Kamis, 04 Jun 2026 17:57 WIB

Kasus Pasar Semolowaru Berlanjut, Disebutkan Ada Oknum Pemkot yang Mempersulit

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 06 Okt 2022 12:33 WIB
Rapat anggota koperasi pasar Semolowaru, Surabaya
Rapat anggota koperasi pasar Semolowaru, Surabaya

selalu.id - Isu yang menyebutkan Koperasi Semolowaru Dadi Rukun (KSDR), Surabaya bermasalah dan banyak hutang ditepis oleh Ketua KSDR Priya Aji Priambudi. Menurutnya isu tersebut tidak memiliki dasar yang benar.

Aji menjelaskan, KSDR belum pernah meminjam ataupun hutang, seperti yang beredar di media dan ini terkesan bahwa kinerja Bagian Hukum yang menjaga Aset Pemerintah tidak teliti di dalam menyikapi persoalan hukum yang ada.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Beredar opini yang terjadi yaitu gugatan perdata hutang piutang di PN Surabaya adalah persoalan yang dilakukan oleh pihak LPMK Kelurahan Semolowaru.

LPMK pada saat itu membuat perjanjian sewa antara Khodim dengan Ketua LPMK yang sekarang masa baktinya sudah habis, yakni Paul Medert Budiman.

Kenyataan tersebut benar setelah LPMK mengeluarkan perjanjian sewa mulai periode 2016 sampai 2022 dengan biaya sebesar RP. 125.000.000 rupiah secara sah. Dan persoalan tersebut tidaklah ditelaah dengan baik oleh pihak bagian hukum Pemkot Surabaya.

"Urusan dapur LPMK tidak bisa dicampuradukkan dengan koperasi, selama ini KSDR belum memiliki masalah hutang di luar ketentuan," kata Priya Aji Priambudi selaku ketua KSDR. Kamis (6/10/2022).

Priya menerangkan, bahkan pengelolaan parkir sudah ada kesepakatan bersama mengenai Khodim dan Lasmi sebagai pengelolaan Pasar Semolowaru sesuai dengan pengurus koperasi, yaitu membayar biaya sewa kepada Pemkot Surabaya sebesar Rp. 388 juta. Dan Khodim menawarkan rumah yang akan digadaikan ke Bank BRI untuk pembayaran sewa sebesar Rp. 388 juta tersebut.

Kesepakatan tersebut sudah dinotariskan dengan akad peminjaman Rp 200 juta diberikan kepada ketua koperasi Paul Medert Budiman selaku Ketua Koperasi KSDR, yang dulu pernah menjabat Ketua LPMK Semolowaru.

"Setelah akad dari nilai Rp. 200 juta antara khodim dengan KSDR sepakat bahwa uang Rp 200 juta akan dibayar lewat mencicil setiap bulannya KSDR membayar 3,5 juta rupiah," terang Priya yang biasa disapa Ayok.

Setelah berjalannya waktu, karena pandemi Covid-19, maka muncullah surat dari Camat  dalam rangka penghentian pengelolaan pasar Semolowaru tidak boleh beraktivitas.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

"Dari surat Bu Camat itulah KSDR tidak ada pemasukan dari pasar untuk pemutaran keuangan membayar kepada khodim selaku pengelola parkir yang meminjami keuangan kepada koperasi KSDR," tambahnya.

Masa pandemi tidak menghentikan Khodim beraktivitas di pasar dalam mengelola parkir, justru keberadaan surat yang dikeluarkan oleh Camat Sukolilo terkesan KSDR diputus secara sepihak. Menurutnya yang patut disayangkan adalah Camat memiliki kewenangan melampaui batas kebijakan Wali Kota Surabaya.

"KSDR memiliki ikatan sewa dengan Pemkot sesuai appraisal selama 5 tahun," tegas Ayok.

Dari peminjaman keuangan yang dilakukan pihak khodim, bukannya KSDR tidak mau bayar dan mempunyai bukti sudah mengangsur 2 Bulan namun surat Camat malah membuat tragedi bagi pasar Semolowaru yang mengesankan KSDR seakan mempunyai hutang.

Priya Aji Priambudi sebagai ketua KSDR periode 2021 sampai 2023 mengatakan tentang kewajiban Khodim hingga sampai saat ini belum bayar sama sekali mengenai pengelolaan parkir.

"Kita berharap pengelolaan parkir yang dikelola oleh KSDR harusnya dihargai, bukannya menggugat ke pengadilan karena dasar menghutangi koperasi. Jikalau permasalahan ini di cermati secara pemikiran dengan kepala dingin bisa dibicarakan baik-baik, bila khodim mawas diri ketika kewajiban yang harus bayar kepada KSDR sebesar Rp. 227 juta sesuai apprasial, dan tarif sewa yang sudah ditentukan oleh pihak Pemkot Surabaya per satu meter persegi adalah 500 rupiah dan yang dikelola oleh khodim seluas 1000 M2," urai Ayok.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Sebenarnya masalah tersebut dapat diselesaikan agar hutang yang ada disesuaikan dengan pembayaran atas kewajiban yang selama ini belum pernah dibayarkan kepada koperasi," sambungnya.

Miko Saleh selaku Ketua Bidang Pengaduan Masyarakat GNPK yang mengawal KSDR mengatakan, bahwa upaya yang dilakukan oleh tim mediasi Pemkot Surabaya sangat disayangkan, sebab masalah pemulihan perekonomian mayarakat Surabaya yang mulai terbuka, justru di persulit khususnya di pasar Semolowaru.

"Kenapa kok harus berbuat begitu, ada apa dan ada tendensi apa kok bisa-bisanya persoalan sewa koperasi ke Pemkot dikaitkan dengan persoalan gugatan hutang piutang, bahkan dalil-dalil hukumnya tidak ada korelasinya, kok kebijakannya jadi aneh, yang profesional dan poporsionalah," terangnya.

Miko juga menilai, proses yang dilakukan tim mediasi Pemkot Surabaya ini seperti upaya menghambat bangkitnya perekonomian pasar pasca Covid-19.

"Justru kebijakan beginilah yang menjadikan batu sandungan bagi kegiatan Wali Kota Surabaya dalam rangka menuju bangkitnya perekonomian yang selama ini tidur di dalam menghadapi Covid-19," tegasnya.(SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.