 20 Tahun Penjara

Ibu korban Ana Mariani (54) menduga penyebab pelaku mengahabisi nyawa anaknya karena anaknya diketahui menanyakan keberadaan STNK mobil Mitshubishi Xpander warna abu-abo bernopol L-1893-FY yang biasa digunakan korban untuk berangkat kuliah. Pasalnya, tanpa sepengetahuan korban, pelaku berani menggadaikan mobil itu.

Mendengar informasi itu, Angeline lantas marah kepada pelaku. Pertengkaran antara keduanya tak terhindar. Sehingga, dia menduga anaknya dibunuh usai cekcok dengan pelaku.

“Anak saya tanya marah terus bertengkar baru dibunuh. Dia diajak keluar pakai mobil lain dibunuh,” jelasnya.

Baca Juga: Dikoper Ini Angelina Dibunuh dan Dibuang ke Jurang Pacet

Sementara itu, tante korban Ambar Kristina menduga pelaku berani menggadaikan mobil milik keponakannya lantaran terlilit hutang.

“Motifnya karena pelaku memiliki hutang sebesar Rp 25 juta. Dia sudah berkeluarga dan punya anak 3,” kata Ambar.

Baca Juga: Cekcok Sepasang Kekasih Berujung Pelaku Bunuh dan Masukkan Mayat Korban ke Koper

Dia menjelaskan sehari sebelum Angeline ditemukan, pihak kepolisian telah menginformasikan pelaku. Dirinya dan ibu Angeline juga sempat bertemu dengan pelaku. Menurutnya, pelaku tidak menunjukan rasa penyesalan.

“Pelaku santai, kaya psikopat gak ada rasa minta maaf ke mamanya,” terangnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading