Kamis, 04 Jun 2026 06:54 WIB

Polisi Kerahkan 426 Personel Amankan Aksi Bonek di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 09 Agu 2022 14:11 WIB
Pengamanan polisi di salah satu ruas jalan
Pengamanan polisi di salah satu ruas jalan

selalu.id - Polisi kerahkan 426 personel pasukan pengamanan dalam aksi demonstrasi Suporter Persebaya Surabaya, Bonek di Kantor PT Indosiar Surabaya Televisi (EMTEK Group), Jalan Bumi Indah, Selasa (9/8/2022).

"Ketika masa bonek berkumpul semua dan akan berangkat, dari simpul sudah ada ploting- ploting anggota untuk merekayasa lalu lintas. Memprioritaskan Bonek ini untuk sampai ke tujuan,"kata Kapolsek Tandes, Kompol Danu Anindito.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Danu juga mengantisipasi untuk keamanan dan keselamatan Sehingga meminimalisir gesekan Bonek dengan masyarakat lainnya.

" Polsek Lakarsantri juga dari Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim. Kami hanya melancarkan Bonek dari titik kumpul ke tempat unjuk rasa. Di sini supaya gak ada kemacetan,"ujarnya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Polisi mengimbau kepada para aksi massa untuk tidak rusuh dan mempersilahkan menyalurkan aspirasi yang menjadi tuntutannya.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

"Tetap Menjaga ketertiban dan keamanan, sehingga tidak menimbulkan gesekan dengan masyarakat lain,"terangnya.

Pantauan selalu.id ratusan Bonek telah menggeruduk di Kantor PT Indosiar Surabaya Televisi (EMTEK Group) Jalan Bumi Indah nomor 50, Surabaya. Sembari berorasi membacakan tuntutannya, para suporter kesebelasan Persebaya Surabaya ini juga bernyayi yel-yel layaknya saat menonton pertandingan bola.(Ade/SL1).

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.