Selasa, 22 Sep 2026 16:08 WIB

BNN Tes Urin Ratusan Pegawai Sekwan DPRD Surabaya, 7 Orang Dikabarkan Positif

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 14 Des 2022 13:35 WIB
Gedung DPRD Surabaya. Foto: Istimewa
Gedung DPRD Surabaya. Foto: Istimewa

selalu.id - Pegawai Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Surabaya menjalani tes urin yang digelar oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota (BNNK) Surabaya.

Informasi yang diterima selalu.id, dari 362 orang yang dites diduga ada 7 orang positif narkoba. Namun, BNNK enggan membenarkan yang positif tersebut.

Baca Juga: Bansos di Surabaya Tak Lihat Desil, Eri Cahyadi: Ada yang Masih Belum Dapat Bantuan

Konselor Adiksi Ahli Muda BNNK Surabaya, Singgih Widi Pratomo mengatakan, pihaknya hanya melakukan screening urine test terhadap pegawai honorer atau Sekwan DPRD Surabaya.

"Kita itu melakukan undangan dari sekwan DPRD Surabaya untuk melakukan screening urine test (pegawai) honorer (dewan) dan sampai saat ini masih berlangsung. Kita hanya undangan, biar sekretariat DPRD yang menyampaikan (hasil tes urine),"kata Singgih, saat ditemui Selalu.id, Rabu (14/12/2022).

Singgih menyampaikan, sampai saat ini diantaranya 362 pegawai tersebut, 41 diantaranya telah menjalankan tes urine.

"Hari ini ada 41 orang.Minggu ini dikasih hasilnya, cuman pegawai yang ditest,"ujarnya.

Berdasarkan penelitian, Singgih menegaskan hal itu wajar biasanya dari 50 pemeriksaan hanya ditemukan satu. Ia menyebut, hal ini adalah sifat screening bukanlah diagnosa pasti.

"Katakanlah (misal) ada yang sakit habis operasi kemudian ada obat penenang disitu, ada muncul zat itu (mengandung narkoba),"sebutnya.

Baca Juga: Investasi 5 Miliar Lewat PT OSO Sekuritas, Dua Terdakwa Divonis Satu hingga 2,5 Tahun

Singgih menjelaskan bahwa memang ada obat yang mengandung zat narkoba. Sehingga, bisa saja positif. Namun, zat yang diberikan memang sedikit yang terkandung diobat. Tetapi, yang tak wajar ketika dia mengkonsumsi zat yang berlebih di dalam obat.

"Jadi contoh kita batuk katakanlah minum obat batuk yang merupakan turunan (zat narkoba). Bisa jadi positif,"tegasnya.

"Yang dilarang oleh negara itu kan menyalahkan obat (narkoba). Artinya ada golongan narkotika yang boleh pengobatan,"lanjutnya.

Sementara itu, Sekwan DPRD Surabaya, Mutandar menyampaikan bahwa hasil tes urine saat ini belum selesai. Pihaknya, membuatkan surat untuk yang terjaring yang diduga positif narkoba tersebut.

Baca Juga: DPRD Surabaya Telusuri Riwayat Tanah di Karangpoh, BPN Mangkir RDP

"Belum final, jadi masih ada yang belum, yang belum saya buatkan surat untuk tes susulan yang belum terjaring kemarin. Semua harus kena. Hasilnya belum keluar,"katanya.

Terkait 7 orang yang terduga positif tersebut, Mutandar enggan menyebutkan karena data akurasi yang berhak adalah BNNK.

"Selama data akurasi BNN aku gak berani ngomong, kemarin sudah dilakukan ajah dan ada yang kurang. Mangkane sopo aku gak ero (yang positif) sangat tidak tau. Hasilnya belum dikirim ke aku,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Dua Pesilat Diringkus Gegara Keroyok Pemotor di Mojokerto

Aksi pengeroyokan itu dilakukan oleh massa perguruan silat ketika mereka sedang melakukan aksi konvoi.

Pelindo Ajak Pekerja dan Masyarakat Merawat Cerita Nusantara Lewat Fotografi

Tradisi, wajah masyarakat, kesenian, hingga kearifan lokal dari berbagai daerah direkam dan ditampilkan dalam pameran fotografi.

Warga Mengeluh Sesak Napas, Tim Home Care Gerak Cepat Rujuk ke Rumah Sakit di Jember

Dinas Kesehatan bersama tim Home Care tidak akan melepas begitu saja.

Proyek Jembatan Candinegoro, Wabup Mimik Temukan Keterlambatan dan Spesifikasi Teknis

Mimik temukan progres pembangunan baru mencapai sekitar 17 persen.

Kadin Sebut 10 SPPG Bakal Terbit SLHS, Kadinkes Sidoarjo: Baru Dua Lainnya Belum

SPPG lainnya masih harus menyelesaikan perbaikan dan menjalani pemeriksaan sesuai persyaratan yang ditetapkan.

Sembilan Calon Jemaah Umrah PT Annisa Ahmada di Mojokerto Lapor Polisi, Diduga Ditipu

Mereka menuduh adanya dugaan penipuan disertai penggelapan.