Sabtu, 26 Sep 2026 15:21 WIB

Lagi Ramai Pemadaman Listrik, DPRD Jatim Minta Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan

Anggota Komisi D DPRD Jatim dari Fraksi PKB, Yoyok Mulyadi. (Dok. DPRD Jatim for selalu.id).
Anggota Komisi D DPRD Jatim dari Fraksi PKB, Yoyok Mulyadi. (Dok. DPRD Jatim for selalu.id).

selalu.id - Komisi D DPRD Jawa Timur mengingatkan pentingnya memperkuat ketahanan energi daerah pasca terjadinya pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir. 

Penguatan ini dinilai menjadi solusi menjawab peningkatan kebutuhan listrik baik bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

Baca Juga: RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Anggota Komisi D DPRD Jatim dari Fraksi PKB, Yoyok Mulyadi, menyatakan diversifikasi sumber energi menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan listrik konvensional. 

Menurutnya, pengembangan energi terbarukan harus ditempatkan sebagai agenda prioritas utama pemerintah daerah.

“Program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS yang sudah dijalankan Pemprov Jawa Timur perlu diperluas jangkauannya hingga dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas,” kata Yoyok, Selasa (23/6/2026)

 Ia menjelaskan bahwa sejak tahun 2023 hingga 2024, Pemprov Jatim telah mendorong pemasangan PLTS di lingkungan perkantoran pemerintah, sekolah, dan pesantren. 

Baca Juga: Kekeringan di Jatim Makin Parah, Fraksi PKS Sentil Pemprov: Jangan Cuma Sibuk Bagi-bagi Air!

Namun pada tahun 2026 ini, menurutnya program tersebut harus mulai diuji coba secara lebih luas, tidak lagi terbatas hanya pada lembaga yang biaya operasional dan pemeliharaannya ditanggung negara.

Yoyok mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur saja tidak cukup. Keberhasilan transisi energi membutuhkan dukungan tenaga kerja yang kompeten serta peningkatan kesadaran masyarakat agar fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Sudah ada contoh nyata di lapangan. Beberapa penerangan jalan tenaga surya dan fasilitas serupa di objek wisata terbengkalai serta tidak berfungsi lagi begitu masa garansi atau pemeliharaan resmi berakhir. Hal ini terjadi karena minimnya pendampingan dan keterampilan masyarakat dalam merawatnya,” jelasnya.

Baca Juga: RAPBD Jatim 2027 Defisit Rp1,01 Triliun, Banggar Andalkan SiLPA dan Minta Pemprov Genjot Pendapatan

Yoyok menegaskan, kondisi itu menyebabkan investasi yang telah dikeluarkan menjadi kurang maksimal manfaatnya. Oleh karena itu, ia mendorong Pemprov Jatim segera menyusun laporan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh program energi terbarukan yang telah berjalan.

“Evaluasi itu penting untuk mengukur efektivitas program sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan ke depannya. Masyarakat pun perlu melihat bukti nyata bahwa energi terbarukan benar-benar hemat biaya, efisien, dan menjamin ketahanan energi jangka panjang bagi Jawa Timur,” pungkas dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ribuan Santri Adu Bakat dalam PORSADIN VII Jatim di Lumajang

Para juara nantinya akan mewakili Jawa Timur di PORSADIN Nasional yang rencananya digelar di Jakarta pada November 2026.

Bentuk Karakter Penolong, Pemkot Surabaya Rencanakan PMR jadi Ekskul Wajib Pilihan SD-SMP

Wali Kota Eri berpesan agar para pemuda tidak sekali-kali melupakan budaya lokal, menghargai perbedaan, serta mengedepankan sikap saling membantu.

Guruh Soekarnoputra di Mata Wakil DPD PDI Perjuangan Jatim: Indonesia Kehilangan Marhaenis

selalu.id – Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Mas Guruh Soekarnoputra, Mohammad Guruh Irianto S

Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di 73 Tahun

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membenarkan kabar duka tersebut.

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot untuk memindahkan sebagian aktivitas kerjanya ke Balai RW mulai Oktober 2026.