Rabu, 04 Feb 2026 04:27 WIB

PLN NP Panen Perdana Pohon Kaliandra Sebagai Bahan Baku Co-Firing PLTU

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 03 Des 2022 14:28 WIB
Panen perdana pohon Kaliandra PLN NP
Panen perdana pohon Kaliandra PLN NP

selalu.id - PLN Nusantara Power (PLN NP) selaku subholding pembangkitan terbesar di Asia Tenggara terus menebalkan komitmennya dalam mewujudkan dekarbonisasi secara masif. Salah satunya melalui panen perdana pohon kaliandra sebagai tanaman energi yang digunakan pengganti sebagian bahan bakar batubara di PLTU.

Dilaksanakan di kawasan PLTA Cirata, Purwakarta, PLN NP memanen sejumlah 327.500 pohon atau seluas 72.78 hektar. PLN NP telah mempersiapkan tanaman kaliandra sejumlah 3.211.740 dengan luas lahan 713,72 hektar di kawasan PLTA Cirata.

Baca Juga: World Clean Up Day, PLN Bersama Pemkot Surabaya Gelar Aksi Bersih Pantai

Indonesia berkomitmen untuk melakukan upaya menurunkan emisi gas rumah kaca dan bergerak aktif mencegah terjadinya perubahan iklim. Sektor energi adalah sektor yang menghasilkan CO2 dan yang paling mahal dari sisi pencapaian keseimbangan dalam mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC).

Salah satu Langkah konkrit yang ditempuh PLN NP adalah melalui transisi energi untuk menuju zero maupun low carbon emission untuk energi. Co-firing menjadi salah satu solusi menjawab isu tersebut.

Direktur Utama PLN NP, Ruly Firmansyah menyampaikan dukungan PLN NP dalam transisi energi sebagai komitmen Indonesia di kancah internasional dalam mewujudkan Paris Agreement untuk turut serta mengendalikan Emisi Gas Rumah Kaca.

"PLN NP akan menjadi yang pertama di PLN Group dalam mendukung transformasi PLN dengan menjadikan asset lahan disekitar PLTA Cirata menjadi hutan tanaman energi pendukung bahan co-firing di PLTU. PLTA Cirata akan semakin dikenal sebagai pusatnya Renewable Energy di PLN Group" Terang Ruly.

Baca Juga: Token Listrik PLN Diblokir di Sidoarjo, Warga Diminta Bayar Rp10 Juta untuk Tagihan Orang Lain

PLN Nusantara Power merupakan gudangnya inovasi dalam bisnis ketenagalistrikan energi terbarukan dan paling terdepan dalam implementasi kebijakan yang ramah lingkungan. Sebelumnya, PLN NP dinobatkan sebagai pusat riset EBT di lingkungan PLN Group dengan dibangunnya PLTS 1 MW kemudian diperkuat kembali dengan dibangunnya PLTS terapung pertama dan terbesar di Indonesia dengan kapasitas 145 MWac diarea PLTA Cirata.

Komisaris Utama PLN NP, E. Haryadi juga turut mengapresiasi langkah tepat PLN NP dalam menjadikan PLTA Cirata sebagai salah satu pusat renewable energy di PLN Group.

"Berkaca kepada pengalaman dan kapasitas PLN NP dalam spesialisasinya di bidang pembangkit, saya rasa PLN NP telah berada di jalur yang benar dalam transisi energi. Selain menjadi yang terdepan di bidang co-firing, PLN NP selalu berbenah dan berinovasi agar dapat menaikkan presentase co-firing di PLTU demi mewujudkan Indonesia yang lebih hijau", terang E. Haryadi

Baca Juga: PLN Jatim Catat Rekor Penjualan Listrik 44,3 TWh di Tahun 2024

Sejak tahun 2021, setidaknya telah ditanam 25 hektar tanaman jenis kaliandra dari target potensi lahan seluas 713,72 hektar. Untuk selanjutnya akan pula ditanam pohon kaliandra dan gamal secara bertahap. Di tahun 2022, sesuai rencana kerja, tahun ini memasuki musim panen perdana dari kaliandra yang telah berumur 1 tahun. Berdasarkan proyeksi dari kajian akademisi, jumlah panen diproyeksikan sebanyak 15-45 ton/ha dan memiliki potensi reduksi karbon setara 278,95 ton CO2.

Tidak hanya penanaman, di area PLTA Cirata akan dibangun Instalasi Pengolahan Biomassa dengan penggunaan nilai TKDN 90% yang dapat memproduksi sawdust dengan jumlah proyeksi produksi sebesar 189.133 ton dari total luas lahan untuk dapat digunakan menjadi bahan baku co-firing oleh PLTU Indramayu. Nilai kalori sawdust dari kaliandra yang telah diuji laboratorium dapat mencapai 4200 kkal.

Hingga 2025, PLN mentargetkan program co-firing dilakukan di 52 lokasi PLTU dengan total kapasitas 18.154 megawatt (MW) dengan kebutuhan biomassa 10,2 juta ton per tahun. Hal ini diperlukan sinergitas lintas instansi dan keterlibatan aktif masyarakat untuk mencapai target tersebut. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya.