Minggu, 06 Sep 2026 06:50 WIB

Gandeng Model Difabel, Namira Ecoprint Pamerkan Karya Batik Ramah Lingkungannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 20 Feb 2023 11:09 WIB
Para model memperagakan karya busana Namira Ecoprint
Para model memperagakan karya busana Namira Ecoprint

selalu.id - Namira Ecoprint mempamerkan karya-karyanya melalui fashion show di Tunjungan Plaza Surabaya pada Minggu, (19/2/2023). Namira juga menggandeng model difabel untuk memperagakan batik ramah lingkungan tersebut.

"Kita diminta untuk fashion. Mereka tertarik karena punya kita itu ramah lingkungan. Kebetulan kita satu-satunya yang dapat sertifikat yang ramah lingkungan,"kata Owner Namira Ecoprint, Yayuk Eko Agustin Wahyuni, kepada selalu.id.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Yayuk menyampaikan, dirinya mengajak dua model difabel yakni, Martha Rahayu (21) dan Maharatha Kumara Dewangga (21). Mereka tunarungu dan tunawicara yang bekerja di Arsyadina, usaha konveksi yang bermarkas di Simo Sidomulyo V Nomor 5, Surabaya.

"Dua difabel, kami kerjasama dengan teman -teman disabilitas kita angkat jadi model,"ujar Yayuk.

Meski dengan keterbatasan, penampilan kedua model difabel itu cukup memukau para pengunjung. Mereka bisa membuktikan diri tampil ekspresif di atas catwalk. Keduanya juga terlihat tidak canggung bersama model-model profesional.

Ketika nama mereka disebut MC sebagai model yang juga penyandang disabilitas, tepuk tangan riuh pun bergema. Banyak pengunjung yang surprise melihat penampilannya.

Tampilnya dua model difabel ini tak lepas dari peran Yayuk sebagai owner Namira Ecoprint yang menemukan mereka ketika bertandang ke workshop Arsyadina.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Sejak 2019 Yayuk merintis usahanya, hingga menjalin kerja sama dengan Arsyadina yang sebagian pekerjanya adalah kaum difabel.

"Selain bisa menjahit, saya tahu anak-anak itu suka ikut fashion show. Saya lihat kok punya bakat, ya kemudian saya ajak tampil di fashion show Namira Ecoprint ini," tutur Yayuk Eko.

Penilaian Yayuk itu ternyata tidak meleset. Marta dan Angga mampu menunjukkan kemampuan dirinya bisa tampil bersama model-model profesional.

Dalam gelaran itu, Martha dan Angga tampil dua kali, yakni pada pukul 14.00 WIB dan jam 16.00 WIB. Mereka mengenakan produk Ecoprint, mulai dari baju, jaket, helaian kain, tas, dan pernak-pernik lainnya.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

"Mereka berjalan penuh percaya diri. Ini yang membuat saya terkesan dan bangga," ucapnya.

Baik Marta maupun Angga mengaku sempat berdebar-debar ketika kali pertama tampil di acara fashion show itu.

"Ya pastilah grogi. Apalagi ini acara besar. Dilihat banyak orang. Tapi alhamdulillah, semua bisa berjalan lancar," aku Marta dengan bahasa isyarat yang diterjemahkan oleh orang tuanya, Suparmi. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.