Kamis, 22 Okt 2026 00:24 WIB

Antisipasi Banjir di Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi Malah Temukan Fakta Ini

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 30 Apr 2023 16:47 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya berbenah menangani kawasan-kawasan yang rawan banjir, ini dilakukan pascabanjir parah yang terjadi di Kawasan Jalan Mayjen Sungkono kemarin.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meminta para camat untuk mendata seluruh kawasan yang rawan banjir.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

"Mana saja yang banjir sudah direkap dan sudah saya sampaikan kepada DPRD juga. Mana yang dikerjakan menggunakan Dakel (Dana Kelurahan) 2023, sisanya Dakel 2024 plus anggaran dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Jadi tidak usah membangun yang besar-besar atau aneh-aneh, itu dulu. Kalau itu sudah selesai baru kita fokus yang lainnya,” kata Eri, Minggu (30/4/2023).

Eri mengungkapkan, yang menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemkot Surabaya adalah kawasan perkampungan yang rawan banjir. Apalagi, ia mengaku mendapat laporan langsung dari warga bahwa terdapat perkampungan yang sering mengalami banjir sejak puluhan tahun silam.

"Yang menjadi PR kita sekarang adalah perkampungan. Karena ada yang mengirim pesan di aplikasi WhatsApp saya, dia mengatakan kalau dari tahun 1980 banjir terus. Sekarang kita akan mengerjakan yang ada di posisi perkampungan, karena perkampungan ini sudah terjadi puluhan tahun," ungkapnya.

Sambil menunjukkan isi pesan tersebut, Wali Kota Eri menjelaskan, jika informasi tersebut ia terima dari Grup aplikasi WhatsApp Forkom LPMK Surabaya. Di sana turut bergabung para Kepala OPD, camat, lurah, dan RT/RW untuk mengetahui secara langsung persoalan di tingkat masyarakat.

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

"Banyak terjadi permasalahan itu karena satu wilayah tidak ada tempat resapan air, lalu banyak dibangun rumah semua. Ini baru zaman saya tersampaikan hal yang seperti itu, ketika mendapatkan informasi dari masyarakat saya baru tahu semuanya kalau banjir. Ada di daerah Jalan Dukuh Kupang gang 10A, lalu di kawasan Dukuh Kupang RW 14 itu air sampai sepinggang karena cekung tempatnya dan air lewat, tetapi ketika hujan selesai hilang, ini yang akan kita selesaikan di tahun 2023/2024," jelasnya.

Meski begitu, jika intensitas hujan yang mengguyur Kota Surabaya tinggi, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir. Apabila terjadi banjir, dapat dipastikan hanya selama hujan berlangsung. Sebab, jika hujan reda, maka banjir juga akan segera surut.

"Surabaya ada berita apapun ketika hujan lalu banjir, itu sampai 20-30 cm tapi setelah hujan selesai pasti banjir hilang. Karena tidak ada banjir itu selama 4 jam, sehari atau dua hari, jangan sampailah. Surabaya tidak ada itu, maksimal 20 menit maksimal itu hilang, hujannya reda hilang,"tegasnya.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

"Tapi saya maunya saat hujan tidak ada banjir, maka saya mohon maaf kepada warga Surabaya di perkampungan yang terkena banjir sudah lama, saya mencari cara dulu," imbuhnya.

Ia mencontohkan, seperti kawasan perkampungan di Jalan Simo Hilir dan Petemon Surabaya. Setiap hujan selalu terjadi banjir, karena saluran air di kawasan tersebut telah penuh.

"Sebelah saluran langsung rumah, seharusnya ada aturan sebelah saluran ada jarak inspeksi. Sehingga saya harus bikin kolam tampung, ini harus membagi betul yang akan saya kerjakan di tahun 2024, semoga di tahun 2024 sudah selesai," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).