Kamis, 04 Jun 2026 06:25 WIB

Antisipasi Banjir di Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi Malah Temukan Fakta Ini

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 30 Apr 2023 16:47 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya berbenah menangani kawasan-kawasan yang rawan banjir, ini dilakukan pascabanjir parah yang terjadi di Kawasan Jalan Mayjen Sungkono kemarin.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meminta para camat untuk mendata seluruh kawasan yang rawan banjir.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Mana saja yang banjir sudah direkap dan sudah saya sampaikan kepada DPRD juga. Mana yang dikerjakan menggunakan Dakel (Dana Kelurahan) 2023, sisanya Dakel 2024 plus anggaran dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Jadi tidak usah membangun yang besar-besar atau aneh-aneh, itu dulu. Kalau itu sudah selesai baru kita fokus yang lainnya,” kata Eri, Minggu (30/4/2023).

Eri mengungkapkan, yang menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemkot Surabaya adalah kawasan perkampungan yang rawan banjir. Apalagi, ia mengaku mendapat laporan langsung dari warga bahwa terdapat perkampungan yang sering mengalami banjir sejak puluhan tahun silam.

"Yang menjadi PR kita sekarang adalah perkampungan. Karena ada yang mengirim pesan di aplikasi WhatsApp saya, dia mengatakan kalau dari tahun 1980 banjir terus. Sekarang kita akan mengerjakan yang ada di posisi perkampungan, karena perkampungan ini sudah terjadi puluhan tahun," ungkapnya.

Sambil menunjukkan isi pesan tersebut, Wali Kota Eri menjelaskan, jika informasi tersebut ia terima dari Grup aplikasi WhatsApp Forkom LPMK Surabaya. Di sana turut bergabung para Kepala OPD, camat, lurah, dan RT/RW untuk mengetahui secara langsung persoalan di tingkat masyarakat.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

"Banyak terjadi permasalahan itu karena satu wilayah tidak ada tempat resapan air, lalu banyak dibangun rumah semua. Ini baru zaman saya tersampaikan hal yang seperti itu, ketika mendapatkan informasi dari masyarakat saya baru tahu semuanya kalau banjir. Ada di daerah Jalan Dukuh Kupang gang 10A, lalu di kawasan Dukuh Kupang RW 14 itu air sampai sepinggang karena cekung tempatnya dan air lewat, tetapi ketika hujan selesai hilang, ini yang akan kita selesaikan di tahun 2023/2024," jelasnya.

Meski begitu, jika intensitas hujan yang mengguyur Kota Surabaya tinggi, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir. Apabila terjadi banjir, dapat dipastikan hanya selama hujan berlangsung. Sebab, jika hujan reda, maka banjir juga akan segera surut.

"Surabaya ada berita apapun ketika hujan lalu banjir, itu sampai 20-30 cm tapi setelah hujan selesai pasti banjir hilang. Karena tidak ada banjir itu selama 4 jam, sehari atau dua hari, jangan sampailah. Surabaya tidak ada itu, maksimal 20 menit maksimal itu hilang, hujannya reda hilang,"tegasnya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Tapi saya maunya saat hujan tidak ada banjir, maka saya mohon maaf kepada warga Surabaya di perkampungan yang terkena banjir sudah lama, saya mencari cara dulu," imbuhnya.

Ia mencontohkan, seperti kawasan perkampungan di Jalan Simo Hilir dan Petemon Surabaya. Setiap hujan selalu terjadi banjir, karena saluran air di kawasan tersebut telah penuh.

"Sebelah saluran langsung rumah, seharusnya ada aturan sebelah saluran ada jarak inspeksi. Sehingga saya harus bikin kolam tampung, ini harus membagi betul yang akan saya kerjakan di tahun 2024, semoga di tahun 2024 sudah selesai," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.

Jaring Atlet Jelang Porprov Jatim 2027, Pordasi Sidoarjo Gelar Lomba Berkuda

Federasi berkuda Sidoarjo membuka kesempatan seluas-luasnya bagi atlet muda untuk berpartisipasi tanpa terbebani biaya. Menampilkan bakat hingga jadi atlet.