Rabu, 22 Jul 2026 23:14 WIB

Gandeng Model Difabel, Namira Ecoprint Pamerkan Karya Batik Ramah Lingkungannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 20 Feb 2023 11:09 WIB
Para model memperagakan karya busana Namira Ecoprint
Para model memperagakan karya busana Namira Ecoprint

selalu.id - Namira Ecoprint mempamerkan karya-karyanya melalui fashion show di Tunjungan Plaza Surabaya pada Minggu, (19/2/2023). Namira juga menggandeng model difabel untuk memperagakan batik ramah lingkungan tersebut.

"Kita diminta untuk fashion. Mereka tertarik karena punya kita itu ramah lingkungan. Kebetulan kita satu-satunya yang dapat sertifikat yang ramah lingkungan,"kata Owner Namira Ecoprint, Yayuk Eko Agustin Wahyuni, kepada selalu.id.

Baca Juga: 75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Yayuk menyampaikan, dirinya mengajak dua model difabel yakni, Martha Rahayu (21) dan Maharatha Kumara Dewangga (21). Mereka tunarungu dan tunawicara yang bekerja di Arsyadina, usaha konveksi yang bermarkas di Simo Sidomulyo V Nomor 5, Surabaya.

"Dua difabel, kami kerjasama dengan teman -teman disabilitas kita angkat jadi model,"ujar Yayuk.

Meski dengan keterbatasan, penampilan kedua model difabel itu cukup memukau para pengunjung. Mereka bisa membuktikan diri tampil ekspresif di atas catwalk. Keduanya juga terlihat tidak canggung bersama model-model profesional.

Ketika nama mereka disebut MC sebagai model yang juga penyandang disabilitas, tepuk tangan riuh pun bergema. Banyak pengunjung yang surprise melihat penampilannya.

Tampilnya dua model difabel ini tak lepas dari peran Yayuk sebagai owner Namira Ecoprint yang menemukan mereka ketika bertandang ke workshop Arsyadina.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Sejak 2019 Yayuk merintis usahanya, hingga menjalin kerja sama dengan Arsyadina yang sebagian pekerjanya adalah kaum difabel.

"Selain bisa menjahit, saya tahu anak-anak itu suka ikut fashion show. Saya lihat kok punya bakat, ya kemudian saya ajak tampil di fashion show Namira Ecoprint ini," tutur Yayuk Eko.

Penilaian Yayuk itu ternyata tidak meleset. Marta dan Angga mampu menunjukkan kemampuan dirinya bisa tampil bersama model-model profesional.

Dalam gelaran itu, Martha dan Angga tampil dua kali, yakni pada pukul 14.00 WIB dan jam 16.00 WIB. Mereka mengenakan produk Ecoprint, mulai dari baju, jaket, helaian kain, tas, dan pernak-pernik lainnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Mereka berjalan penuh percaya diri. Ini yang membuat saya terkesan dan bangga," ucapnya.

Baik Marta maupun Angga mengaku sempat berdebar-debar ketika kali pertama tampil di acara fashion show itu.

"Ya pastilah grogi. Apalagi ini acara besar. Dilihat banyak orang. Tapi alhamdulillah, semua bisa berjalan lancar," aku Marta dengan bahasa isyarat yang diterjemahkan oleh orang tuanya, Suparmi. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.