Jumat, 05 Jun 2026 15:58 WIB

Gandeng Model Difabel, Namira Ecoprint Pamerkan Karya Batik Ramah Lingkungannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 20 Feb 2023 11:09 WIB
Para model memperagakan karya busana Namira Ecoprint
Para model memperagakan karya busana Namira Ecoprint

selalu.id - Namira Ecoprint mempamerkan karya-karyanya melalui fashion show di Tunjungan Plaza Surabaya pada Minggu, (19/2/2023). Namira juga menggandeng model difabel untuk memperagakan batik ramah lingkungan tersebut.

"Kita diminta untuk fashion. Mereka tertarik karena punya kita itu ramah lingkungan. Kebetulan kita satu-satunya yang dapat sertifikat yang ramah lingkungan,"kata Owner Namira Ecoprint, Yayuk Eko Agustin Wahyuni, kepada selalu.id.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Yayuk menyampaikan, dirinya mengajak dua model difabel yakni, Martha Rahayu (21) dan Maharatha Kumara Dewangga (21). Mereka tunarungu dan tunawicara yang bekerja di Arsyadina, usaha konveksi yang bermarkas di Simo Sidomulyo V Nomor 5, Surabaya.

"Dua difabel, kami kerjasama dengan teman -teman disabilitas kita angkat jadi model,"ujar Yayuk.

Meski dengan keterbatasan, penampilan kedua model difabel itu cukup memukau para pengunjung. Mereka bisa membuktikan diri tampil ekspresif di atas catwalk. Keduanya juga terlihat tidak canggung bersama model-model profesional.

Ketika nama mereka disebut MC sebagai model yang juga penyandang disabilitas, tepuk tangan riuh pun bergema. Banyak pengunjung yang surprise melihat penampilannya.

Tampilnya dua model difabel ini tak lepas dari peran Yayuk sebagai owner Namira Ecoprint yang menemukan mereka ketika bertandang ke workshop Arsyadina.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Sejak 2019 Yayuk merintis usahanya, hingga menjalin kerja sama dengan Arsyadina yang sebagian pekerjanya adalah kaum difabel.

"Selain bisa menjahit, saya tahu anak-anak itu suka ikut fashion show. Saya lihat kok punya bakat, ya kemudian saya ajak tampil di fashion show Namira Ecoprint ini," tutur Yayuk Eko.

Penilaian Yayuk itu ternyata tidak meleset. Marta dan Angga mampu menunjukkan kemampuan dirinya bisa tampil bersama model-model profesional.

Dalam gelaran itu, Martha dan Angga tampil dua kali, yakni pada pukul 14.00 WIB dan jam 16.00 WIB. Mereka mengenakan produk Ecoprint, mulai dari baju, jaket, helaian kain, tas, dan pernak-pernik lainnya.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"Mereka berjalan penuh percaya diri. Ini yang membuat saya terkesan dan bangga," ucapnya.

Baik Marta maupun Angga mengaku sempat berdebar-debar ketika kali pertama tampil di acara fashion show itu.

"Ya pastilah grogi. Apalagi ini acara besar. Dilihat banyak orang. Tapi alhamdulillah, semua bisa berjalan lancar," aku Marta dengan bahasa isyarat yang diterjemahkan oleh orang tuanya, Suparmi. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peristiwa Tak Terduga, Siapkan Mental dan Hati-hati

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini diulas lengkap, banyak kejutan.

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.