Cegah Pernikahan Dini, Pemkot Surabaya Buka Layanan Pendidikan Pranikah
- Penulis : Ade Resty
- | Selasa, 26 Jul 2022 10:50 WIB
selalu.id - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya memberikan fasilitas pendidikan parenting pranikah.
Kepala DP3APPKB Surabaya, Tomi Ardiyanto menyebutkan, fasilitas pendidikan tersebut untuk menghindari adanya pernikahan dan perceraian dini.
Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
Tomi menjelaskan bahwa Pemkot telah bekerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Surabaya serta Kantor Urusan Agama (KUA) di setiap kecamatan.
Kerjasama menggelar kelas bagi Calon Pengantin (Catin) sebelum melaksanakan pernikahan.
"Proses pernikahan itu bukan hanya soal resepsi atau ijab kabul saja, kita berikan edukasi bagi calon pengantinnya. Jadi kita berikan edukasi bagaimana cara membentuk suatu keluarga," kata Tomi, Selasa (26/7/2022).
Selain menghindari adanya pernikahan dan perceraian dini, Tomi menerangkan, fungsi
pendidikan parenting pranikah itu juga untuk menekan terjadinya tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada pasangan pengantin.
"Jadi buka hanya karena kebelet (ingin) menikah, tapi harus diperhatikan juga soal komitmen antara kedua pasangan, sakralnya itu di situ,"jelasnya.
Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
Lebih lanjut Tomi menjelaskan, sebelum calon pengantin melaksanakan pernikahan butuh pengetahuan lebih mendalam melalui edukasi parenting.
"Tanggung jawab sebagai suami dan seperti apa tugas sebagai seorang istri, kalau sudah menikah kan yang dipikirkan adalah pencegahan supaya nggak terjadi perceraian. Bahkan perceraian akibat pernikahan dini cukup banyak di Jatim," papar Tomi.
Menurutnya, pendidikan parenting bagi calon pengantin bukan hanya tugas pemkot, tetapi juga membutuhkan sinergitas berbagai stakeholder serta unsur masyarakat.
Penyebab perceraian itu, kata dia, juga bisa terjadi karena adanya masalah finansial. Sebab itu, pendidikan parenting menjadi penting bagi calon pengantin. Supaya, mereka mengetahui cara menghadapi sebuah masalah di dalam rumah tangga.
Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
"Secara spiritual, kemudian kesehatan reproduksi dan psikologisnya itu kami berikan ketika pendidikan pranikah. Ketika menikah dini, memang secara reproduksi belum matang, itu juga berpotensi melahirkan anak stunting," jelasnya.
Tomi menambahkan, cara pola asuh anak juga perlu diberikan untuk menghindari terjadinya masalah gizi buruk pada anak. Maka dari itu, menikah harus dengan usia yang mencukupi agar ke depannya lebih siap secara mental dan finansial.
"Namanya calon pengantin, secara aturan kalau nikah minimal usia 19 tahun. Agar lebih siap secara mental dan finansial," pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : RedaksiURL : https://selalu.id/news-2260-cegah-pernikahan-dini-pemkot-surabaya-buka-layanan-pendidikan-pranikah
