Sabtu, 08 Agu 2026 01:04 WIB

Lagi Ramai Pemadaman Listrik, DPRD Jatim Minta Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan

Anggota Komisi D DPRD Jatim dari Fraksi PKB, Yoyok Mulyadi. (Dok. DPRD Jatim for selalu.id).
Anggota Komisi D DPRD Jatim dari Fraksi PKB, Yoyok Mulyadi. (Dok. DPRD Jatim for selalu.id).

selalu.id - Komisi D DPRD Jawa Timur mengingatkan pentingnya memperkuat ketahanan energi daerah pasca terjadinya pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir. 

Penguatan ini dinilai menjadi solusi menjawab peningkatan kebutuhan listrik baik bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

Baca Juga: DPRD dan Pemprov Jatim Sahkan KUA-PPAS P-APBD 2026, Kejar Target IKU hingga Pokir

Anggota Komisi D DPRD Jatim dari Fraksi PKB, Yoyok Mulyadi, menyatakan diversifikasi sumber energi menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan listrik konvensional. 

Menurutnya, pengembangan energi terbarukan harus ditempatkan sebagai agenda prioritas utama pemerintah daerah.

“Program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS yang sudah dijalankan Pemprov Jawa Timur perlu diperluas jangkauannya hingga dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas,” kata Yoyok, Selasa (23/6/2026)

 Ia menjelaskan bahwa sejak tahun 2023 hingga 2024, Pemprov Jatim telah mendorong pemasangan PLTS di lingkungan perkantoran pemerintah, sekolah, dan pesantren. 

Baca Juga: Kawal Pertumbuhan Ekonomi, DPRD Jatim Perkuat Sinergi Lewat Agenda Reses

Namun pada tahun 2026 ini, menurutnya program tersebut harus mulai diuji coba secara lebih luas, tidak lagi terbatas hanya pada lembaga yang biaya operasional dan pemeliharaannya ditanggung negara.

Yoyok mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur saja tidak cukup. Keberhasilan transisi energi membutuhkan dukungan tenaga kerja yang kompeten serta peningkatan kesadaran masyarakat agar fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Sudah ada contoh nyata di lapangan. Beberapa penerangan jalan tenaga surya dan fasilitas serupa di objek wisata terbengkalai serta tidak berfungsi lagi begitu masa garansi atau pemeliharaan resmi berakhir. Hal ini terjadi karena minimnya pendampingan dan keterampilan masyarakat dalam merawatnya,” jelasnya.

Baca Juga: Pemprov Jatim Siap Dukung Jember Fashion Carnaval Tembus Level Internasional

Yoyok menegaskan, kondisi itu menyebabkan investasi yang telah dikeluarkan menjadi kurang maksimal manfaatnya. Oleh karena itu, ia mendorong Pemprov Jatim segera menyusun laporan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh program energi terbarukan yang telah berjalan.

“Evaluasi itu penting untuk mengukur efektivitas program sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan ke depannya. Masyarakat pun perlu melihat bukti nyata bahwa energi terbarukan benar-benar hemat biaya, efisien, dan menjamin ketahanan energi jangka panjang bagi Jawa Timur,” pungkas dia.

Editor : Zain Ahmad
Berita Terbaru

Uji Mental Peserta, Prelimenary Raka Raki 2026 Digelar di Atrium Gressmall

Kegiatan di ruang publik seperti pusat perbelanjaan ini, menurut Ali Affandi, akan mengasah mental peserta di depan pengunjung mall.

Jatanras Polda Jatim Bekuk Mantan Satpam Pembunuh Nenek di Pasuruan

Polisi akan segera menggelar rekonstruksi lengkap guna melengkapi berkas perkara dan mengungkap tabir kejahatan ini secara utuh.

Dua Legenda Timnas Turun Gunung, Yusuf Ekodono dan Anang Ma'ruf Kawal Pembinaan Pemain Muda di Soekarno Cup 2026

Turnamen kelompok umur edisi ketiga ini bakal mengumpulkan 400 talenta muda dari 16 provinsi se-Indonesia.

Sambut HUT ke-81 RI dan Akreditasi Paripurna, RSD dr. Soebandi Jember Berbagi Santunan ke Warga Sekitar

Langkah ini diharapkan membuat masyarakat ikut merasa memiliki serta mendukung tumbuh kembang rumah sakit rujukan tersebut.

Fakta Baru Pencurian Kursi Besi Pemkot Surabaya, Ternyata Libatkan Perempuan

Saat ini, perempuan tersebut tengah diperiksa intensif untuk mengungkap perannya. Namun, dari pemeriksaan awal, dia berperan sebagai kaki tangan pelaku utama.

Hadirkan Tokoh Lintas Agama, Jember Bersholawat jadi Momentum Perkuat Toleransi dan Pelayanan Publik

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Jember berupaya membumikan salawat sekaligus memperkuat nilai keislaman, kebangsaan dan persaudaraan di tengah masyarakat.