Senin, 28 Sep 2026 01:16 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Mufti Anam: Efektif Jawab Tantangan Zaman

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 26 Mar 2023 21:10 WIB
Sosialisasi empat Pilar di Pasuruan
Sosialisasi empat Pilar di Pasuruan

selalu.id - Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, terus bergerak mengajak masyarakat memahami dan menginternalisasi nilai-nilai dalam empat pilar kebangsaan ke kehidupan sehari-hari.

Empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara tersebut, jelas Mufti, adalah Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Konsolidasi empat pilar ini pertama kali dilakukan oleh Almarhum Taufiq Kiemas saat tokoh kelahiran Sumatera itu menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2009-2014.

Baca Juga: 6,1 Juta Batang Rokok dan Ribuan Liter Miras di Pasuruan Dimusnahkan

"Dewasa ini kita menyaksikan berbagai tantangan zaman yang cukup berat. Sikap individualisme, intoleransi, hingga situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih dari pandemi Covid-19. Dengan empat pilar kebangsaan, saya yakin kita bisa menjawab beragam tantangan bangsa," ujar Mufti Anas ketika menggelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Pasuruan, 24 Maret 2023.

Acara sosialisasi empat pilar kebangsaan tersebut diikuti oleh warga Pasuruan dari berbagai kelompok masyarakat, mulai komunitas perwakilan, majelis pengajian, santri, ormas keagamaan, dan kalangan anak muda.

Mufti Anam membeberkan, pandemi telah berdampak pada berbagai lini kehidupan masyarakat, dari kesehatan, pendidikan, sosial, hingga ekonomi. Saat ini, imbuh mantan ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur tersebut, Indonesia memang memasuki fase pemulihan ekonomi. Meski demikian, masih terdapat berbagai tantangan bangsa yang tidsk mudah.

"Maka diperlukan internalisasi empat pilar kebangsaan di setiap lini kehidupan bermasyarakat kita," ujar Mufti.

Salah satu dari empat pilar itu, papar politisi muda itu, adalah Pancasila, ideologi bangsa, falsafah hidup, dan dasar negara, yang digali Bung Karno dari kebudayaan dan kearifan lokal bangsa Indonesia. Pancasila pertama kali dicetuskan Bung Karno dalam pidato 1 Juni 1945.

Baca Juga: Gagal Curi Motor: Pelaku Lemparkan Bondet di Pasuruan, Satu Terluka

"Pancasila itu memang bersumber atau berasal dari rakyat Indonesia sendiri," jelasnya.

Dari Pancasila, lanjut Mufti, kita bisa menggali nilai gotong royong yang bisa diimplementasikan dalam pemulihan ekonomi.

"Misalnya bagaimana kita bersama-sama membantu UMKM. Yang mampu, ayo beli produk UMKM dan produk dalam negeri. Itulah namanya gotong royong," jelasnya.

Jika semua bersama-sama melaksanakan tindakan sederhana itu, papar Mufti, niscaya ekonomi rakyat akan berderap kencang.

Baca Juga: Hari Jadi ke-1.097, Pemkab Pasuruan Ajak Semua Pihak Bergerak Bareng Bangun Daerah

"Sehingga pemulihan ekonomi bisa lebih cepat dilakukan," ujar mantan aktivis Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) tersebut.

Mufti juga mengajak warga untuk selalu menjunjung tinggi kerukunan antar umat beragama.

"Meski berbeda agama, meski berbeda suku; kita berada dalam satu rumah besar: Indonesia tercinta. Kalau kita bertengkar karena beda agama, negara tidak akan bisa maju, daerah kita tidak akan bisa maju," pungkasnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gunung Merapi Kembali Erupsi, Warga Diimbau Waspada

Atas kondisi ini, BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi bahaya.

Persela Lamongan Bantai PSBS Biak 6-0, Ini Kata Coach Bima Sakti

Tambahan tiga angka ini membuat Persela Lamongan kokoh di papan atas Grup B dengan mengemas 9 poin sempurna dari tiga laga.

Pesawat Militer Kongo Jatuh di Pemukiman: 17 Orang Tewas, Termasuk Dua Jenderal

Militer Republik Demokratik Kongo membenarkan dua petinggi hukum militer berada di dalam penerbangan naas tersebut saat menjalankan tugas resmi.

Jejak Kejam Ferdy Sambo dalam Film Skenario Sang Jenderal

Film ini merangkai kronologi tragedi pada 8 Juli 2022 ketika Brigadir J ditemukan tewas di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta.

Foto: Perjuangan Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban KM Virgo Transport 8

Setibanya di Banjarmasin, para korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani proses identifikasi serta penanganan medis oleh tim ahli.

Kisah Pilu ART Diperas hingga Disekap Penyalur Kerja Ilegal di Surabaya

Kisah ini bermula lewat linimasa TikTok, yang mengunggah penyaluran jasa ART di kawasan Gunung Anyar, Surabaya. Para korban tergiur karena gaji Rp3 juta.