Minggu, 06 Sep 2026 00:15 WIB

Dampak Larangan Bukber Pejabat dan ASN, Okupansi Restoran dan Hotel Menurun 20 Persen, PHRI Mengeluh

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 28 Mar 2023 17:10 WIB
Ketua PHRI Jatim Dwi Cahyono
Ketua PHRI Jatim Dwi Cahyono

Selalu.id - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) keberatan soal larangan buka bersama di hotel dan restoran untuk pejabat atau pegawai ASN di lingkungan pemerintahan. Hal itu dikarenakan, kebijakan tersebut berdampak pada okupansi hotel, terutama saat ini hotel sedang dalam kondisi pemulihan pasca pandemi Covid-19. Respon tersebut disampaikan oleh Ketua PHRI Jatim Dwi Cahyono, yang menyebut bulan Ramadan okupansi hotel menurun hingga mencapai 20 persen.

"Kita belum pulih betul, masih recovery pandemi kemarin, ini sudah agak merangkak. Bulan puasa ini turun, okupansi bisa menyentuh 20 persen, sedangkan kewajiban banyak. Harapannya saat puasa buka puasa, ada event buka puasa," kata Dwi Cahyono.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Dwi menjelaskan, aturan larangan tersebut masih belum jelas dipahami. Lantaran, aturan itu berdampak tidak hanya pada hotel dan restoran tapi juga UMKM dan event buka puasa bersama.

"Karena aturan terkait larangan itu belum sepenuhnya jelas dipahami. Pejabat siapa saja, pejabatnya yang mengadakan atau dia yang diundang atau bagaimana? Ini membuat masyarakat bingung," ujarnya.

Ia pun menjelaskan bahwa kebijakan ini berdampak pada banyak sektor. Sekalipun masyarakat umum diizinkan untuk penyelenggarakan buka puasa di hotel atau restoran tetap menyebabkan kebingungan.

"Biasanya buka bersama itu memiliki banyak rangkaian banyak link, selalu ada santunan anak yatim, selalu ada bingkisan yang melibatkan UMKM. Ada juga mengundang pejabat, dan dengan kebijakan ini bisa jadi pejabat yang diundang ternyata tidak berani datang terkait perizinan. Aturannya belum jelas, tapi dampak sudah jelas," lanjutnya.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Sehingga, PHRI Jatim meminta kepada pemerintah untuk meringankan aturan pejabat maupun ASN untuk larangan bukber tersebut. "Jadi kejelasan-kejelasan aturan itu yang membuat kebingunan dan jadi tidak berani mengadakan acara ini," ungkapnya.

Lebih lanjut Dwi menjelaskan bahwa pihaknya juga harus menghidupi para karyawan. Sedangkan pemasukan sektor jasa seperti hotel dan restoran banyak bergantung pada event-event yang diselenggarakan seperti buka bersama, santunan anak yatim, dan simbiosis mutalisme yang terjadi antara hotel, restoran dan UMKM.

"Kita berharap bisa lebih bijak pemerintah saat memberikan aturan," ucapnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Terlebih sektor jasa hotel dan restoran di kota-kota besar seperti Surabaya, Malang, Batu, Banyuwangi, dan Pasuruan, penyelenggara event-event besar seperti itu kebanyakan dari kegiatan pemerintahan.

"Ada kementerian, ada BUMN yang berkaitan dengan event. Hampir semua buka bersama resmi berkaitan dengan institusi pemerintah. Di kota-kota besar memang seperti itu," pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.