Jumat, 05 Jun 2026 16:16 WIB

Pakar Ekonomi Unair Sebut Pemerintah Terlalu Reaktif Soal Pencabutan Izin ACT

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 12 Jul 2022 12:06 WIB
Pakar Ekonomi Islam Unair, Imron Mawardi
Pakar Ekonomi Islam Unair, Imron Mawardi

selalu.id - Pakar Ekonomi Islam Universitas Airlangga (Unair) Imron Mawardi menyebut pemerintah terlalu reaktif atas keputusan dicabutnya izin pengumpulan dana dan barang Aksi Cepat Tanggap (ACT). Imron Mawardi menyayangkan sikap pemerintah dan masyarakat yang terlalu reaktif.

Menurutnya pembekuan dan pencabutan izin yang dilakukan untuk ACT dianggap terlalu dini. Imron menyebut fungsi pengawasan yang dilakukan pemerintah tidak berjalan dengan baik.

Baca Juga: Tiga Jurusan Paling Diminati di UNAIR pada UTBK 2026

"Harusnya ditelusuri dulu, dilakukan audit, kemudian pembinaan. Kan mestinya Kemensos yang memberi izin juga harus melakukan pengawasan. Nah, kenapa kok terjadi gini, padahal sudah sekian tahun," kata Imron, Selasa (12/7/2022).

Imron juga berpesan kepada masyarakan untuk cermat mendonasikan hartanya kepada lembaga filantropi yang tepat dan untuk tidak cepat memberikan justifikasi dan reaksi

"Kalau ada satu yang bermasalah, bukan berarti semua lembaga filantropi itu buruk," ujarnya.

Lebih lanjut, Imron menjelaskan tentang tata kelola keuangan dari ACT. Pasalnya, ACT menggunakan 13,7 persen dana donasi untuk kebutuhan operasional.

Padahal, pada PP No 29 Tahun 1980 tentang Pelaksanaan Pengumpulan Sumbangan, tercantum penggunaan dana donasi untuk operasional paling banyak sebesar 10 persen.

"Ya, ada pelanggaran di sini, dan kalau terjadi pelanggaran, sementara ini sudah berlangsung sekian lama. Juga menjadi pertanyaan, dimana posisi pemerintah dalam mengawasi dana publik, yaitu dana yang diterima seperti lembaga filantropi ini," ujar Imron.

Menurutnya, selama ini masyarakat masih mengkonotasikan keikhlasan dengan keharaman menerima harta atau imbalan dari hasil kinerjanya.

Baca Juga: Sering Overthinking Jelang UTBK? Dekan Fakultas Psikologi Unair Bagikan Cara Ampuh Mengatasinya

Padahal, dalam pengelolaan dana umat juga dibutuhkan ilmu serta profesionalitas. Apalagi, dana yang dikelola bukan jumlah yang sedikit.

"Kalau mereka digaji tinggi, bagi saya, sebenarnya, biasa saja. Artinya memang seharusnya pekerja sosial baiknya tidak berbeda dengan pebisnis yang seharusnya juga dikelola oleh profesional,"jelasnya.

Menurutnya, tampak berita tentang penyelewangan dana umat itu terlalu berlebihan.

Namun, Imron menyadari bahwa kasus ini akan berdampak pada penurunan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga filantropi.

Hal tersebut menjadi tugas bersama, terutama lembaga itu sendiri untuk menumbuhkan kepercayaannya kembali. Salah satunya dengan transparansi keuangan.

Baca Juga: Unair Umumkan Kandidat Penerima Golden Ticket 2026, Berikut Jumlah Siswa yang Lolos

"Siapa pun yang mengelola dana publik, maka disebut lembaga publik. Dan itu terikat dengan ketentuan harus transparan, terus akuntabel, serta penggunaannya disesuaikan dengan kaidah-kaidah lembaga publik," ujarnya.

Ia menambahkan, transparansi dana tersebut ,tentunya akan memberikan ketenangan dan kepuasan bagi pendonor.

"Program yang ditawarkan lembaga haruslah jelas mengenai target, kebutuhan donasi, hingga penyaluran,"pungkasnya. (Ade/SL1)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peristiwa Tak Terduga, Siapkan Mental dan Hati-hati

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini diulas lengkap, banyak kejutan.

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.