Minggu, 06 Sep 2026 03:32 WIB

Pakar Ekonomi Unair Sebut Bansos Hanya Faktor Kecil Kenaikan Harga Telur Ayam

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 01 Sep 2022 17:41 WIB
Ilustrasi telur ayam
Ilustrasi telur ayam

selalu.id - Pakar Ekonomi dari Universitas Airlangga (Unair), Imron Mawardi menyebut Bantuan Sosial (Bansos) Kemensos tidak terlalu pengaruh terhadap kenaikan harga Telur Ayam. Seperti disampaikan oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, bahwa kenaikan harga telur dipicu oleh Bansos dari Kemensos.

Imron menyampaikan, pembagian bansos pangan tersebut merupakan konsumsi biasa. Hal itu juga dikarenakan konsumsi telur masyarakat meningkat.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Secara umum kan memang kebutuhan masyarakat. Bansos menurut saya itu, faktor kecil saja terhadap kenaikan harga telur. Tapi lebih kepada memang suplai agak terbatas,"kata Imron, saat dihubungi selalu.id, Kamis (1/9/2022).

Menurutnya, penyebab utama harga telur tinggi itu disebabkan karena suplai telur terbatas. Sementara saat ekonomi Indonesia pulih, banyak permintaan telur pun meningkat

"Suplai terbatas karena Peternak kulung tikar. Saat pandemi harga turun drastis. Suplai tersebut sudah 60 persen banyak peternak yang gulung tikar saat harga telur itu jeblok (turun),"jelasnya.

Lebih lanjut Imron menjelaskan, selama dua tahun saat pandemi harga telur ayam menurun. Harga telur turun hingga Rp 13-15 ribu. Sedangkan, untuk peternak seharga Rp 10 ribu.

"Otomatis banyak peternak yang gulung tikar. Itungan saya jumlah ternak tinggal 40 persen saja. Sudah berkurang, jadi saat ini hanya 60 persen saja dari posisi normal,"tuturnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

"Harga telur ayam saat ini cukup tinggi hingga Rp 22-30 ribu di beberapa daerah,"lanjutnya.

Kenaikan harga telur ayam, membuat Pemerintah Daerah memandang cukup membahayakan. Sebab, telur suatu kebutuhan yang penting.

"Ini nanti terdampak pada inflasi yang tinggi. Lalu salah satu caranya pemerintah melakukan operasi pasar,"ungkapnya.

Tak hanya itu, penyebab harga telur naik juga saat hotel-hotel juga telah bangkit dan buka kembali serta kegiatan-kegitaan event pun juga telah jalan.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

"Sehingga, itu juga membuat permintaan telur meningkat,"

Imron memprediksi harga telur ayam kemungkinan akan kembali normal di akhir tahun. Untuk dua bulan mendatang ia memperkirakan masih cendrung tinggi.

"Kalau mekanismenya kenaikan itu dibulan maret. Secara normal untuk satu dua bulan kedepan masih cendrung tinggi. Karena mungkin suplai itu akan mulai normal di akhir tahun,"tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.