Selasa, 21 Jul 2026 23:47 WIB

Pakar Ekonomi Unair Sebut Bansos Hanya Faktor Kecil Kenaikan Harga Telur Ayam

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 01 Sep 2022 17:41 WIB
Ilustrasi telur ayam
Ilustrasi telur ayam

selalu.id - Pakar Ekonomi dari Universitas Airlangga (Unair), Imron Mawardi menyebut Bantuan Sosial (Bansos) Kemensos tidak terlalu pengaruh terhadap kenaikan harga Telur Ayam. Seperti disampaikan oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, bahwa kenaikan harga telur dipicu oleh Bansos dari Kemensos.

Imron menyampaikan, pembagian bansos pangan tersebut merupakan konsumsi biasa. Hal itu juga dikarenakan konsumsi telur masyarakat meningkat.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

"Secara umum kan memang kebutuhan masyarakat. Bansos menurut saya itu, faktor kecil saja terhadap kenaikan harga telur. Tapi lebih kepada memang suplai agak terbatas,"kata Imron, saat dihubungi selalu.id, Kamis (1/9/2022).

Menurutnya, penyebab utama harga telur tinggi itu disebabkan karena suplai telur terbatas. Sementara saat ekonomi Indonesia pulih, banyak permintaan telur pun meningkat

"Suplai terbatas karena Peternak kulung tikar. Saat pandemi harga turun drastis. Suplai tersebut sudah 60 persen banyak peternak yang gulung tikar saat harga telur itu jeblok (turun),"jelasnya.

Lebih lanjut Imron menjelaskan, selama dua tahun saat pandemi harga telur ayam menurun. Harga telur turun hingga Rp 13-15 ribu. Sedangkan, untuk peternak seharga Rp 10 ribu.

"Otomatis banyak peternak yang gulung tikar. Itungan saya jumlah ternak tinggal 40 persen saja. Sudah berkurang, jadi saat ini hanya 60 persen saja dari posisi normal,"tuturnya.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

"Harga telur ayam saat ini cukup tinggi hingga Rp 22-30 ribu di beberapa daerah,"lanjutnya.

Kenaikan harga telur ayam, membuat Pemerintah Daerah memandang cukup membahayakan. Sebab, telur suatu kebutuhan yang penting.

"Ini nanti terdampak pada inflasi yang tinggi. Lalu salah satu caranya pemerintah melakukan operasi pasar,"ungkapnya.

Tak hanya itu, penyebab harga telur naik juga saat hotel-hotel juga telah bangkit dan buka kembali serta kegiatan-kegitaan event pun juga telah jalan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Sehingga, itu juga membuat permintaan telur meningkat,"

Imron memprediksi harga telur ayam kemungkinan akan kembali normal di akhir tahun. Untuk dua bulan mendatang ia memperkirakan masih cendrung tinggi.

"Kalau mekanismenya kenaikan itu dibulan maret. Secara normal untuk satu dua bulan kedepan masih cendrung tinggi. Karena mungkin suplai itu akan mulai normal di akhir tahun,"tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.