Rabu, 21 Okt 2026 08:19 WIB

4 Ribu Warga Surabaya Antre Masuk ke Rusunawa, Wali Kota Eri: Harus MBR

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 02 Jul 2022 18:35 WIB
Rusunawa Gunung Anyar Surabaya
Rusunawa Gunung Anyar Surabaya

selalu.id - Sebanyak 4 ribu Kepala Keluarga (KK) di Surabaya mengantre menunggu giliran tinggal di rumah susun sederhana (Rusunawa).

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan bahwa yang boleh menempati Rusunawa tersebut. Harus berkategori MBR.

Baca Juga: Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Sehingga, Pemkot Surabaya harus seleksi terlebih dahulu melalui pendataan warga yang pantas masuk kategori MBR.

"Rusun ini dibangun Pemkot untuk MBR. Pemkot selalu pantau jika ada yang masuk ke rusunawa. Kita pun punya target untuk yang tinggal disitu harus lulus MBR waktu 2 tahun,"kata Eri, Sabtu (2/7/2022).

Eri menyampaikan, penghuni Rusunawa yang sudah ada pekerjaan dan penghasilan tetap serta memliki kendaraan pribadi, mereka wajib keluar.

Sehingga, warga MBR yang baru bisa menempati Rusunawa tersebut. Apabila, tidak keluar, Eri menanggap Pemerintah gagal mencapai target.

"Jika tidak keluar dan menghuni puluhan tahun, artinya yang gagal kan itu pemerintahnya, tidak bisa mensejahterakan umatnya, makannya kita harus berani punya target itu," ujarnya.

Lebih lanjut Eri kembali menegaskan, kepada masyarakat Surabaya yang telah lolos MBR, tidak bisa lagi menghuni Rusunawa.

Namun, Pemkot Surabaya punya solusi untuk menyediakan rumah susun sederhana milik sendiri (Rusunami).

Baca Juga: Pemkot Surabaya Perketat Penjualan Minol, Pembeli Wajib Tunjukkan Identitas

Nantinya, kata Eri, Rusunami tersebut itu bisa dibeli dengan cara diangsur dan dimiliki, begitu dengan biaya operasionalnya yang juga ditanggung oleh masing - masing penghuni rusunami.

Saat ini, Pemkot Surabaya telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk membuat rusunami yang bakal digunakan tempat tinggal warga selain MBR.

Eri meminta warganya bersabar dan jangan sampai ada yang mengaku sebagai MBR demi bisa tinggal di rusunawa.

"Kayak tadi ada warga yang minta rusunawa, tapi bukan kategori MBR, ya jangan. Apa lagi ada yang gajinya Rp 4 juta lebih, lah yang tinggal di rusunawa itu loh ada yang nggak punya kerjaan, kok minta masuk ke rusun," jelasnya.

Ia pun ingin masyarakat tidak salah persepsi dan membangun pola pikirnya untuk warga bisa mandiri. Sebab, Pemkot menyediakan lapangan pekerjaan dengan menggunakan aset pemkot dijadikan tempat Padat Karya.

Baca Juga: Finalis Cak Surabaya Ditangkap Polisi, Wali Kota Eri: Gelar Akan Kita Cabut

"Jadi kita harus bangun mental masyarakat terlebih dulu. Kita berikan pekerjaan kepada sekitar 35 ribu KK kategori MBR yang terdata itu, ketika sudah mendapatkan pekerjaan dan punya pendapatan per kapita,"terangnya.

Pemkot juga melakukan pendataan ulang MBR di setiap kecamatan dan kelurahan. Sehingga, selesai ada pembaruan data, pemkot bisa memprioritaskan warga MBR untuk tinggal di rusunawa.

"Kemudian penghasilannya itu bisa digunakan untuk kontrak rumah sendiri atau membeli rusunami, setelah lulus dari MBR," pungkasnya. (Ade/SL1)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Top 5 Berita: Pabrik Kosmetik Ilegal Digerebek sampai Rapat Kerja Pusat

Pembaca tertarik pemberitaan penggerebekan pabrik kosmetik ilegal hingga pendidikan.

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Ke depan, operasi simpatik dan penagihan dari rumah ke rumah akan terus digencarkan secara bergiliran di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo.