Rabu, 22 Jul 2026 17:26 WIB

Ada Makam Tokoh Penyebar Agama Islam di Dolly, Pemkot Fasilitasi Wisata Religi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 05 Sep 2022 18:02 WIB
Makam Tokoh penyebar agama Islam di kawasan Dolly
Makam Tokoh penyebar agama Islam di kawasan Dolly

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal melakukan penataan kawasan eks lokalisasi Dolly untuk wisata religi. Diketahui ada makam seorang tokoh yang disebut menyebarkan agama Islam di kawasan tersebut.

Makam tokoh yang benama Mbah Kapiludin tersebut berada di antara Pemukiman pada penduduk, tepatnya di Jalan Kupang Gunung Timur gang 7. Sebab itu, Pemkot ingin kawasan tersebut dijadikan wisata religi.

Baca Juga: Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, Pemkot sudah menyiapkan anggaran pembangunan yang direncanakan selesai pada bulan Desember mendatang.

"Sudah kita anggarkan di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK), jadi nanti IsnyaAllah Desember sudah bisa selesai,"kata Eri, Senin (5/9/2022).

Eri menyampaikan, nantiny kawasan eks lokalisasi Dolly tersebut tak hanya wisata Religi. Namun, juga ada wisata sentra UMKM dan Wisata sejarah Dolly di masa lalu.

Untuk wisata religi, lanjutnya, Pemkot Surabaya akan melakukan penataan area makam Mbah Kapiludin. Karena, untuk masuk ke makam yang berada di tengah kampung ini, akses jalan cukup sempit.

Meski begitu, nantinya Pemkot juga akan membeli beberapa rumah yang ada didaerah tersebut untuk dibebaskan.

Baca Juga: Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

"Iya, ada yang nanti kita mau beli, tapi nanti kita juga lihat sebelah mana. Tapi yang terpenting ini harus sinergi. Tidak bisa sepenggal-sepenggal dibelinya," ujarnya.

Lebih lanjut Eri memberi bocoron terkait akses jalan menuju makam Mbah Kapiludin. Nantinya akan dikoneksikan dengan gang Dolly.

"Masuknya tetep dari Dolly, dari kampung yang besar itu. Nanti kita lewatkan yang di futsal itu. Makanya kita tata nanti bentuk rumahnya seperti apa," terang Eri.

Baca Juga: Grebeg Suro Sidoarjo 2026, PKL Bersyukur Tidak Dipungut Biaya Lapak

Eri berharap pengembangan eks lokalisasi Dolly menjadi kawasan wisata ini dapat membantu warga sekitar untuk berkembang, terutama dalam segi keuangan.

"Makam itu ada di belakangnya futsal, berarti kan itu bisa jadi satu. Makanya perencanaan itu kita ini secara menyeluruh. Tidak bisa hanya di pucuk doang, harus semua selalu tersinergi dan terkoneksi," tutupnya. (Ade/SL1)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.