Senin, 07 Sep 2026 16:33 WIB

PLN NP Panen Perdana Pohon Kaliandra Sebagai Bahan Baku Co-Firing PLTU

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 03 Des 2022 14:28 WIB
Panen perdana pohon Kaliandra PLN NP
Panen perdana pohon Kaliandra PLN NP

selalu.id - PLN Nusantara Power (PLN NP) selaku subholding pembangkitan terbesar di Asia Tenggara terus menebalkan komitmennya dalam mewujudkan dekarbonisasi secara masif. Salah satunya melalui panen perdana pohon kaliandra sebagai tanaman energi yang digunakan pengganti sebagian bahan bakar batubara di PLTU.

Dilaksanakan di kawasan PLTA Cirata, Purwakarta, PLN NP memanen sejumlah 327.500 pohon atau seluas 72.78 hektar. PLN NP telah mempersiapkan tanaman kaliandra sejumlah 3.211.740 dengan luas lahan 713,72 hektar di kawasan PLTA Cirata.

Baca Juga: Sentuhan Teknologi Digital NIC, Kunci PLN Nusantara Power Amankan Listrik Kemerdekaan RI

Indonesia berkomitmen untuk melakukan upaya menurunkan emisi gas rumah kaca dan bergerak aktif mencegah terjadinya perubahan iklim. Sektor energi adalah sektor yang menghasilkan CO2 dan yang paling mahal dari sisi pencapaian keseimbangan dalam mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC).

Salah satu Langkah konkrit yang ditempuh PLN NP adalah melalui transisi energi untuk menuju zero maupun low carbon emission untuk energi. Co-firing menjadi salah satu solusi menjawab isu tersebut.

Direktur Utama PLN NP, Ruly Firmansyah menyampaikan dukungan PLN NP dalam transisi energi sebagai komitmen Indonesia di kancah internasional dalam mewujudkan Paris Agreement untuk turut serta mengendalikan Emisi Gas Rumah Kaca.

"PLN NP akan menjadi yang pertama di PLN Group dalam mendukung transformasi PLN dengan menjadikan asset lahan disekitar PLTA Cirata menjadi hutan tanaman energi pendukung bahan co-firing di PLTU. PLTA Cirata akan semakin dikenal sebagai pusatnya Renewable Energy di PLN Group" Terang Ruly.

Baca Juga: Lagi Ramai Pemadaman Listrik, DPRD Jatim Minta Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan

PLN Nusantara Power merupakan gudangnya inovasi dalam bisnis ketenagalistrikan energi terbarukan dan paling terdepan dalam implementasi kebijakan yang ramah lingkungan. Sebelumnya, PLN NP dinobatkan sebagai pusat riset EBT di lingkungan PLN Group dengan dibangunnya PLTS 1 MW kemudian diperkuat kembali dengan dibangunnya PLTS terapung pertama dan terbesar di Indonesia dengan kapasitas 145 MWac diarea PLTA Cirata.

Komisaris Utama PLN NP, E. Haryadi juga turut mengapresiasi langkah tepat PLN NP dalam menjadikan PLTA Cirata sebagai salah satu pusat renewable energy di PLN Group.

"Berkaca kepada pengalaman dan kapasitas PLN NP dalam spesialisasinya di bidang pembangkit, saya rasa PLN NP telah berada di jalur yang benar dalam transisi energi. Selain menjadi yang terdepan di bidang co-firing, PLN NP selalu berbenah dan berinovasi agar dapat menaikkan presentase co-firing di PLTU demi mewujudkan Indonesia yang lebih hijau", terang E. Haryadi

Baca Juga: Ketika PLN Seenaknya Sendiri saat Pemadaman Listrik di Surabaya, Dishub Aja Dicuekin

Sejak tahun 2021, setidaknya telah ditanam 25 hektar tanaman jenis kaliandra dari target potensi lahan seluas 713,72 hektar. Untuk selanjutnya akan pula ditanam pohon kaliandra dan gamal secara bertahap. Di tahun 2022, sesuai rencana kerja, tahun ini memasuki musim panen perdana dari kaliandra yang telah berumur 1 tahun. Berdasarkan proyeksi dari kajian akademisi, jumlah panen diproyeksikan sebanyak 15-45 ton/ha dan memiliki potensi reduksi karbon setara 278,95 ton CO2.

Tidak hanya penanaman, di area PLTA Cirata akan dibangun Instalasi Pengolahan Biomassa dengan penggunaan nilai TKDN 90% yang dapat memproduksi sawdust dengan jumlah proyeksi produksi sebesar 189.133 ton dari total luas lahan untuk dapat digunakan menjadi bahan baku co-firing oleh PLTU Indramayu. Nilai kalori sawdust dari kaliandra yang telah diuji laboratorium dapat mencapai 4200 kkal.

Hingga 2025, PLN mentargetkan program co-firing dilakukan di 52 lokasi PLTU dengan total kapasitas 18.154 megawatt (MW) dengan kebutuhan biomassa 10,2 juta ton per tahun. Hal ini diperlukan sinergitas lintas instansi dan keterlibatan aktif masyarakat untuk mencapai target tersebut. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kisah Pilu PMI Jember yang Meninggal Usai Tertusuk Paku di Malaysia

Pembiayaan kepulangan jenazah almarhum ditanggung penuh secara pribadi oleh Bupati Jember Muhammad Fawait tanpa menggunakan dana APBD.

Hidupkan Ekosistem Kreatif, Dekesda Gelar Darjonesia Dance Festival dan Proyeksikan Museum Narotama

Sidoarjo layaknya kertas putih. Pembangunan fisik yang masif jangan sampai mengikis nilai-nilai kebudayaan yang menjadi identitas daerah.

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Baik Tapi Masih Lumayan, Ini Rinciannya 

Sebagai informasi, harga buyback ini merupakan harga yang didapat jika pemegang emas Antam ingin menjual kembali emasnya.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Pengangguran Lagi Beruntung, Yang Kerja juga Ada Peluang Menarik

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.