Rabu, 22 Jul 2026 07:31 WIB

BNN Tes Urin Ratusan Pegawai Sekwan DPRD Surabaya, 7 Orang Dikabarkan Positif

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 14 Des 2022 13:35 WIB
Gedung DPRD Surabaya. Foto: Istimewa
Gedung DPRD Surabaya. Foto: Istimewa

selalu.id - Pegawai Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Surabaya menjalani tes urin yang digelar oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota (BNNK) Surabaya.

Informasi yang diterima selalu.id, dari 362 orang yang dites diduga ada 7 orang positif narkoba. Namun, BNNK enggan membenarkan yang positif tersebut.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Konselor Adiksi Ahli Muda BNNK Surabaya, Singgih Widi Pratomo mengatakan, pihaknya hanya melakukan screening urine test terhadap pegawai honorer atau Sekwan DPRD Surabaya.

"Kita itu melakukan undangan dari sekwan DPRD Surabaya untuk melakukan screening urine test (pegawai) honorer (dewan) dan sampai saat ini masih berlangsung. Kita hanya undangan, biar sekretariat DPRD yang menyampaikan (hasil tes urine),"kata Singgih, saat ditemui Selalu.id, Rabu (14/12/2022).

Singgih menyampaikan, sampai saat ini diantaranya 362 pegawai tersebut, 41 diantaranya telah menjalankan tes urine.

"Hari ini ada 41 orang.Minggu ini dikasih hasilnya, cuman pegawai yang ditest,"ujarnya.

Berdasarkan penelitian, Singgih menegaskan hal itu wajar biasanya dari 50 pemeriksaan hanya ditemukan satu. Ia menyebut, hal ini adalah sifat screening bukanlah diagnosa pasti.

"Katakanlah (misal) ada yang sakit habis operasi kemudian ada obat penenang disitu, ada muncul zat itu (mengandung narkoba),"sebutnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Singgih menjelaskan bahwa memang ada obat yang mengandung zat narkoba. Sehingga, bisa saja positif. Namun, zat yang diberikan memang sedikit yang terkandung diobat. Tetapi, yang tak wajar ketika dia mengkonsumsi zat yang berlebih di dalam obat.

"Jadi contoh kita batuk katakanlah minum obat batuk yang merupakan turunan (zat narkoba). Bisa jadi positif,"tegasnya.

"Yang dilarang oleh negara itu kan menyalahkan obat (narkoba). Artinya ada golongan narkotika yang boleh pengobatan,"lanjutnya.

Sementara itu, Sekwan DPRD Surabaya, Mutandar menyampaikan bahwa hasil tes urine saat ini belum selesai. Pihaknya, membuatkan surat untuk yang terjaring yang diduga positif narkoba tersebut.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Belum final, jadi masih ada yang belum, yang belum saya buatkan surat untuk tes susulan yang belum terjaring kemarin. Semua harus kena. Hasilnya belum keluar,"katanya.

Terkait 7 orang yang terduga positif tersebut, Mutandar enggan menyebutkan karena data akurasi yang berhak adalah BNNK.

"Selama data akurasi BNN aku gak berani ngomong, kemarin sudah dilakukan ajah dan ada yang kurang. Mangkane sopo aku gak ero (yang positif) sangat tidak tau. Hasilnya belum dikirim ke aku,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.