Rabu, 22 Jul 2026 07:43 WIB

Antisipasi Banjir di Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi Malah Temukan Fakta Ini

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 30 Apr 2023 16:47 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya berbenah menangani kawasan-kawasan yang rawan banjir, ini dilakukan pascabanjir parah yang terjadi di Kawasan Jalan Mayjen Sungkono kemarin.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meminta para camat untuk mendata seluruh kawasan yang rawan banjir.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

"Mana saja yang banjir sudah direkap dan sudah saya sampaikan kepada DPRD juga. Mana yang dikerjakan menggunakan Dakel (Dana Kelurahan) 2023, sisanya Dakel 2024 plus anggaran dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Jadi tidak usah membangun yang besar-besar atau aneh-aneh, itu dulu. Kalau itu sudah selesai baru kita fokus yang lainnya,” kata Eri, Minggu (30/4/2023).

Eri mengungkapkan, yang menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemkot Surabaya adalah kawasan perkampungan yang rawan banjir. Apalagi, ia mengaku mendapat laporan langsung dari warga bahwa terdapat perkampungan yang sering mengalami banjir sejak puluhan tahun silam.

"Yang menjadi PR kita sekarang adalah perkampungan. Karena ada yang mengirim pesan di aplikasi WhatsApp saya, dia mengatakan kalau dari tahun 1980 banjir terus. Sekarang kita akan mengerjakan yang ada di posisi perkampungan, karena perkampungan ini sudah terjadi puluhan tahun," ungkapnya.

Sambil menunjukkan isi pesan tersebut, Wali Kota Eri menjelaskan, jika informasi tersebut ia terima dari Grup aplikasi WhatsApp Forkom LPMK Surabaya. Di sana turut bergabung para Kepala OPD, camat, lurah, dan RT/RW untuk mengetahui secara langsung persoalan di tingkat masyarakat.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

"Banyak terjadi permasalahan itu karena satu wilayah tidak ada tempat resapan air, lalu banyak dibangun rumah semua. Ini baru zaman saya tersampaikan hal yang seperti itu, ketika mendapatkan informasi dari masyarakat saya baru tahu semuanya kalau banjir. Ada di daerah Jalan Dukuh Kupang gang 10A, lalu di kawasan Dukuh Kupang RW 14 itu air sampai sepinggang karena cekung tempatnya dan air lewat, tetapi ketika hujan selesai hilang, ini yang akan kita selesaikan di tahun 2023/2024," jelasnya.

Meski begitu, jika intensitas hujan yang mengguyur Kota Surabaya tinggi, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir. Apabila terjadi banjir, dapat dipastikan hanya selama hujan berlangsung. Sebab, jika hujan reda, maka banjir juga akan segera surut.

"Surabaya ada berita apapun ketika hujan lalu banjir, itu sampai 20-30 cm tapi setelah hujan selesai pasti banjir hilang. Karena tidak ada banjir itu selama 4 jam, sehari atau dua hari, jangan sampailah. Surabaya tidak ada itu, maksimal 20 menit maksimal itu hilang, hujannya reda hilang,"tegasnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Tapi saya maunya saat hujan tidak ada banjir, maka saya mohon maaf kepada warga Surabaya di perkampungan yang terkena banjir sudah lama, saya mencari cara dulu," imbuhnya.

Ia mencontohkan, seperti kawasan perkampungan di Jalan Simo Hilir dan Petemon Surabaya. Setiap hujan selalu terjadi banjir, karena saluran air di kawasan tersebut telah penuh.

"Sebelah saluran langsung rumah, seharusnya ada aturan sebelah saluran ada jarak inspeksi. Sehingga saya harus bikin kolam tampung, ini harus membagi betul yang akan saya kerjakan di tahun 2024, semoga di tahun 2024 sudah selesai," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.