Sabtu, 06 Jun 2026 01:00 WIB

Pakar Ekonomi Unair Sebut Bansos Hanya Faktor Kecil Kenaikan Harga Telur Ayam

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 01 Sep 2022 17:41 WIB
Ilustrasi telur ayam
Ilustrasi telur ayam

selalu.id - Pakar Ekonomi dari Universitas Airlangga (Unair), Imron Mawardi menyebut Bantuan Sosial (Bansos) Kemensos tidak terlalu pengaruh terhadap kenaikan harga Telur Ayam. Seperti disampaikan oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, bahwa kenaikan harga telur dipicu oleh Bansos dari Kemensos.

Imron menyampaikan, pembagian bansos pangan tersebut merupakan konsumsi biasa. Hal itu juga dikarenakan konsumsi telur masyarakat meningkat.

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

"Secara umum kan memang kebutuhan masyarakat. Bansos menurut saya itu, faktor kecil saja terhadap kenaikan harga telur. Tapi lebih kepada memang suplai agak terbatas,"kata Imron, saat dihubungi selalu.id, Kamis (1/9/2022).

Menurutnya, penyebab utama harga telur tinggi itu disebabkan karena suplai telur terbatas. Sementara saat ekonomi Indonesia pulih, banyak permintaan telur pun meningkat

"Suplai terbatas karena Peternak kulung tikar. Saat pandemi harga turun drastis. Suplai tersebut sudah 60 persen banyak peternak yang gulung tikar saat harga telur itu jeblok (turun),"jelasnya.

Lebih lanjut Imron menjelaskan, selama dua tahun saat pandemi harga telur ayam menurun. Harga telur turun hingga Rp 13-15 ribu. Sedangkan, untuk peternak seharga Rp 10 ribu.

"Otomatis banyak peternak yang gulung tikar. Itungan saya jumlah ternak tinggal 40 persen saja. Sudah berkurang, jadi saat ini hanya 60 persen saja dari posisi normal,"tuturnya.

Baca Juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

"Harga telur ayam saat ini cukup tinggi hingga Rp 22-30 ribu di beberapa daerah,"lanjutnya.

Kenaikan harga telur ayam, membuat Pemerintah Daerah memandang cukup membahayakan. Sebab, telur suatu kebutuhan yang penting.

"Ini nanti terdampak pada inflasi yang tinggi. Lalu salah satu caranya pemerintah melakukan operasi pasar,"ungkapnya.

Tak hanya itu, penyebab harga telur naik juga saat hotel-hotel juga telah bangkit dan buka kembali serta kegiatan-kegitaan event pun juga telah jalan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

"Sehingga, itu juga membuat permintaan telur meningkat,"

Imron memprediksi harga telur ayam kemungkinan akan kembali normal di akhir tahun. Untuk dua bulan mendatang ia memperkirakan masih cendrung tinggi.

"Kalau mekanismenya kenaikan itu dibulan maret. Secara normal untuk satu dua bulan kedepan masih cendrung tinggi. Karena mungkin suplai itu akan mulai normal di akhir tahun,"tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.