Ini Cara Pemkot Surabaya Berhasil Turunkan Kasus Bayi Stunting
- Penulis : Ade Resty
- | Senin, 28 Nov 2022 13:22 WIB
selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya mengklaim telah berhasil menurunkan kasus stunting dalam kurun 2 tahun. Tercatat 12.788 kasus stunting pada tahun 2020, turun menjadi 1.055 kasus pada Oktober 2022.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Surabaya, Tomi Ardiyanto mengatakan, penurunan jumlah balita stunting itu tak lepas dari 8 aksi konvergensi yang dilakukan oleh pemkot selama ini.
Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!
Kata dia, secara rutin, pemkot melakukan pelaksanaan rembuk stunting di tingkat kota, mulai dari kecamatan, kelurahan, puskesmas, PKK, tiga pilar dan peran serta tokoh masyarakat.
"Dengan konvergensi tersebut, sehingga tersusun pemecahan masalah yang ditemukan dengan intervensi sensitif mencapai 70 persen dan spesifik 30 persen, sesuai masing - masing wilayah di kelurahan dan kecamatan,"kata Tomi, Senin (28/11/2022).
Tomi menjelaskan, perjuangan untuk mengentas stunting dilakukan dengan berbagai cara yakni mulai dari sosialisasi hingga menyediakan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak di puskesmas.
Salah satunya adalah dengan membagikan sekaligus sosialisasi manfaat Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri.
Pemberian TTD itu dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya secara rutin setiap seminggu sekali terhadap remaja putri di sekolah dan bisa diambil di puskesmas seluruh wilayah Surabaya.
"Selain itu ada juga giat Krida Gizi yang dilakukan oleh Saka Bakti Husada. Ada pula Pemeriksaan Kesehatan pada Anak Usia Sekolah," ujarnya.
Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin
Tak hanya itu, Pemkot Surabaya juga melakukan sosialisasi kepada calon pengantin (catin) melalui program Pendampingan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) (Penari Tampat).
Didalam program ini, Tomi menjelaskan, catin akan mendapatkan beberapa pelayanan, mulai dari pelayanan gizi dan kesehatan hingga konseling.
Pemkot juga menggandeng Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk melakukan penyuluhan dan pemantauan kesehatan kepada sasaran yang berisiko stunting.
"Selain pendampingan bagi pasangan catin, juga ada pendampingan untuk ibu dan balita,"ujar Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Surabaya ini.
Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya
Nah, dalam kegiatan tersebut, para ibu yang baru memiliki anak usia balita akan diberikan penyuluhan Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Lebih lanjut Tomi menambahkan, yang dilakukan Pemkot juga ada pemberian pangan olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) yang diresepkan oleh Dokter Spesialis Anak kepada balita malnutrisi atau dengan penyakit tertentu.
"Ada pula pemberian Taburan Ceria (Taburia) multivitamin dan mineral untuk balita, memberikan menu sehat pada ibu balita serta mempraktikkan demo memasak makanan sehat,"terangnya.
"Pak Wali Kota juga ada program pemberian permakanan stunting, Kampung ASI, Jago Ceting yang digerakkan bersama PKK dan lintas sektor, imunisasi, aksi konvergensi penanganan stunting dan masih banyak lainnya,"imbuhnya. (Ade/SL1)
Editor : RedaksiURL : https://selalu.id/news-3106-ini-cara-pemkot-surabaya-berhasil-turunkan-kasus-bayi-stunting
