Rabu, 23 Sep 2026 18:03 WIB

Dugaan Kekerasan Anak di Shelter, Khusnul: Rusak Citra Kota Layak Anak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 03 Mar 2023 13:27 WIB
Ketua Komisi D PRDR Surabaya, Khusnul Khotimah
Ketua Komisi D PRDR Surabaya, Khusnul Khotimah

selalu.id - Munculnya dugaan kasus kekerasan terhadap anak di shelter atau rumah aman milik Pemkot Surabaya memantik kecaman banyak pihak. Salah satunya datang dari Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah.

Khusnul mengaku sangat kaget dan prihatin atas terjadinya dugaan kekerasan tersebut. Menurutnya, kejadian itu seharusnya tidak terjadi, apalagi tempatnya di rumah aman yang berfungsi memberikan rasa aman kepada para penghuninya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Telusuri Riwayat Tanah di Karangpoh, BPN Mangkir RDP

"Saya sangat prihatin dengan terjadinya kasus ini. Beberapa waktu lalu kekerasan pada anak terjadi di lembaga pendidikan, sekarang di tempat yang seharusnya anak-anak mendapat perlindungan. Ini sungguh miris," ungkapnya dengan nada geram, saat dikonfirmasi, Jumat (3/3/2023).

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini meminta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APP-KB) Surabaya dan pihak terkait, untuk menuntaskan kasus tersebut. Ia khawatir kepercayaan masyarakat luntur, hanya gara-gara satu oknum saja.

Legislator perempuan dari Fraksi PDI Perjuangan ini pun meminta pelaku untuk diberikan sanksi tegas, sekalipun itu pejabat yang seharusnya mengayomi warganya. Sebab perilakunya sudah di luar batas dan merusak citra Surabaya sebagai kota ramah anak.

Baca Juga: Kisah Tifa, Siswi SMKN 5 Surabaya Tak Mampu Beli Seragam Tapi Tercatat Kaya

"Surabaya tengah bersiap menjadi Kota Layak Anak Dunia. Dengan masih adanya kasus-kasus kekerasan terhadap anak ini, tentu menjadi penghambat. Untuk itu, kasus semacam ini harus menjadi perhatian serius Pemkot Surabaya," ungkapnya.

Sebelumnya oknum anggota Linmas (Perlindungan Masyarakat) dilaporkan polisi, usai diduga menganiaya salah satu anak penghuni baru shelter atau rumah aman yang dikelola Pemkot Surabaya.

Baca Juga: Proyek Drainase Kelurahan Ancam Pasokan Air Bersih di Surabaya

Oknum BG (35) pada Rabu (1/3/2023) dilaporkan oleh ibu F (38) karena diduga telah menganiaya RPR (17) anaknya, yang dititipkan di shelter usai berurusan dengan hukum.

Dalam keterangan resminya, RPR mengaku disuruh B merayap diatas paving hingga tangannya luka. Jika tidak menuruti perintah BG, korban diancam dipukuli atau disetrum. BG juga mengoleskan balsem ke mata RPR dengan dalih melakukan rukiah sampai mata korban bengkak dan merah. (Ade/SL1)

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Ketika Sedekah Bumi dan Pengajian Satukan Warga Sidoarjo

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan bahwa Sedekah Bumi merupakan bentuk rasa syukur sekaligus momentum untuk memperkuat silaturahmi antarwarga.

Update Korban KM Virgo Transport 8: Satu Ditemukan Lagi, 116 Masih dalam Pencarian

Sebanyak 108 orang dinyatakan selamat dan 19 orang meninggal dunia. Sementara itu, 116 orang lainnya masih dalam pencarian.

Mulai Bulan Depan ASN Surabaya Ngantor di Balai RW, Ini Perintah Tegas Wali Kota Eri

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta setiap Kepala Perangkat Daerah menempatkan ASN yang memiliki kemampuan untuk menjadi pengampu wilayah.

KPK Geledah Kantor BPN Kota Mojokerto Usut Kasus Suap HGB

Juru bicara KPK Budi Prasetyo, membenarkan adanya kegiatan penggeledahan paksa yang dilakukan oleh penyidik di Kantor ATR/BPN Kota Mojokerto.

Pemkot Mojokerto Bekali Warga Skill Terampil Demi Kemandirian Ekonomi

Bersama Balai Latihan Kerja Mojokerto, pemerintah kota kembali membuka Batch II tahun 2026.

Bikin Merinding, Begini Suara Mengerikan saat Medan Magnet Bumi Berbalik Arah

Data inti es menunjukkan kadar Berilium-10, isotop yang terbentuk dari hantaman radiasi kosmik, melonjak hingga dua kali lipat.