Sabtu, 05 Sep 2026 21:39 WIB

4 Ribu Warga Surabaya Antre Masuk ke Rusunawa, Wali Kota Eri: Harus MBR

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 02 Jul 2022 18:35 WIB
Rusunawa Gunung Anyar Surabaya
Rusunawa Gunung Anyar Surabaya

selalu.id - Sebanyak 4 ribu Kepala Keluarga (KK) di Surabaya mengantre menunggu giliran tinggal di rumah susun sederhana (Rusunawa).

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan bahwa yang boleh menempati Rusunawa tersebut. Harus berkategori MBR.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Sehingga, Pemkot Surabaya harus seleksi terlebih dahulu melalui pendataan warga yang pantas masuk kategori MBR.

"Rusun ini dibangun Pemkot untuk MBR. Pemkot selalu pantau jika ada yang masuk ke rusunawa. Kita pun punya target untuk yang tinggal disitu harus lulus MBR waktu 2 tahun,"kata Eri, Sabtu (2/7/2022).

Eri menyampaikan, penghuni Rusunawa yang sudah ada pekerjaan dan penghasilan tetap serta memliki kendaraan pribadi, mereka wajib keluar.

Sehingga, warga MBR yang baru bisa menempati Rusunawa tersebut. Apabila, tidak keluar, Eri menanggap Pemerintah gagal mencapai target.

"Jika tidak keluar dan menghuni puluhan tahun, artinya yang gagal kan itu pemerintahnya, tidak bisa mensejahterakan umatnya, makannya kita harus berani punya target itu," ujarnya.

Lebih lanjut Eri kembali menegaskan, kepada masyarakat Surabaya yang telah lolos MBR, tidak bisa lagi menghuni Rusunawa.

Namun, Pemkot Surabaya punya solusi untuk menyediakan rumah susun sederhana milik sendiri (Rusunami).

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Nantinya, kata Eri, Rusunami tersebut itu bisa dibeli dengan cara diangsur dan dimiliki, begitu dengan biaya operasionalnya yang juga ditanggung oleh masing - masing penghuni rusunami.

Saat ini, Pemkot Surabaya telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk membuat rusunami yang bakal digunakan tempat tinggal warga selain MBR.

Eri meminta warganya bersabar dan jangan sampai ada yang mengaku sebagai MBR demi bisa tinggal di rusunawa.

"Kayak tadi ada warga yang minta rusunawa, tapi bukan kategori MBR, ya jangan. Apa lagi ada yang gajinya Rp 4 juta lebih, lah yang tinggal di rusunawa itu loh ada yang nggak punya kerjaan, kok minta masuk ke rusun," jelasnya.

Ia pun ingin masyarakat tidak salah persepsi dan membangun pola pikirnya untuk warga bisa mandiri. Sebab, Pemkot menyediakan lapangan pekerjaan dengan menggunakan aset pemkot dijadikan tempat Padat Karya.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

"Jadi kita harus bangun mental masyarakat terlebih dulu. Kita berikan pekerjaan kepada sekitar 35 ribu KK kategori MBR yang terdata itu, ketika sudah mendapatkan pekerjaan dan punya pendapatan per kapita,"terangnya.

Pemkot juga melakukan pendataan ulang MBR di setiap kecamatan dan kelurahan. Sehingga, selesai ada pembaruan data, pemkot bisa memprioritaskan warga MBR untuk tinggal di rusunawa.

"Kemudian penghasilannya itu bisa digunakan untuk kontrak rumah sendiri atau membeli rusunami, setelah lulus dari MBR," pungkasnya. (Ade/SL1)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.