Minggu, 19 Jul 2026 19:19 WIB

Sering Overthinking Jelang UTBK? Dekan Fakultas Psikologi Unair Bagikan Cara Ampuh Mengatasinya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 12 Apr 2026 11:43 WIB
Dekan Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Dewi Retno Suminar. (Dok.istimewa). 
Dekan Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Dewi Retno Suminar. (Dok.istimewa). 

selalu.id - Menjelang pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 pada 21–30 April, kesiapan mental siswa kerap jadi hal krusial di masa-masa itu. 

Dekan Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Dewi Retno Suminar, menekankan pentingnya ketenangan dan kepercayaan diri sebagai kunci menghadapi ujian.

Baca Juga: Menginspirasi Birokrasi: Sekel Surabaya Raih Gelar Doktor Lewat Riset Kelincahan Pegawai

Menurutnya, indikator utama kesiapan psikologis siswa dapat dilihat dari kemampuan mengelola pikiran dan tidak terjebak overthinking. Pikiran seperti merasa belum menguasai materi tertentu justru menjadi tanda ketidaksiapan mental.

“Pikiran seperti ‘saya belum belajar ini itu’ atau merasa belum hafal menjadi indikator bahwa mental belum siap menghadapi ujian,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).

Ia menjelaskan, salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah dengan self talking atau afirmasi positif terhadap diri sendiri. Cara ini dinilai efektif untuk meningkatkan keyakinan siswa terhadap kemampuan yang telah dipelajari.

“Yakinkan diri bahwa materi sudah dipelajari dan tinggal mengingat kembali. Sugesti positif ini penting agar siswa lebih percaya diri,” jelasnya.

Baca Juga: Tiga Jurusan Paling Diminati di UNAIR pada UTBK 2026

Selain itu, dukungan dari lingkungan, terutama orang tua, juga berperan besar dalam menjaga kondisi psikologis siswa. Ia mengingatkan agar orang tua menghindari kalimat negatif yang justru memicu kecemasan.

“Ucapan yang mengingatkan kelemahan anak sebaiknya dihindari. Dukungan positif akan membuat anak lebih tenang dan percaya diri,” tambahnya.

Dalam menjaga motivasi, siswa juga diminta untuk melakukan evaluasi secara jujur terhadap hasil latihan. Jika hasil belum memuaskan, siswa dapat mengidentifikasi kelemahan dan mencari solusi yang tepat, seperti membaca soal lebih teliti atau memeriksa ulang jawaban.

Baca Juga: DPD RI Minta Usut dan Tindak Tegas Dokter-ASN yang Terlibat Joki UTBK

Di sisi lain, menjaga kondisi fisik juga tidak kalah penting. Ia mengingatkan siswa untuk tetap memperhatikan pola makan, konsumsi vitamin, serta istirahat yang cukup di tengah intensitas belajar yang tinggi.

“Seringkali siswa terlalu fokus belajar hingga melupakan kondisi fisik. Padahal kesehatan tubuh sangat berpengaruh pada performa saat ujian,” tegasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa penyelenggaraan nobar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto menghadirkan ruang publik yang positif.

Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Langkah itu juga menjadi bentuk pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika di kalangan atlet yang tengah dipersiapkan menghadapi Porprov Jatim 2027.